
Siang ini Eleanor sedang berdiri di depan sebuah cermin. Dia melihat dirinya sangat cantik dengan gaun pilihan Zergan dan juga hiasan di rambutnya.
Eleanor memang terlihat sangat senang, karena ini adalah impian terbesar dalam hidupnya. Dia ingin sekali memakai gaun pengantin dan menikah dengan Bian.
Tapi dia sadar jika sekarang dia tidak boleh lagi mengharapkan Bian. Dia harus berusaha untuk bisa menerima dan mencintai Zergan, karena Zergan juga sangat mencintainya.
"Nona, kau terlihat sangat cantik. Dari banyaknya pengantin yang pernah aku hias, kau adalah pengantin yang paling cantik."
"Terima kasih."
"Kau pasti sangat beruntung, Nona. Karena kau akan menjadi istri dari tuan Zergan. Tuan Zergan pasti akan selalu mencintaimu dan menjagamu dengan sangat baik."
"Nona, semoga pernikahanmu dengan tuan Zergan berjalan dengan lancar."
Salah satu bodyguard yang menjaga Eleanor mengajaknya untuk segera pergi ke sebuah gedung tempat diadakannya acara pernikahan.
"Nona, jika sudah selesai kita harus segera pergi."
"Baiklah. Tapi di mana Lea?"
"Nona Lea sedang mengangkat panggilan dari tuan Zergan di bawah."
Eleanor turun dengan gaun warna putihnya dan diikuti oleh beberapa bodyguard di belakangnya.
Lea yang melihat Eleanor pun ikut terpukau dengan kecantikan dan juga keanggunannya.
"Nona, kau terlihat sangat cantik. Tuan Zergan pasti akan sangat senang melihatmu."
"Terima kasih, Lea."
"Sama-sama, Nona."
Eleanor dan Lea kemudian masuk ke dalam satu mobil dengan seorang supir, sedangkan beberapa bodyguard mengikuti mereka dengan mobil yang lain.
Di tengah perjalanan, Eleanor terlihat sangat gugup. Entah kenapa hatinya berdebar seperti seseorang yang sedang jatuh cinta.
"Apa yang terjadi denganku? Kenapa perasaanku gugup sekali saat aku ingin bertemu dengan Zergan?" batinnya.
"Nona, apa yang kau pikirkan?" tanya Lea.
"Lea, aku tidak tahu kenapa perasaanku sangat gugup. Tidak biasanya aku merasa seperti ini," balas Eleanor.
"Nona, itu mungkin karena kau sudah memiliki perasaan cinta kepada tuan Zergan."
"Apa maksudmu?"
"Bukankah dulu setiap kau bertemu dengan tuan Bian kau selalu merasa gugup? Dan sekarang kau merasa gugup karena akan bertemu dengan tuan Zergan."
__ADS_1
Melihat raut wajah Eleanor, Lea pun meminta maaf karena telah mengingatkan Eleanor kepada masa lalunya bersama Bian.
"Nona, maafkan aku. Aku tidak bermaksud--"
"Tidak apa-apa, Lea."
Setelah percakapan itu, tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi berhenti. Sang supir mendadak menginjak remnya.
"Pak supir, kenapa kau tiba-tiba berhenti?" tanya Lea.
"Nona, ada dua mobil yang menghadang kita di depan." Supir tersebut terlihat panik.
"Nona, orang-orang itu datang kemari," ucap Lea.
"Bagaimana jika mereka ingin merampok kita, Nona?" tanya supir tersebut.
Sebagian dari orang-orang itu menghampiri mobil Eleanor dan mengetuk pintu mobilnya, sedangkan yang sebagian lagi berkelahi dengan para bodyguard.
"Hey, cepat buka pintunya!"
"Keluar dari mobil sekarang!"
"Nona, apa yang harus kita lakukan?"
"Tuan, kau harus tetap mengunci mobil ini. Kita tidak boleh keluar dari mobil ini."
Semua orang yang menggedor-gedor kaca mobil pun mengeluarkan pistol dan mengarahkannya ke dalam mobil.
Supir itupun membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana. Kemudian salah satu dari mereka langsung memaksa Eleanor untuk keluar dengan cara mengancamnya menggunakan pistol.
Para bodyguard yang melihat hal itupun langsung terdiam dan mengikuti semua perintah dari orang-orang itu. Karena mereka tidak ingin nyawa Eleanor dalam bahaya.
"Jika kalian ingin Nona ini selamat, kalian harus tiarap sekarang juga!"
Mereka semua pun tiarap seperti yang orang-orang itu katakan, termasuk juga sang supir.
Setelah itu, salah satu dari mereka membekap mulut Eleanor sampai dia pingsan. Mereka kemudian membawa Eleanor masuk ke mobil dan pergi.
Setelah orang-orang itu pergi, Lea langsung mencari-cari ponselnya yang ternyata ada di dalam tasnya.
Lea kemudian menghubungi Zergan jika Eleanor telah di culik. Zergan pun sangat panik dan meminta beberapa bodyguard untuk ikut bersamanya mencari Eleanor.
Orang-orang tadi ternyata membawa Eleanor ke apartemen Bian. Bian yang telah meminta mereka untuk menculik Eleanor agar Eleanor tidak jadi menikah dengan Zergan.
Eleanor ditidurkan di kamar pribadi Bian, dan Bian pun ada di sana untuk menunggunya sadarkan diri.
Setelah Eleanor sadarkan diri, Eleanor langsung terkejut melihat Bian berada di depan wajahnya.
__ADS_1
"Bian?"
"El, akhirnya kau bangun. Kau terlihat sangat cantik memakai gaun pengantin ini."
"Bian, kenapa kau melakukan hal ini?"
"Hey, memangnya apa yang telah aku lakukan? Aku hanya membawa calon istriku kembali kepadaku."
"Bian, aku akan menikah dengan Zergan hari ini. Kau seharusnya tidak melakukan hal ini."
Eleanor berusaha pergi dari sana, tetapi Bian langsung menarik tangannya.
"Kau tidak akan menikah dengan Bian! Kau hanya akan menikah denganku! Aku ini calon suamimu!"
"Bian, dengarkan aku. Semuanya sudah berubah, kita sudah tidak bersama lagi. Sekarang aku dan Zergan akan menikah, kau harus bisa melupakanku."
"Melupakanmu? Itu adalah hal yang akan pernah bisa aku lakukan. Aku mencintaimu, El."
"Bian, kau harus mengerti."
"Kau yang harus mengerti!! Aku tidak bisa melihatmu menikah dengan pria lain. Sekarang kau sudah mengenakan gaun pengantin ini, kita akan menikah sekarang juga."
"Tidak, Bian. Tolong jangan lakukan itu."
"Kenapa? Bukankah ini yang sangat kita inginkan sejak dulu?"
"Bian, itu semua dulu. Sekarang aku akan memulai kehidupan baru bersama pria lain."
Bian kemudian tersenyum sambil menahan kesedihannya.
"Kau tidak mungkin melakukan hal itu. Kau hanya milikku, kau tidak bisa menjadi milik pria lain."
"Bian, kau harus bisa menerima kenyataan bahwa kita memang tidak bisa bersama lagi. Kau adalah pria yang sangat baik, kau juga pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku."
"Tapi tidak ada satupun wanita yang bisa menggantikan dirimu. Aku hanya mencintaimu dan selamanya akan tetap seperti itu."
Bian kemudian mengangkat dagu Eleanor menggunakan kedua tangannya agar menghadap ke arahnya.
"Sekarang katakan kepadaku, apa kau sudah tidak memiliki rasa cinta untukku? Walaupun itu hanya sedikit, apa kau tidak memilikinya?"
"Tidak. Aku sudah tidak lagi memiliki perasaan cinta kepadamu. Dan jika kau bertanya apakah aku mencintai Zergan atau tidak. Jawabannya adalah iya, aku sudah mulai mencintainya walupun itu hanya sedikit."
Bian tidak percaya dengan ucapan Eleanor sedikitpun. Dia sangat yakin jika Eleanor terpaksa mengatakan hal seperti itu.
Dia tahu pasti jika sampai saat ini Eleanor masih sangat mencintainya.
Bian kemudian menarik tubuh Eleanor dan mencium bibirnya. Ciuman itu berlangsung cukup lama dan Eleanor tidak berusaha untuk menghindar darinya sama sekali.
__ADS_1
Bian semakin yakin jika Eleanor benar-benar masih mencintainya. Bian kemudian memeluk tubuh Eleanor dengan sangat erat.
"Aku tahu kau masih mencintaiku. Katakan padaku jika kau benar-benar masih mencintaiku."