
Eleanor kemudian bangun dan duduk di depan Zergan. Zergan masih terus menatapnya dari tadi.
"Zergan, jika aku bersedia menikah denganmu, apakah kau mau berjanji untuk tidak menyakiti Bian lagi?" tanya Eleanor dengan perasaan yang sedikit takut.
"Plakk ...." Tamparan keras mendarat di pipi Eleanor.
"Ternyata kau benar-benar masih mencintai pria itu. Kenapa kau tidak berkata jujur jika kau dan dia telah melakukan sesuatu di dalam toilet?" bentak Zergan.
"Zergan, maafkan aku, ini semua adalah salahku. Tapi sungguh, aku tidak tahu kenapa Bian bisa menyusulku ke dalam toilet. Aku benar-benar tidak tahu, Zergan. Aku tidak melakukan apapun dengan Bian." Eleanor menangis.
Zergan kemudian berdiri dan wajahnya terlihat sangat marah kepada Eleanor.
"Zergan, tolong percaya denganku."
Zergan kemudian menatap kembali Eleanor yang sedang memegangi wajahnya yang sudah ditampar oleh Zergan.
"Apa yang telah aku lakukan? Aku membuatnya sangat ketakutan, sampai-sampai dia tidak berani untuk bicara lagi," batin Zergan.
Zergan kemudian melepaskan ikatan di tangan Eleanor dan langsung memeluknya.
"Maafkan aku karena telah membuatmu takut. Aku tidak berniat untuk menyakitimu."
"Zergan, aku sungguh tidak melakukan apapun dengan Bian. Aku sudah berusaha untuk menjauhinya, tolong kau percaya kepadaku."
Zergan belum sepenuhnya percaya jika Eleanor sudah tidak memiliki perasaan kepada Bian, karena dia sangat yakin jika Eleanor masih mencintai Bian dan belum bisa mencintai dirinya.
"Lupakan semuanya. Maafkan aku karena telah membuatmu menangis," ucap Zergan dengan nada yang rendah.
"Malam ini kita akan menginap di apartemen ini dan kita akan pulang besok," sambungnya.
"Zergan, aku ingin tidur bersama Zico malam ini. Apa tidak sebaiknya kita pulang saja?" tanya Eleanor.
Zergan pun semakin merasa bersalah karena Eleanor masih terlihat sangat takut ketika bersamanya.
"Kita tidak akan pulang. Kita akan menginap di apartemen ini malam ini."
"Apa pipimu masih terasa sakit?"
"Tidak, Zergan. Kau tidak perlu pikirkan hal itu."
"Kau terlihat sangat takut denganku karena ini pertama kalinya aku menampar wajahmu. Aku hanya tidak senang jika kau terus membela Bian. Apa kau lupa jika dia adalah pria yang ingin menggugurkan Zico saat masih di dalam kandunganmu? Apa kau akan memaafkannya begitu saja?"
"Zergan, itu semua sudah terjadi di masa lalu. Lagipula Zico sekarang telah lahir dan tumbuh dengan sehat. Kenapa kau masih memikirkannya?"
"Aku tidak ingin membahas hal ini lagi. Kita bisa menghabiskan waktu bersama malam ini."
"Zergan ...."
"Aku tidak ingin kau menolak apapun permintaanku! Jika kau ingin aku tidak menyakiti Bian, kau harus berjanji untuk menjauhinya dan berusaha untuk mencintaiku."
__ADS_1
Eleanor tidak membalas ucapan Zergan, kemudian Zergan berjalan menuju pintu.
"Zergan, aku akan menuruti semua permintaanmu. Aku berjanji aku akan berusaha untuk mencintaimu dan juga menjauhi Bian."
Zergan kemudian menghampiri Eleanor dan duduk di depannya sambil tersenyum senang.
"Kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu?"
Eleanor mengangguk, lalu Zergan memeluknya dengan erat. Eleanor pun terpaksa membalas pelukan dari Zergan, karena dia telah berjanji untuk berusaha mencintai Zergan.
Zergan kemudian mengajak Eleanor berbaring. Eleanor tidur dengan posisi kepalanya di atas tangan kiri Zergan.
Mereka berdua saling berhadapan satu sama lain. Zergan kemudian mencium kening Eleanor dengan penuh cinta.
"Ini sudah malam, sekarang kau tidurlah." Zergan mengelus rambut Eleanor.
"Zergan, aku harus memberitahu Lea jika malam ini kita menginap di apartemen. Aku tidak ingin Lea dan Zico khawatir," ucap Eleanor.
"Baiklah. Biar aku yang menghubungi Lea," balas Zergan.
Zergan kemudian meraih ponselnya dan mulai menghubungi Lea.
"Halo, tuan Zergan."
"Lea, malam ini aku dan Eleanor akan menginap di apartemen, kami tidak pulang ke rumah. Tolong kau jaga Zico."
"Baik, Tuan."
"Aku sudah menghubungi Lea. Kau tidak perlu khawatir lagi, sekarang kau harus tidur."
Zergan kemudian menarik selimut dan menyelimuti tubuh Eleanor dan juga tubuhnya.
*******
Eleanor kini terbangun dan menyadari hari sudah pagi. Matahari mulai bersinar terang dan hangatnya menembus kaca jendela kamar mereka.
Eleanor melihat Zergan masih tertidur pulas di sampingnya. Eleanor kemudian menyentuh hidung mancung Zergan dengan pelan.
"Dia ternyata sangat tampan, dia juga sangat mencintaiku. Tapi kenapa aku malah masih berharap bisa bersama kembali dengan Bian?" batin Eleanor.
Tubuh Zergan mulai bergerak dan menghadap ke arah Eleanor. Eleanor kemudian berpura-pura tidur kembali.
Zergan membuka matanya dengan perlahan dan melihat Eleanor tidur sambil memeluknya. Zergan pun tersenyum dan memeluk Eleanor balik.
Eleanor baru sadar jika ternyata dirinya telah memeluk tubuh Zergan, itu sebabnya Zergan juga memeluknya sambil tersenyum.
Zergan kemudian mencium kening Eleanor dan kembali menutup matanya.
Eleanor kemudian membuka matanya dan melepaskan tangan Zergan yang memeluknya.
__ADS_1
"Kau mau kemana, hmm?" tanya Zergan dengan suara baru bangun tidur.
"Ini sudah pagi, kita harus segera mandi dan pulang ke rumah," balas Eleanor.
"Kau mengajakku untuk mandi bersamamu?"
"Tidak, Zergan. Aku hanya mengatakan jika kita harus mandi, tetapi bukan mandi bersama."
"Kenapa kita tidak menghabiskan beberapa menit untuk kembali tidur? Ini masih sangat pagi."
Zergan kemudian menarik Eleanor untuk mengajaknya kembali tidur.
"Zergan, lepaskan aku!"
"Tidak akan, aku tidak akan melepaskanmu."
"Zergan, kau harus pergi bekerja dan aku harus mengurus Zico. Dia masih harus pergi untuk bersekolah."
"Apa kau lupa hari ini hari apa?"
"Apa ini adalah hari Minggu?"
"Kenapa kau bisa sampai lupa? Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Zergan, kau tetap harus pergi ke kantormu."
"Aku adalah pemilik perusahaan itu. Aku bisa datang dan pergi kapan saja, semua terserah padaku. Tapi saat ini aku ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamamu."
"Bagaimana ini? Aku tidak memiliki alasan untuk pergi. Dia bahkan tidak mau melepaskanku dari pelukannya," batin Eleanor.
"Apa yang kau pikirkan? Apa kau sedang merencanakan sesuatu agar aku mau melepaskan pelukan ini?"
"Dengarkan aku, El. Aku merasa sangat nyaman memelukmu seperti ini, aku merasa sangat bahagia."
"Kenapa aku juga merasa nyaman berada di dalam pelukannya seperti ini? Apa aku sudah mulai mencintainya?" batin Eleanor sambil tersenyum.
Eleanor kemudian membuang tangan Zergan yang memeluk dirinya.
"Aku akan memasak untuk sarapan kita hari ini. Kau ingin makan apa?"
"Apapun makanan yang kau masak, aku pasti akan memakannya dengan senang hati."
"Baiklah kalau begitu."
Eleanor pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menggosok gigi, sedangkan Zergan kembali memejamkan kedua matanya dengan posisi badan yang telentang.
Dia juga tersenyum karena mengetahui jika Eleanor benar-benar menepati janjinya. Eleanor sekarang sudah mulai mau membuatkan sarapan untuk Zergan.
Zergan kemudian memiringkan tubuhnya dan melihat Eleanor yang sedang mencuci wajah dan juga menggosok gigi di dalam kamar mandi dengan pintu yang sedikit terbuka.
__ADS_1
"Dia memang wanita yang sangat cantik."