
Saat Zayd baru saja keluar dari rumah secara tidak sengaja ia melihat sebuah sobekan kertas di tempat sampah. Karena ada potongan kalimat yang menunjukkan sebuah nama Rumah Sakit, karena rasa penasaran maka ia pun memungutnya.
"Bukankah ini adalah sebuah rekapan hasil tes?"
"Lebih baik dibawa pulang saja, siapa tau penting."
Dengan segera Zayd memungutnya. Ia mencoba mengambil satu kantong kresek tersebut dan membawanya ke dalam mobil. Beruntung Syafea tidak melihatnya.
"Mas, Mas aku masih mau bicara ...."
Tanpa mendengarkan panggilan dari Syafea, kini Zayd sudah pergi meninggalkan rumah istrinya. Sementara Syafea mengepalkan tangannya karena kesal.
"Awas saja kamu, Mas!" ucapnya dengan kesal.
"Menyebalkan, seharusnya dia tidak bisa membuangku seperti ini!"
Suster yang mendorong kursinya hanya tersenyum sinis. Kemudian ia melirik ke arah sebelah, tepat di mana ada tempat sampah di sana.
__ADS_1
Beberapa waktu yang lalu, rupanya ia mengambil salinan kertas hasil tes kehamilan Syafea dan buru-buru menyobeknya dan membuang di situ. Ia percaya jika Zayd pasti melihat dan akan segera mengetahui kebenaran tersebut.
"Sudahlah Nyonya, sebaiknya Nyonya masuk. Ledakan emosi seperti itu tidak baik untuk kandungan Nyonya."
Mengingat kandungan yang semakin besar, Syafea semakin marah. Ia tidak menyangka jika semuanya harus seperti ini. Sehingga mau tidak mau ia pun harus mengambil keputusan dengan segera.
Ucapan dari Hyu Jin yang mengatakan jika Aletta berhasil kabur membuat Syafea semakin marah.
"Apa kamu bilang? Aletta kabur? Kenapa itu bisa terjadi?"
"Apakah anak buah kamu tidak berkompeten sehingga hal seperti ini justru terjadi di waktu yang tidak tepat?"
"Bisa-bisanya ia mencoba mengaturku! Dasar wanita tidak tahu aturan, menyesal aku menanamkan benih di dalam rahimnya!"
Merasa jika Syafea terlalu banyak mengaturnya bahkan mengatainya karena tidak becus menjaga Aletta, membuat kesabaran Hyu Jin habis. Ia pun menggunakan serangan balik.
"Jika kau tidak bisa diajak kerja sama, maka jangan salahkan jika Zayd mengetahui semua kebusukanmu."
__ADS_1
Di saat terjebak seperti ini Syafea tidak bisa berbuat banyak. Ditambah lagi ia sudah kehilangan teman-temannya karena kelumpuhan kakinya. Sejak saat itu pula, Syafea tidak bisa berkumpul dengan teman-teman sosialitanya lagi.
Hingga saat ini ia tidak mempunyai siapapun lagi. Sehingga satu-satunya orang yang bisa membantu pergerakannya adalah Hyu Jin. Jika ia sampai menyinggungnya itu sama saja membuat nyawanya terancam.
"Maaf, maafkan untuk semua kesalahan dan kata-kataku yang sempat menyinggungmu," ucap Syafea dengan sungguh-sungguh.
Setelah mendapatkan semuanya Zayd memarkirkan mobilnya di tepi jalan. Lalu ia mencoba menggabungkan potongan-potongan kertas tersebut dan mengelemnya kembali agar muda dibaca.
Dengan teliti Zayd membaca apa yang tertulis di dalam surat tersebut. Ia mengira potongan surat tersebut adalah hasil pemeriksaan kehamilan Aletta. Rupanya pemikirannya salah karena di dalam surat tersebut tertulis jelas jika wanita yang hamil itu bernama Syafea Azalea.
Istrinya yang selama 5 tahun ini menikah dengannya tetapi tidak bisa menghasilkan keturunan. Sehingga Syafea justru memaksa Zayd untuk menikah dengan Aletta. Di saat-saat ini cinta untuknya sudah sirna dan berganti kepada cinta Aletta.
Jika Syafea menyesali perbuatannya, itu sudah terlambat. Apalagi saat ini semuanya sudah menyudutkan dirinya dan semua bukti memberatkan jika Syafea memang tidak layak untuk menjadi istri dari Zayd Abdullah.
Apakah Syafea akan berpisah dengan Zayd?
Tunggu kisah selengkapnya ya guys, oh ya sambil nunggu up boleh mampir ke sini ya.
__ADS_1