ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 63. KHILAF TERINDAH


__ADS_3

Syafea masih dalam kondisi menangis ketika dokter Anisa masuk ke dalam ruang rawatnya. Kali ini dokter Anisa sengaja memeriksa kondisi Syafea setelah dirasa ia cukup tenang.


Dokter Anisa bisa memahami jika pasiennya saat ini masih dalam fase syok. Sebuah kenyataan yang memperlihatkan kondisi Syafea sangat terpukul akan kejadian yang pernah terjadi kali ini membuatnya terlihat sangat kacau.


Tangisnya tidak kunjung usai, sementara itu waktu terus berjalan. Tidak mungkin juga ia seharian memeriksa keadaannya. Beruntung tidak lama kemudian dokter Michael datang.


"Kenapa diam di situ, dokter Anisa?"


"Pasien masih terlihat sangat terpukul. Rasanya sangat sungkan jika saya harus memeriksa kondisinya saat ini."


Dokter Michael menoleh ke arah Syafea. Sebenarnya ia tidak tega, tetapi semakin melihat keadaan Syafea, dokter Michael akhirnya menghubungi Zayd.


Saat ini Zayd baru saja selesai mandi. Ia baru saja melakukan khilaf terindah dengan Aletta. Sementara itu Aletta sendiri masih berada di dalam selimut hangat miliknya.


Pengalaman terindah dan pertama kalinya itu membuat keduanya dirundung kebahagiaan sekaligus rasa takut. Takut jika hal yang semalam mereka lakukan salah, tetapi Zayd justru sangat bahagia karena telah membuat Aletta menjadi lebih dewasa.


"Sudahlah, lagi pula hal itu juga atas instruksi dokter," ucap Zayd dibawah air shower yang mengalir.


Di sisi lain, dering telepon miliknya tetap saja berbunyi. Mau tidak mau Aletta akhirnya terusik dan segera meraih ponsel Zayd yang berada di atas nakas.

__ADS_1


Sesekali rona merah di kedua pipinya menyembul sempurna. Entah karena perbuatannya semalam ataukah khilaf yang tidak dapat ia tolak membuatnya semakin jatuh cinta pada sosok suaminya itu.


Perasaan bersalah untuk sejenak dihapuskan di dalam ingatan Aletta. Ia tidak mau berlarut-larut saat ini. Lagi pula ada sesuatu hal yang seharusnya tidak ia lakukan, yaitu mengambil barang yang bukan menjadi miliknya.


Ia menoleh ke arah kamar mandi. Samar-samar terdengar suara air yang mengalir.


"Mungkin Abi masih mandi. Maaf ya, Bi jika Aletta telah lancang mengambil ponselmu."


Setelah meminta ijin dari hati, kini Aletta segera mengangkat panggilan telepon.


"Hallo, Zayd ... kenapa kamu lama sekali?"


Mendengar suara lembut dan teduh dari Aletta, seketika dokter Michael terdiam.


"Wa'alaikum salam. Aletta, ya?"


"Iya, maaf ini siapa?"


"Ini dari Rumah Sakit. Bisa bicara dengan Zayd sebentar?"

__ADS_1


"Mas Zayd masih mandi, apakah ada hal yang mendesak? Jika iya, biar dipanggilkan?"


"Bilang saja setelah dia mandi, suruh hubungi dokter Michael. Terima kasih."


"Baik, dok. Terima kasih."


Tidak lama setelah Aletta menutup telepon, rupanya Zayd keluar dari kamar mandinya. Dada bidang miliknya terekspos sempurna saat itu. Belum lagi air yang menetes dari ujung rambutnya yang basah semakin membuat detak jantung Aletta berdegup lebih kencang.


"Astaghfirullahaladzim," cicit Aletta.


Reflek telapak tangannya menutup dengan sempurna pada wajahnya. Zayd yang melihat hal itu justru tersenyum. Rasa canggung saat menatap Aletta kini telah berubah menjadi rasa cinta luar biasa.


Sikap, tingkah dan perasaan Aletta begitu lembut. Bahkan perlakuan semalam sangatlah membuat Zayd mabuk kepayang. Istri seindah Aletta memang layak menjadi istri idaman.


Dengan menggunakan handuk yang masih melilit perut bagian bawah, Zayd berjalan mendekati tempat tidur mereka. Aletta yang semakin ketakutan akhirnya menutup wajahnya dengan selimut.


Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya ? skip dulu ya, sambil nunggu up jangan lupa mampir ke karya teman othor. Terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2