ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 46. MELARIKAN DIRI


__ADS_3

Hyu Jin tampak marah karena dokter Phu memberikan dosis obat yang tinggi kepada Aletta. Padahal sang dokter sangat tahu jika di dalam perut Aletta ada sebuah janin.


Mengetahui hal itu, Hyu Jin langsung mendatangi dokter Phu dan memakinya. Kekuasaan Hyu Jin mampu membuat dokter tersebut tidak bisa berbuat banyak dan hanya terdiam menerima nasibnya.


"Apakah kamu tahu jika hal itu sangat berbahaya untuk Aletta?"


"Akibat obat darimu itu sampai detik ini ia belum juga siuman."


Dokter Phu tampak menunduk mencoba menerima nasibnya.


"Tahu, tapi dosis yang diberikan sudah sangat minim, tidak mungkin dia sampai saat ini belum juga siuman? Percayalah padaku!"


"Bohong, buktinya sampai saat ini dia ternyata belum juga siuman!"


"Kalau begitu biarkan sampai dia siuman, atau jangan-jangan dia hanya pura-pura pingsan padahal sudah siuman?"


Seketika darah Hyu Jin mendidih. Dilemparnya barang yang berada di samping tangannya dengan segera hingga menimbulkan denting suara pecahan kaca yang sangat nyaring.


Tanpa berpamitan pada dokter tersebut rupanya, Hyu Jin langsung pergi dan akhirnya dokter Phu baru bisa bernafas lega.


"Akhirnya, masa krisis sudah terjadi," ucapnya sambil menghela nafas lega.

__ADS_1


Di dalam kamar sebenarnya Aletta sudah siuman. Ketika menyadari ada sebuah kesempatan, maka Aletta mulai melangkah keluar dari dalam kamar. Beruntung ternyata di sana tidak ada penjagaan.


Melihat hal itu, Aletta mengendap-endap keluar dengan siaga sambil menajamkan penglihatannya. Tidak ada hal yang lebih diwaspadai saat ini daripada penjagaan Hyu Jin yang sangat ketat.


Mungkin karena kelelahan dan cuaca yang sangat dingin membuat mereka sama sekali tidak bisa melihat ketika Aletta menyelinap keluar.


"Huft, ternyata Tuhan masih berbaik hati padaku," ucap Aletta setengah berbisik.


Akhirnya saat ini Aletta berhasil keluar dari rumah tersebut dan sedang berdiri di pinggir jalan. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencoba melihat apakah ada sesuatu yang bisa digunakan untuk kabur.


Melihat di hadapannya saat ini, yang terlihat hanyalah sebuah jalan yang panjang dengan diiringi kanan kiri ada banyak pohon sakura. Aletta begitu bingung ketika ia ingin menyeberang jalan.


Namun tidak ada pilihan lain saat ini. Ia harus pergi menjauh dari rumah mewah tersebut. Dengan langkah kaki yang sedikit terseok, ia pun terus melanjutkan perjalanannya serta berdoa di dalam hati agar ada orang yang memberikan tumpangan kepadanya.


Saat ini suasana jalan yang sangat sepi dan lengang. Hingga beberapa saat, akhirnya ada sebuah mobil yang melintas di hadapannya. Melihat seorang wanita muslim yang kepayahan, maka pengendara mobil tersebut menghentikan mobilnya dan memberikan tumpangan kepada Aletta.


"Nona, Anda seperti sangat kelelahan, ayo naik!" ucapnya dengan tersenyum lembut ke arah Aletta.


Aletta sempat terkagum dengan ketampanan lelaki itu, lalu ia kembali menundukkan wajahnya kembali. Apalagi ketika menyadari jika dia bukan muhrimnya.


"Astaghfirullah, maaf."

__ADS_1


"Sudahlah, ayo naik!"


Lelaki itu tampak mengulurkan tangannya lalu karena Aletta lebih memilih untuk menangkupkan kedua tangannya maka ia pun sadar jika Aletta tidak mau disentuh dan membiarkannya masuk sendiri.


Tanpa berpikir panjang maka Aletta pun segera masuk ke dalam mobil tersebut. Sementara itu di rumah Hyu Jin, ia tampak marah besar ketika menyadari kamar itu kosong tidak ada orang di dalamnya.


Beberapa penjaga malah justru tertidur di depan pintu. Amarah Hyu Jin semakin meningkat ketika ia sama sekali tidak bisa menemukan Aletta di dalam istana miliknya. Satu-satunya cara melampiaskan kemarahan hanya bisa diarahkan kepada anak buahnya tersebut.


"Bagaimana kalian berjaga! Apakah kalian tidak bisa bekerja dengan baik. Menjaga satu wanita saja tidak becus!"


"Dasar kalian bedebah! Sampah!"


Hyu jin menyesali keteledorannya, yang berakibat justru membiarkan Aletta pergi dan kabor.


"Hhh, bedebah kalian!"


Tanpa menunggu waktu yang lebih lama lagi, kini Hyu Jin memilih untuk segera pergi ke luar.


"Kenapa masih berdiam, cepat cari ke seluruh penjuru rumah, kalau perlu ke seluruh kota Seoul!"


Apakah Aletta akan selamat dan bisa bertemu dengan suaminya, atau terjebak dengan lelaki lain?

__ADS_1


__ADS_2