
Eleanor kini sampai di kantor Zergan dan dia bertemu Direktur Farhan juga kedua anak itu.
"Bunda!"
"Bibi!"
Zico dan Daffa pun memeluk tubuh Eleanor dengan senang.
"Bunda, kenapa lama sekali datangnya?"
"Di jalan sangat macet, Sayang. Jadi maafkan Bunda ya."
"Nona Eleanor, tuan Zergan sedang di atas untuk menemui nona Grace."
"Menemui sekretarisnya? Memangnya apa yang ingin dia lakukan?"
"Saya tidak tahu, Nona."
"Zico, Daffa, Bunda pergi ke atas dulu ya."
"Baik, Bunda."
"Iya, Bibi."
Eleanor berjalan dengan pelan menuju lantai atas. Dia sangat ingin tahu sebenarnya apa yang sedang Zergan lakukan bersama Grace di atas.
Eleanor sampai di depan ruangan Grace dan dia segera masuk dan membukanya. Grace melihat Eleanor di sana, kemudian dia langsung memeluk tubuh Zergan.
"Zergan, aku juga sangat mencintaimu. Aku berjanji akan membantumu agar kau cepat berpisah dengan nona Eleanor," ucap Grace.
Grace sengaja berbicara seperti itu agar Eleanor berpikir jika Zergan sengaja datang ke ruangan Grace untuk menyatakan perasaannya terhadap Grace.
Zergan pun mendorong Grace dan memperingatkannya agar tidak lagi berani untuk mendekatinya.
"Zergan, kenapa kau melakukan hal ini? Kau sendiri yang mengatakan jika kau sangat mencintaiku."
"Aku tidak pernah mengatakan jika aku mencintaimu! Mulai saat ini juga, aku memecatmu dan jangan harap kau bisa kembali ke perusahaan ini!"
Zergan menarik tangan Grace dan hendak membawanya keluar. Namun tiba-tiba langkah kakinya terhenti karena dia melihat Eleanor berdiri di tengah pintu.
Eleanor pun tersenyum dengan matanya yang mulai mengeluarkan air mata.
"El ...." gumam Zergan.
"Maaf jika aku mengganggu waktumu dengan Grace. Seharusnya aku tidak datang ke sini," ucap Grace.
__ADS_1
Eleanor membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan ruangan itu. Zergan langsung mengejar Eleanor dan menarik tangannya. Eleanor meelepakan tangan Zergan yang menggenggam tangannya.
"Dengarkan aku. Aku datang menemui Grace karena aku ingin meluruskan masalah ini, dan tadi dia sudah mengakuinya. Dia ingin balas dendam karena aku telah merebutmu dari Bian."
"Apa maksudmu?"
"Grace adalah sepupunya Bian, dan dia sengaja bekerja di sini untuk memisahkan kita."
"Nona Eleanor, apa yang dikatakan suamimu itu memang benar. Aku adalah sepupu dari kak Bian. Tapi kau juga harus tahu satu hal, aku dan suamimu saling mencinta. Dia sendiri yang mengatakannya kepadaku. Kau melihatnya kan tadi jika aku memeluknya?"
"Grace, diam! Kau telah membuat kesalahan besar!"
"Kesalahan apa yang telah aku lakukan? Aku mengatakan hal yang sebenarnya kepada istrimu. Kau dan aku memang saling mencintai."
"Aku sudah memecatmu dari perusahaan ini, jadi sekarang pergilah dan jangan pernah kembali!"
"Zergan, kenapa kau bersikap seperti ini di depan istrimu? Dia telah mengetahui semuanya, kenapa kau tidak berkata jujur saja jika kau memang sangat mencintaiku. Kita saling mencintai, katakan hal itu kepadanya."
Grace mengatakan hal itu sambil memeluk tubuh Zergan di hadapan Eleanor. Zergan langsung mendorong Grace dan berusaha untuk menjauh darinya.
Tanpa mereka bertiga sadari, Zico ternyata mendengar pembicaraan mereka dari tadi. Zico bersedih dan mulai menangis.
Eleanor pun menoleh ke belakang setelah mendengar tangisan Zico. Eleanor dan Zergan segera menghampiri Zico dan menenangkannya.
"Bunda, Ayah dan Bunda bertengkar pasti karena Bibi Grace. Ayah sekarang sudah tidak mencintai Bunda lagi, Ayah mencintai Bibi Grace. Kenapa Ayah melakukan hal ini kepada Bunda?" ucap Zico sambil menangis.
"Tidak, Sayang. Ayah hanya mencintai Bunda, Ayah tidak mencintai wanita lain. Kau dan bundamu hanya salah paham," balas Zergan.
"Tidak, Zico. Ayahmu telah berbohong kepadamu dan juga kepada bundamu. Ayahmu dan aku sebenarnya saling mencintai dan ayahmu sudah tidak lagi mencintai bundamu," ucap Grace dengan santai.
"Diam kau! Pergilah dari kantor ini sekarang!"
"Satpam! Cepat bawa wanita ini keluar! Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi!"
"Zico, sekarang ikut Bunda ya. Kita pulang, jangan menangis lagi."
"Tidak, Zico. Kau harus percaya dengan Ayah, Ayah tidak mencintai bibi Grace sama sekali."
"Cukup, Zergan! Zico masih sangat kecil, aku tidak ingin dia menjadi sedih karena masalah ini."
"Zico, dengarkan Ayah. Kau tahu jika Àyah sangat mencintai Bunda. Ayah tidak mungkin mengkhianatinya."
Zergan menggenggam kedua tangan Zico, tapi Zico dengan cepat membuang tangan Zergan.
"Ayah, aku sangat sedih melihat Bunda menangis karena Ayah bersama wanita lain. Ayah seharusnya tidak melakukan hal ini kepada Bunda."
__ADS_1
Zico berlari meninggalkan mereka bertiga, dia juga melalui Daffa dan juga Direktur Farhan begitu saja. Zergan dan Eleanor segera mengejar Zico yang berlari menuju jalan raya.
"Aku ingin bertemu dengan Kakek. Aku tidak mau melihat Ayah dan Bunda bertengkar seperti itu," ucapnya.
Saat di tengah jalan, Zico pun hampir tertabrak oleh sebuah mobil. Zico langsung jongkok dan memegang kepalanya karena takut jika tertabrak.
Pengendara mobil itu pun turun dan ternyata dia adalah Bian. Bian sangat terkejut setelah mengetahui jika anak kecil yang hampir dia tabrak adalah Zico.
Bian menghampiri Zico dan membantunya untuk berdiri. Zico yang mengetahui jika itu Bian, dia langsung memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
"Paman Bian ...."
"Zico, apa yang kau lakukan di tengah jalan? Bagaimana jika tadi kau tertabrak mobil?"
"Paman, tolong bawa aku pergi dari sini. Aku ingin bertemu dengan kakekku."
"Di mana ayah dan bundamu?"
"Ayah dan Bunda bertengkar karena bibi Grace. Ayah tidak lagi mencintai Bunda, tapi Ayah sekarang mencintai bibi Grace."
"Zico, bagaimana kau tahu jika ayahmu tidak lagi mencintai bundamu?"
"Paman, bibi Grace sendiri yang mengatakannya. Sejak kemarin Ayah dan Bunda tidak saling bicara karena mereka sedang bertengkar. Aku sangat sedih melihat Bunda sedih. Paman tolong bawa aku pergi dari tempat ini."
"Zico, Paman harus meminta izin dulu dari bundamu."
"Tidak, Paman. Aku ingin kita pergi sekarang."
Eleanor dan Zergan pun sampai di pinggir jalan. Mereka berdua langsung berlari menghampiri Zico dan Bian di tengah jalan.
Eleanor langsung memeluk putranya dengan erat karena khawatir melihat putranya yang tadi hampir saja tertabrak mobil.
"Zico, kau tidak apa-apa?"
"Bunda, kenapa Bunda dan Ayah mengejarku? Aku ingin pergi menemui Kakek, aku tidak ingin di sini bersama Ayah dan Bunda. Kalian berdua bertengkar dan membuatku merasa sedih."
"Zico, maafkan Bunda ya. Bunda berjanji tidak akan membuatmu merasa sedih."
"Tapi Bunda telah berbohong. Kemarin malam Bunda mengatakan jika Bunda akan baikan dengan Ayah, tapi Bunda tidak melakukannya. Ayah juga telah berbohong, Ayah bilang Ayah hanya mencintai Bunda. Tapi sekarang Ayah mencintai wanita lain."
Bian mendekati Zergan dan menatap matanya dengan tajam.
"Apa benar yang telah dikatakan oleh Zico? Kau telah berani menduakan Eleanor?"
"Jangan ikut campur dalam masalah ini! Kau hanyalah orang asing, jadi jangan bersikap seolah-olah kau peduli."
__ADS_1