
Malam harinya ....
Eleanor berjalan menuruni anak tangga, dia terlihat sangat cantik mengenakan dress selutut lengan panjang berwarna navy.
Zico dan Zergan pun tersenyum melihat Eleanor turun dan menghampiri mereka. Zergan memandangi istrinya dari bawah sampai atas, dia benar-benar merasa beruntung memiliki istri secantik Eleanor.
"Ayah, kenapa Ayah memandangi Bunda seperti itu? Bunda sangat cantik ya?"
"Kau benar. Bundamu selalu terlihat cantik, tapi malan ini dia benar-benar cantik."
"Zergan, jangan bicara seperti itu."
"Kenapa? Apa kau malu jika aku memuji istriku sendiri?"
"Tapi tidak di depan Zico seperti ini."
"Bunda, kenapa harus malu? Bunda kan memang sangat cantik."
"Terima kasih, Zico."
"Baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang."
"Tunggu dulu, Zergan. Di mana Ayah?"
"Bunda, Kakek kan sedang pergi bersama temannya tadi. Bunda lupa ya?"
"Iya, Bunda lupa. Sekarang kita berangkat ya."
Mereka bertiga kemudian segera masuk ke mobil dan menuju tempat berlangsungnya konferensi pers. Konferensi pers ini sengaja di adakan di malam hari karena sang direktur dari agensi Eleanor juga mengadakan sebuah pesta untuk merayakan keberhasilan dalam pembuatan film terbaru dengan Eleanor sebagai tokoh utama wanitanya.
Tidak lama setelah mereka mengendarai mobil, mereka pun sampai di sebuah gedung tempat konferensi pers tersebut diadakan. Beberapa bodyguard membukakan pintu mobil untuk mereka.
Eleanor dan Zergan menggandeng tangan Zico dan mereka bertiga masuk ke gedung tersebut.
Semua orang menyambut kedatangan mereka karena memang kedatangan mereka yang paling ditunggu dalam acara itu.
Eleanor, Zergan dan juga Zico dipersilakan untuk duduk di kursi paling depan karena mereka adalah tamu yang sangat penting.
Julia juga saat itu duduk di samping Eleanor dan dia menatapnya dengan tatapan yang tidak senang seperti biasanya.
Sang direktur memberikan pidato singkat dan para wartawan meliput pidato tersebut agar semua orang mengetahui tentang apa yang dibahas dalam konferensi pers tersebut.
Setelah pidato singkat itu, sang direktur meminta Eleanor dan juga seorang pria yang berperan sebagai tokoh utama untuk maju ke depan dan memberikan pidato kepada semua orang.
"Selamat malam, semuanya. Terima kasih untuk semua tamu undangan yang telah datang pada acara istimewa ini. Saya Eleanor sebagai tokoh utama wanita ingin menyampaikan bahwa film kami akan segera tayang di bioskop mulai bulan November mendatang. Jadi saya harap kalian akan suka dengan film produksi dari agensi kami," ucap Eleanor dalam pidato tersebut.
"Kami juga berharap film yang akan tayang di bioskop pada bulan November mendatang dapat berkontribusi bagi kemajuan industri film nasional," sambung Alex yang merupakan tokoh utama lawan main Eleanor.
__ADS_1
"Kami rasa hanya itu yang dapat kami sampaikan. Mohon maaf bila ada kesalahan tutur kata yang kami ucapkan. Terima kasih atas perhatiannya, waktu dan tempat kami persilakan kepada MC," ucap Alex mengakhiri pidato.
Setelah acara konferensi pers tersebut selesai, selanjutnya mereka menikmati pesta yang telah diadakan oleh sang direktur.
Sang direktur kemudian menghampiri Eleanor, Zergan dan juga Zico yang sedang meminum minuman segar.
"Tuan Zergan, terima kasih anda telah datang ke acara ini."
"Tuan Jhonny, ini adalah acara istimewa bagi istri saya. Jadi saya juga harus datang untuk menemaninya, lagipula Tuan juga telah mengundang saya dengan baik."
"Terima kasih, tuan Zergan."
Pandangan tuan Jhonny kemudian tertuju kepada seorang anak kecil yang sedang memakan sebuah kue di atas meja yang tidak lain adalah Zico.
"Tuan Zergan, nona Eleanor, apa dia adalah putra kalian?"
"Benar, Tuan. Dia adalah putra kami."
"Dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Sepertinya aku baru bertemu dengannya secara langsung malam ini."
Tuan Jhonny kemudian pergi menghampiri Zico yang sedang sibuk memakan kue.
"Zico, apa kuenya sangat enak?"
"Iya, Paman. Kuenya enak sekali, siapa yang telah membuat kue ini?"
"Kenapa Paman harus meminta koki terkenal untuk membuatkan kue ini? Bunda juga bisa membuat kue seenak ini, kenapa tidak meminta Bunda saja untuk membuatnya?"
"Itu karena bundamu adalah tamu yang sangat istimewa, jadi Paman tidak ingin merepotkannya."
"Apa Paman datang ke sini sendiri?"
"Tentu saja tidak. Paman datang bersama istri dan juga putri Paman."
"Tapi dari tadi aku tidak melihat mereka. Di mana istri dan anak Paman?"
Zico melihat ke sekelilingnya untuk mencari istri dan juga putri dari tuan Jhonny, namun tiba-tiba seorang anak kecil perempuan menghampirinya juga tuan Jhonny.
"Ayah!"
"Hey, kau sudah di sini? Di mana ibumu?"
"Ibu sedang berbicara dengan paman Zergan dan bibi Eleanor di sana."
"Tania, kenalkan ini adalah Zico. Dia adalah anak dari paman Zergan dan bibi Eleanor."
"Halo, Zico. Namaku Tania."
__ADS_1
"Halo, Tania. Senang sekali bisa bertemu dan berkenalan denganmu."
"Ayah, apa aku juga boleh memakan kuenya?"
"Tentu saja, Sayang. Kenapa kau bertanya dulu kepada Ayah?"
Tania usianya sama seperti Zico, tetapi mereka bersekolah di tempat yang berbeda. Eleanor, Zergan dan ibu Tania yang bernama nyonya Fely datang menghampiri mereka.
"Zico, apa kuenya sangat enak sampai-sampai mulutmu belepotan seperti itu?"
"Iya, Bunda. Kuenya sangat enak, benar kan Tania?"
"Benar, Bibi. Kue ini sangat enak."
"Suamiku, kenapa kau membiarkan Tania dan Zico makan kue sebanyak itu? Bagaimana jika mereka sakit gigi nanti?"
"Jangan panik seperti itu. Mereka tidak akan sakit gigi jika sebelum tidur mereka menggosok giginya."
"Itu benar, Nyonya. Anda tidak perlu terlalu khawatir."
Julia berdiri di depan sebuah meja dan memandangi Eleanor yang sedang berbicara dengan nyonya Fely.
"Seharusnya aku yang berada di posisinya saat itu. Kenapa selalu Eleanor yang menjadi duta dalam setiap acara?" gumamnya.
Julia menghentakkan kakinya dan tidak sengaja dia menyenggol seorang wanita yang ternyata adalah seorang model juga.
"Nona Julia, apa kau tidak melihatku ada di sini? Kau sengaja melakukannya ya?"
"Aku tidak sengaja melakukannya, kenapa kau malah marah seperti itu kepadaku?"
"Nona Julia, aku tahu jika malam ini kau merasa sangat kesal karena lagi-lagi nona Eleanor berada jauh di depanmu. Tapi kau juga harus hidup dalam kenyataan. Kau tidak bisa terus membenci nona Eleanor hanya karena kau merasa tersaingi olehnya, nona Julia."
"Diam kau! Kau tidak tahu apa-apa tentang urusanku, jadi uruslah dirimu sendiri dan jangan mengurusi hidup orang lain!"
"Nona Julia, aku tidak ingin membuang-buang waktuku hanya untuk meladenimu."
Wanita itupun pergi dan meninggalkan Julia di sana seorang diri.
Nyonya Fely tiba-tiba merasakan sakit pada perutnya yang sudah membesar. Tuan Jhonny pun sangat panik dan meminta istrinya untuk duduk.
"Kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa. Mungkin bayi kita sangat aktif di dalam, jadi dia menendang-nendang seperti ini."
Eleanor kemudian mengelus perut nyonya Fely dengan lembut, dan tiba-tiba rasa sakit di perut nyonya Fely pun hilang.
Eleanor terlihat senang saat mengelus perut nyonya Fely, karena sebenarnya dia juga ingin mengandung anak kedua dan memberikan adik untuk Zico.
__ADS_1