ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 61. KETIKA CINTA BERBICARA


__ADS_3

Tidak ada hal yang lebih indah daripada jatuh cinta pada pasangan yang sah. Bagaimana pun kita bersikap sudah pasti akan menambah catatan pahala untuk kita.


Sama seperti yang dilakukan oleh Zayd dan Aletta. Jemari mereka telah bertautan, bahkan deru nafas dari keduanya saling bertukar satu dengan yang lain. Merajut asa dalam ikatan cinta tak terbatas.


"Jaga hati ini untukku, sepertiku menjaga hati, mata dan pikiran ini agar hanya terukir namamu di dalam sini!"


Jari jemari Aletta di arahkan Zayd tepat di depan dadanya. Tentu saja Aletta tahu apa yang telah diisyaratkan Zayd kepadanya. Hingga akhirnya bau gosong tercium dan mengganggu indera penciuman mereka.


"Astaghfirullah ...."


Seketika Aletta mendorong tubuh Zayd hingga membuat beberapa langkahnya mundur ke belakang karena teringat akan dessert yang udah ia persiapkan, akan tetapi lupa diangkat.


Melihat istrinya panik, maka Zayd pun ikutan panik. Saat melihat kue yang harusnya dipanggang sudah matang tapi berubah gosong membuat Aletta seketika murung. Bibirnya mengerucut bagaikan anak kecil yang sedang merajuk.


Zayd seketika meminta maaf dan memeluk istrinya tersebut. Ia pun berjanji untuk tidak akan mengganggu lagi ketika istrinya sedang masak. Sebenarnya bukan karena itu Aletta marah, akan tetapi ia lagi bereksperimen dengan olahan kue dan buah yang biasa dibuat untuk dessert.


"Maaf, Sayang. Maaf ya ...."


Tidak mau menanggapi ucapan dari suaminya, Aletta lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar. Sementara itu Zayd yang kebingungan lalu segera menyusul istrinya masuk kamar.

__ADS_1


......................


Mengetahui jika menantu dan anaknya tidak ada di dalam rumah maka Umi langsung menghubungi pihak kedutaan negara Indonesia. Ia menanyakan apakah ada data diri tentang anak dan menantunya. Apakah mereka sudah pulang atau masih di dalam negara tersebut.


Pihak kedutaan masih mengatakan jika data diri mereka masih ada di dalam negara tersebut itu artinya mereka masih tinggal di Jepang. ini keluar dari kantor tersebut banyak saudaranya yang langsung datang menghampirinya.


"Bagaimana, apakah mereka masih ada di sini atau mereka sudah pulang ke Indonesia?"


"Kata petugas di dalam, Zayd dan istrinya masih berada di negara ini, tetapi mereka tidak bisa melacak keberadaannya. Akan tetapi yang terpenting mereka tidak kembali ke Indonesia."


"Kalau begitu saya setidaknya kita bisa sedikit tenang untuk sementara waktu. Bagaimana jika kita tinggal di rumah saudaraku saja, dia juga ada di kota ini, kok."


"Aku setuju akan hal itu."


......................


Di Rumah Sakit, Syafea masih terbaring lemah di atas brankar. Ia masih belum membuka mata. Rupanya pendarahan yang dialami dan kuretasi yang beberapa hari lalu dilakukan olehnya berdampak besar pada kesehatannya.


Ditambah lagi tidak ada seorang pun yang mengunjungi dirinya saat ini. Sehingga mau tidak mau dokter Michael sendiri yang terus mengawasi keadaan Syafea.

__ADS_1


"Mengenaskan sekali nasibmu, Syafea. Bagaimana kehidupan kamu setelah ini. Tidak bisa dibayangkan jika nanti Zayd dan keluarganya membuangmu. Belum lagi sanksi sosial yang kamu dapatkan setelahnya."


Dokter Michael menatap Syafea dengan sendu. Akan tetapi hal itu diluar kehendaknya, apalagi Zayd sudah tidak mau menemuinya lagi.


"Huft, sebaiknya kembali bertugas daripada berlama-lama di sini."


Saat hendak keluar dari ruang rawat Syafea, rupanya jari jemari Syafea mulai bergerak.


"Zayd ...." ucapnya lirih.


Dokter Michael yang satu langkah lagi sudah keluar sontak saja menoleh, "Syafea?"


.....................


Enaknya Syafea dikasih ganjaran apa ya? Trus mau ditemuin secepatnya atau biarin Zayd dan Aletta bersama dulu, komen ya guys.


Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya bestie. Makasih 🙏


__ADS_1


__ADS_2