ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 54. KETAHUAN


__ADS_3

Bagaimana pun kini Aletta harus segera mengatakan hal ini pada suaminya. Ia berjalan dengan cepat ke arah sisi ruangan itu. Berharap jika ia dapat dengan segera bertemu dengan Zayd hingga ia tidak dapat menjaga langkahnya.


"Argh! Apa yang sedang terjadi?" rutuk Aletta saat ia secara tidak sengaja menabrak tubuh seorang laki-laki jingga membuatnya mengaduh.


Akibatnya, Syafea sempat menoleh dan melihat ke arah dimana Aletta berada.


Syafea menoleh," Kenapa aku seperti melihat seseorang yang aku kenal?"


Alleta memang beruntung, langkah kakinya tidak terlihat oleh Syafea saat ini. Kini ia pun mengusap dadanya yang sempat bergemuruh hebat karena sempat terlihat oleh Syafea.


"Ya Tuhan, hampir saja," ucapnya lirih.


Melihat Syafea sempat bengong membuat Hyu Jin marah.


"Kenapa kamu melihat ke arah yang lain? Apakah langkah kakimu terlihat oleh Zayd?" sindir Hyu Jin tepat di samping Syafea.


Tentu saja Syafea tampak muram, jika dikatakan ia menyesal menjalin hubungan terlarang dengan Hyu Jin, tentu saja. Akan tetapi ia tidak bisa berbuat banyak karena ia sedang mengandung anaknya.


Tepat di sisi Syafea Hyu Jin sepertinya sudah jijik pada wanita di sampingnya. Mungkin awalnya memang suka, tetapi setelah ia melihat dan bertemu langsung dengan Aletta, kini justru ia tertarik padanya.

__ADS_1


"Sudahlah ayo cepat masuk!" titah Hyu Jin pada Syafea.


Tidak perlu menunggu waktu yang lama, kini Hyu Jin telah bergegas untuk menarik paksa Syafea. Di sudut ruangan lain Althaf dan juga Zayd sudah berhasil membuat keduanya sukses mencapai kesepakatan bersama.


"Baiklah, saya sangat berterima kasih kepada Tuan Zayd karena telah berhasil membuat kerja sama kita telah menemui kata sepakat."


"Iya, terima kasih banyak pula karena telah mempermudah urusan di antara kita."


"Secara pribadi saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuan Althaf yang selama beberapa Minggu ini telah menampung dan menyelamatkan istri saya."


"Sama-sama Tuan, mungkin semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Oh, ya kalau boleh tahu apakah setelah ini Tuan Zayd langsung membawa Aletta pergi dari apartemen saya dan membawanya tinggal bersama Anda?"


"Iya, tentu saja Tuan."


Tidak berselang lama, rupanya Aletta sudah terlihat di ujung pintu. Kedua lelaki berbeda usia itu rupanya sama-sama terkagum dengan wajah cantik Aletta. Tutur kata tang santun dan berbudi benar-benar menjadi nilai plus dari Aletta.


Sementara itu di Indonesia, lebih tepatnya di rumah Umi Zayd hampir seluruh keluarga besarnya sedang berkumpul. Lalu ketika terdengar sebuah ketukan pintu membuat suasana yang semula ramai, kini justru terdengar hening.


Ketegangan tiba-tiba saja terjadi karena tidak ada yang berani memberikan kabar jika Syafea baru saja mengalami kecelakaan. Ibu Syafea tampak marah ketika Umi dan Abah justru terdiam dan membiarkan kebohongan mereka tetap berjalan.

__ADS_1


"Kenapa kalian melihat kami seperti itu?" tanya Umi berbasa-basi saat dilihat oleh semua anggota keluarganya.


Kondisi keluarga Zayd sudah diketahui oleh hampir seluruh keluarganya, maka dari itu mereka mengundang Umi dan Abah untuk sampai di rumah kakak Abah.


Umi menghela nafasnya untuk sejenak.


"Ya, kami akui kesalahan kami. Akan tetapi sejujurnya tidak ada yang lebih kami khawatirkan kecuali kondisi kesehatan Zayd."


"Ditambah lagi dia dijebak oleh Syafea sehingga semuanya justru semakin runyam saat ini."


"Dijebak bagaimana Mbak Yu?"


"Jadi, sebenarnya Zayd pergi ke luar negeri untuk mengobati kandungan istrinya. Akan tetapi ia juga diminta oleh Syafea agar menikah lagi!"


"Apa!" teriak semua orang di sana.


......................


Apakah mereka akan membiarkan kehidupan Zayd yang baru atau justru meminta Zayd kembali ya? Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya.

__ADS_1



__ADS_2