
Malam itu Zergan terbangun dari tidurnya dan dia merasakan kepalanya terasa sedikit pusing. Dia kemudian melihat ke sekelilingnya, lalu Grace datang menghampirinya dengan mengenakan baju tidur singlet.
"Tuan, anda sudah bangun?"
"Bagaimana aku bisa berada di sini?"
"Tuan, tadi Tuan pingsan di ruang tamu. Saya pikir Tuan sangat lelah dengan pekerjaan Tuan, jadi saya membawa Tuan ke kamar agar Tuan bisa tidur dengan nyenyak."
"Dimana ponselku?"
Grace meraih ponsel Zergan yang berada di atas meja dan memberikannya kepada Zergan. Ponsel Zergan mati dan dia tidak bisa menghubungi Eleanor.
Dia pun mengambil jas miliknya dan segera memakainya.
"Tuan, Tuan ingin pergi kemana?"
"Aku harus segera pulang. Eleanor pasti sangat khawatir denganku."
"Tapi ini sudah tengah malam. Lebih baik Tuan menginap saja di sini."
Zergan pun terdiam dan menatap ke arah Grace dengan tatapan mata yang tajam.
"Aku adalah atasanmu! Jadi jangan pernah sekalipun kau mengaturku!"
Grace pun merasa takut setelah Zergan berbicara seperti itu kepadanya. Zergan kemudian keluar dari kamar itu. Grace hendak mengejarnya, tetapi tidak jadi karena dia takut Zergan akan marah dengannya.
Grace kemudian mengeluarkan sebuah lipstik dari balik tangannya, lalu dia tersenyum.
Zergan segera mengendarai mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Grace. Dia melihat jam di mobil yang sudah menunjukkan pukul 23.40 WIB.
Zergan sangat panik dan takut jika Eleanor akan marah kepadanya karena dia tertidur di rumah Grace dan tidak memberinya kabar.
Zergan sampai di depan rumah dan langsung memarkirkan mobilnya di samping taman. Dia masuk ke rumah dengan terburu-buru, dan dia terkejut saat melihat Eleanor dan ayahnya sedang berdiam diri duduk di atas sofa.
"Maafkan aku karena pulang terlambat dan tidak memberimu kabar," ucap Zergan kepada Eleanor.
Zergan hendak memeluk Eleanor yang sedang duduk, tapi tiba-tiba Eleanor berdiri dan menghindar dari Zergan.
"Aku sudah meminta maaf kepadamu, tolong maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
"Berjanji? Dari mana saja kau? Kau tahu sudah jam berapa ini? Kau dulu selalu marah kepadaku saat aku tidak memberimu kabar walaupun itu hanya satu detik. Lalu apa yang kau lakukan sekarang?"
"El, sebenarnya tadi sore aku memang ingin pulang. Tapi aku melihat Grace sedang berdiri di pinggir jalan menunggu taksi. Aku tidak tega melihatnya dan aku mengantarkannya pulang."
__ADS_1
"Lalu apa yang kau lakukan setelah itu?"
"Dia memintaku mampir ke rumahnya dan dia membuatkan aku secangkir teh."
"Dan kau menyetujuinya begitu saja?"
"Aku sudah menolaknya, tapi dia ingin sekali aku mampir ke rumahnya. Jadi aku menurutinya."
"El, dengarkan aku dulu. Kepalaku terasa sakit saat aku berada di sana. Aku--"
"Cukup! Aku pikir selama ini kau benar-benar mencintaiku, Zergan. Tapi ternyata aku salah, kau tidak seperti yang aku kira selama ini."
"Sayang, apa maksudmu?"
Zergan menyentuh tangan Eleanor, kemudian ayah Yudha melemparkan sebuah amplop besar ke atas meja di depan Zergan.
Zergan pun menatap ayah Yudha yang terlihat sangat marah kepadanya. Dia meraih amplop tersebut dan membukanya.
Zergan terkejut melihat foto dirinya bersama Grace dengan pakaian mereka yang sedikit terbuka. Zergan kemudian meraih tangan Eleanor, tetapi Eleanor masih menghindar dan pergi menuju lantai atas.
"Eleanor!"
"Jangan kejar dia!"
"Ayah, ini tidak seperti yang Ayah dan juga Eleanor kira. Aku tidak tahu bagaimana bisa ada foto seperti ini."
"Ayah, aku tidak mengkhianati Eleanor. Aku sangat mencintainya, tolong Ayah percaya kepadaku."
"Ayah tidak bisa percaya kepadamu, Zergan. Foto-foto itu telah membuktikan bahwa kau telah berani mengkhianati Eleanor. Eleanor adalah anak Ayah dan Ayah tidak terima jika kau berbuat seperti itu kepadanya, walupun kau sendiri adalah anak kandung Ayah."
Ayah Yudha kemudian pergi meninggalkan Zergan dan menuju kamarnya. Zergan bingung kenapa ayahnya dan juga Eleanor bisa mendapatkan foto itu.
Zergan pergi ke kamarnya dan melihat Eleanor sedang membawa sebuah bantal dan hendak keluar dari kamar itu.
"Apa yang kau lakukan dengan bantal itu?"
"Malam ini dan seterusnya aku akan tidur di kamar Zico. Sekarang kau bisa tidur dengan nyaman tanpa diriku."
"Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kamar ini!"
"Lalu apa yang kau inginkan?"
"Eleanor, dengarkan penjelasan dariku."
__ADS_1
"Penjelasan apa? Bukankah semuanya sudah sangat jelas? Kau telah berselingkuh dengan sekretaris pribadi mu. Dia adalah wanita yang sangat cantik, itu sebabnya kau sampai tergila-gila kepadanya."
"Kenapa kau berpikir aku melakukan hal itu?"
"Lalu apa yang kau inginkan? Kau ingin aku berpikir jika foto-foto itu hanyalah sebuah editan? Aku tidak sebodoh itu, Zergan."
"Tapi aku benar-benar tidak berselingkuh dengan Grace dan aku tidak tahu bagaimana kau bisa mendapatkan foto-foto itu! Aku memang tertidur di rumahnya, tapi saat aku bangun kemejaku tertutup dan aku tidak melakukan hal apapun dengan Grace."
Eleanor hanya diam dan melalui Zergan begitu saja. Zergan mendahului Eleanor dan segera mengunci pintunya.
"Zergan, apa yang kau lakukan?"
"Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kamar ini."
"Sudahlah, Zergan. Jangan bersikap seolah-olah kau tidak melakukan sebuah kesalahan."
"Aku memang tidak melakukan kesalahan!"
Zergan berteriak kepada Eleanor dan membuat Eleanor terdiam menatapnya.
"Aku sangat mencintaimu dan kau tahu akan hal itu. Aku tidak mungkin berselingkuh dengan wanita lain, El."
"Tapi foto-foto itu membuktikan jika kau--"
"Ssttt!!"
"Itu hanyalah sebuah foto. Aku yakin jika Grace yang telah sengaja melakukan hal ini."
"Dan dia melakukan semua ini karena dia menyukaimu."
"El, dengarkan aku. Aku tidak akan mencintai wanita selain dirimu, aku berjanji. Tolong percayalah jika aku tidak menyentuh Grace sama sekali. Mungkin dia melakukan semua ini karena dia ingin membuat kau dan aku hilang kepercayaan seperti ini."
Eleanor mengalihkan pandangannya dari Zergan dan menatap ke arah lain dengan matanya yang sudah memerah.
"Sayang." Zergan mengangkat dagu Eleanor.
"Tolong percaya denganku. Aku dan Grace tidak melakukan apapun di rumahnya. Dia sengaja melakukan semua ini agar hubungan kita menjadi renggang."
"Bagaimana bisa aku percaya denganmu?"
"Kau harus percaya denganku. Tolong jangan berpikir buruk seperti itu. Aku sungguh tidak menyentuhnya, aku tidak melakukan apapun kepadanya."
Zergan lalu memeluk Eleanor karena tidak ada respon apapun darinya.
__ADS_1
"Sayang, tolong percayalah. Aku hanya mencintaimu, aku tidak mungkin berkhianat dan menduakan mu."
Eleanor hanya diam tanpa membalas pelukan itu.