ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 31. RENCANA LICIK


__ADS_3

Merasa jika dirinya tidak diperlakukan adil oleh suami dan juga keluarga suaminya, Syafea mulai menyusun rencana busuknya untuk menghabisi Aletta.


"Kalau aku sudah hamil, bukankah aku tidak membutuhkan Aletta!"


Dengan cepat tangan Syafea meraih ponsel yang berada di atas meja. Lalu menghubungi seseorang yang bisa membantunya untuk menuntaskan semua rasa amarah di dalam hati.


Kali ini Syafea tampak menghubungi Hyu Jin kekasih gelapnya. Dengan senyum mengembang, Hyu Jin mengangkat sambungan telepon yang berasal dari Syafea.


"Ada apa, Sayang?" ucap Hyu Jin dengan gaya Cassnovanya.


Syafea tampak memutar bola matanya malas.


"Sayang, bolehkah aku meminta bantuan darimu?"


Hyu Jin tampak memainkan korek apinya, lalu kembali meladeni permintaan kekasihnya itu.


"Katakan Sayang, apa yang menjadi keinginanmu?"


Tanpa rasa sungkan atau menutupinya dengan hal apapun, Syafea langsung mengatakan apa yang menjadi keinginannya. Dengan senang hati Hyu Jin mewujudkan keinginan Syafea karena ia memang ingin menghancurkan keluarga Zayd, tanpa sepengetahuan kekasihnya tersebut.


Setelah beberapa waktu berlalu.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah merasa bahagia sekarang, Sayang?"


"Tentu saja belum? Bukankah semuanya belum terjadi, jadi kenapa aku harus senang?"


"Ha ha ha ...."


Terdengar suara tawa renyah dari seberang telepon.


"Kau sangat menggemaskan, Sayang. Aku berharap kamu tetap melindungi bayi yang berada di dalam rahimmu saat ini."


Mendengar ucapan Hyu Jin barusan Syafea barusan mampu membuat Syafea terbelalak.


"Bagaimana dia tahu akan hal ini?"


Menyadari jika ternyata kekasihnya tersebut sudah mengetahui hal itu, Syafea tidak bisa berbuat banyak.


"Kenapa apakah kau masih meragukan jika anak itu adalah hasil dari hubungan kita malam itu?"


Rahang Syafea tampak mengeras, bibirnya bergetar. Sementara itu bulu lentik miliknya jaik turun, hembusan nafasnya terasa kasar. Seolah ia sedang mengekspresikan kemarahannya tanpa mengucap suatu kata pun di dalam sambungan telepon tersebut.


Hyu Jin yang mengetahui hal tersebut hanya tertawa tanpa mengeluarkan kata-kata. Tanpa Syafea sadari pemikiran Hyu Jin jauh lebih matang dan berjangka panjang. Sehingga ia bisa memprediksi hal-hal tertentu dan membuat sebuah terobosan baru agar keinginannya cepat tercapai.

__ADS_1


Permainan yang dilakukan olehnya sangat halus sehingga lawan yang menjadi musuhnya tanpa menyadari adanya pergerakan dari Hyu Jin dan akhirnya bisa menaklukkan lawan bisnisnya.


Sayang, kini di dalam rahim Syafea sedang bertumbuh anak Hyu Jin. Suasana hati yang semula bahagia kini berubah menjadi suram saat mendengar ucapan dari Hyu Jin barusan.


"Tunggu dulu, kamu sudah mengetahui jika aku saat ini sedang mengandung?"


"Tentu saja."


"Lalu apakah kau akan meminta aku untuk berada di sisimu dan meninggalkan suamiku?"


Tidak mau menjawabnya, justru Hyu Jin terdengar kembali tertawa. Ia membiarkan Selfia berpikir sendiri dengan mematikan sambungan telepon darinya.


"Sial! Dia mematikan teleponnya?"


"Bagaimana Hyu Jin bisa tahu kalau aku saatnya sedang hamil anaknya. Lalu jika nanti dia merusak semua rencanaku, apa yang harus aku lakukan?"


Syafea tampak terhanyut dalam pikirannya sendiri. Sementara itu Hyu jin tersenyum karena bisa membuat Syafea merasa bergantung kepada dirinya. Sementara itu pikiran Syafea justru teringat kepada Zayd.


Di apartemen milik Hyu Jin.


"Kau pasti tidak mengira jika istrimu sudah berada di dalam dekapanku, bukan?"

__ADS_1


"Ketika kau akan mengetahui jika istrimu justru hamil anakku lalu apa yang akan kau ambil?"


"Kehancuranmu atau kesombonganmu yang membuat kakakku harus menyerah dan meregangkan nyawa harus kau balas instan!"


__ADS_2