
Zergan memangku Eleanor yang sedang tertidur di dalam mobil. Namun saat di dalam perjalanan, tiba-tiba mobil yang dinaiki oleh mereka berhenti.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau berhenti?"
"Maaf, Tuan. Sepertinya mobil ini mogok."
"Bagaimana bisa mobilnya sampai mogok?"
"Saya juga tidak tahu, Tuan. Saya akan turun dan memeriksanya."
Setelah supir tersebut turun, tiba-tiba Eleanor terbangun dengan keadaan yang masih mabuk. Eleanor kemudian turun dari mobil dan berjalan tanpa arah tujuan.
Zergan kemudian mengikutinya dan langsung menarik tangannya.
"Apa yang kau lakukan? Kau ingin pergi kemana?"
"Zergan, aku ingin pergi ke kamarku. Aku tidak mau tidur di rumah Anna, dia itu tidak suka denganku."
"Kita akan pergi ke kamar. Tapi pertama-tama kau harus masuk ke mobil dulu, karena kita masih belum sampai di rumah."
"Zergan, aku tidak mau tidur di dalam mobil. Aku ingin tidur di kamar, kenapa kau melarangku?"
Tanpa banyak bicara, Zergan langsung membopong Eleanor dan membawanya kembali masuk ke mobil.
"Kau harus tetap berada di dalam mobil."
Setelah Zergan mendudukkan Eleanor di kursi belakang, Eleanor langsung menarik tangan Zergan yang hendak meninggalkannya.
"Kau mau kemana?"
"Aku tidak akan kemana-mana. Mobil kita sedang mogok, aku harus menghubungi seseorang untuk membantu kita."
"Baiklah. Tapi jangan terlalu lama, aku ingin pulang secepatnya."
"Aku tidak akan lama."
Zergan kemudian menyusul sang supir di depan mobil dan berusaha untuk menghubungi Lea, tetapi sayangnya di tempat tersebut Zergan tidak mendapatkan sinyal.
"Tidak ada sinyal sama sekali di sini. Aku harus pergi mencari sinyal," batinnya.
"Supir, kau tetaplah di sini dan awasi Eleanor. Aku akan pergi sebentar untuk mencari sinyal."
"Baik, Tuan."
Zergan pun perlahan berjalan menjauhi mobilnya untuk mencari sinyal agar dapat menghubungi orang rumah.
Karena keadaan jalan yang saat itu sudah sepi juga tidak ada perumahan di sekitar sana, Zergan pun susah untuk meminta bantuan kepada seseorang.
Eleanor turun dari mobil dengan tubuh yang sempoyongan. Kemudian dia pergi dari tempat tersebut tanpa sepengetahuan dari sang supir.
"Aku sangat mengantuk, tapi di mana kamarku?" gumamnya.
Eleanor pergi menuju sebuah taman yang di sana terdapat air mancur.
"Ini bukan kamarku, tapi sepertinya aku bisa tidur di sana," ucapnya dengan tidak sadar.
__ADS_1
Eleanor kemudian berjalan mendekati air mancur dan tidur di pinggirannya. Dia tidur dengan santainya di saat orang lain sedang bersua foto di sana.
Zergan kini kembali ke tempat mobilnya karena telah berhasil meminta bantuan kepada Lea.
Saat Zergan sampai di depan mobilnya, dia melihat sang supir masih sibuk memperbaiki bagian mobil depan.
Zergan pun sangat panik saat melihat pintu mobilnya terbuka. Dia langsung berlari dan memastikan jika Eleanor masih ada di dalam, tetapi ternyata Eleanor tidak ada di dalam.
Zergan pun segera menghampiri supir tersebut dan memarahinya.
"Di mana Eleanor?"
"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak melihat nona Eleanor keluar dari mobil."
"Bagaimana bisa dia keluar dari mobil tapi kau tidak melihatnya? Aku sudah mengatakan kepadamu jika kau harus terus mengawasi Eleanor, kenapa kau tidak melakukannya?"
"Tuan, maafkan kelalaian saya. Saya terlalu sibuk memperbaiki mobil, sampai-sampai saya lupa jika nona Eleanor ada di dalam."
"Dasar tidak berguna!"
Zergan kemudian pergi mencari keberadaan Eleanor. Dia sudah berkeliling di tempat tersebut bersama sang supir, tetapi Eleanor tidak juga ditemukan.
"Kemana dia pergi?" gumam Zergan dengan perasaan yang sangat khawatir.
"Tuan, sekali lagi maafkan saya karena saya telah lalai menjaga nona Eleanor."
"Jika sampai Eleanor tidak ditemukan, aku pastikan kau tidak akan lagi bisa bekerja denganku! Aku akan memecatmu!"
"Tuan, saya mohon jangan lakukan hal itu. Saya berjanji akan mencari nona Eleanor sampai ketemu."
Sedangkan di taman, Direktur Evan tiba-tiba datang ke sana untuk menenangkan dirinya sejenak dari pekerjaan.
Dia pergi menuju air mancur dan melihat seorang wanita sedang tertidur di samping air mancur tersebut.
"Siapa wanita yang sedang tertidur di sana?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Direktur Evan yang merasa penasaran pun akhirnya pergi mendekati air mancur tersebut. Kemudian dia memegang pundak wanita yang sedang tertidur di sana dan membangunkannya.
"Nona, apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau bisa tertidur di tempat seperti ini?" tanyanya.
"Wanita ini sama sekali tidak menjawabku. Sepertinya dia sangat mengantuk, sampai-sampai dia tertidur di sini," batinnya.
Direktur Evan pun menarik tangan wanita itu dan berusaha untuk membangunkannya. Saat Direktur Evan melihat wajah wanita tersebut, dirinya sangat terkejut karena ternyata wanita itu adalah Eleanor.
"Nona Eleanor, apa yang terjadi denganmu?"
"Siapa kau? Kenapa kau bisa tahu namaku?"
"Nona, saya adalah Direktur Evan. Apa yang terjadi dengan Nona?"
"Direktur Evan?"
"Benar, Nona."
"Apa yang kau lakukan di kamarku? Kau masuk kamarku tanpa meminta izin terlebih dahulu. Suamiku pasti akan sangat marah kepadamu."
__ADS_1
"Nona, tapi ini bukan kamar Nona."
"Ini adalah kamarku. Sekarang aku ingin melanjutkan tidurku."
Saat Eleanor ingin kembali tidur di pinggiran air mancur, Direktur Evan pun mencegahnya dengan menarik kedua tangannya.
"Nona, jangan lakukan hal itu. Bagaimana Nona bisa ada di tempat ini? Apa Nona bersama dengan tuan Zergan?"
"Iya, aku bersamanya tadi. Tapi aku tidak tahu sekarang dia di mana."
Eleanor kemudian menguap dan menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
"Aku sangat mengantuk, tolong jangan ganggu aku."
"Tidak, Nona. Saya akan mengantarkan Nona pulang sekarang."
"Aku tidak mau. Ini adalah kamarku, kau ingin membawaku kemana?"
Direktur Evan terus menarik tangan Eleanor dan berusaha untuk mengajaknya pulang, tetapi tiba-tiba Zergan datang dan langsung memukul wajah Direktur Evan.
"Apa yang telah kau lakukan kepadanya?"
"Tuan Zergan, anda telah salah paham. Saya tidak melakukan apapun kepada nona Eleanor. Saya hanya berusaha untuk mengajaknya pergi dari tempat ini."
Zergan kemudian memukul wajah Direktur Evan lagi karena tidak percaya dengan ucapan Direktur Evan.
"Jangan berbohong kepadaku! Apa yang ingin kau lakukan kepadanya?"
"Tuan, saya sungguh tidak ingin melakukan apapun kepada nona Eleanor. Saya melihatnya sedang tertidur di pinggiran air mancur seorang diri, jadi saya berpikir untuk mengantarkannya pulang."
"Kenapa kau berbicara dengan suamiku? Dia itu pria gila, dia tidak akan percaya dengan ucapanmu."
"Apa yang telah katakan?"
"Kenapa kau marah kepadaku, orang gila? Kau memang suami yang gila. Dia ingin mengantarkanku pulang tapi kau malah memukul wajahnya."
Zergan kemudian menatap ke arah Direktur Evan dengan tatapan yang tajam.
"Tuan, saya benar-benar ingin mengantarkan nona Eleanor pulang. Saya tidak memiliki maksud yang lain."
"Suamiku, kenapa kau hanya berdiri di sana? Ayo kita tidur di kamar kita, ini sudah malam."
"Kita akan pulang dan tidur di kamar kita."
Zergan menarik tangan Eleanor dan melalui Direktur Evan begitu saja.
"Kamar kita ada di sini. Kau ingin mengajakku pergi kemana?"
Zergan kemudian membopong Eleanor dan Eleanor tersenyum manis kepada Zergan.
"Apa kau sangat takut jika pria itu tidur bersamaku di dalam kamar kita?"
"Itu bukan kamar kita. Kau sedang mabuk, jadi diamlah."
"Kau ini kasar sekali denganku."
__ADS_1