ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 77. RASA YANG SALAH


__ADS_3

"Kau telah menyempurnakan semua hidupku. Di saat mereka semua menyalahkan aku karena tidak bisa memiliki keturunan, kau justru hadir dan menyempurnakan hidupku."


"Aku sangat berterima kasih karena kamu mau menerimaku yang sangat hina ini." Zayd tampak mengecup punggung tangan Aletta setelah mengucapkan kata-kata itu. Namun, Aletta bukanlah seorang wanita yang haus sanjungan.


"Abi berkata apa, sikap seperti itu tidak baik. Manusia dihadapkan pada setiap ujian yang berbeda. Ada kalanya ia merasa tidak dihargai atas semua jerih payahnya. Ada yang diuji dengan rezeki, harta ataupun keturunan. Semua tidak ada yang sempurna."


"Akan tetapi ingatlah satu hal, masih ada Allah yang menolong setiap hambanya yang selalu bersabar. Tidak ada sesuatu ujian yang diberikan Allah melebihi kemampuan hamba-Nya."


Ucapan demi ucapan yang dilontarkan oleh Aletta seolah menjadi penyejuk dikala hati Zayd merasa lelah akan semua permasalahan yang telah menimpanya. Jika ada hal yang tidak terduga maka mungkin Tuhan ingin menguji dimana batas kesabaran kita sebagai manusia biasa.


"Terima kasih, Aletta ... karenamu hidupku lebih berarti."


"Sama-sama, Abi."


Saat mereka hendak melakukan keromantisan ternyata Baby Noe haus, oleh karena itu ia pun mencoba membenahi penampilannya baru setelahnya Zayd mengambil Baby Noe dan membawanya kepada Aletta untuk disusui.


"Baby Noe, anak Umi dan Abi, kamu haus ya?"


Baby Noe memainkan bulu matanya, hingga hal itu membuatnya menjadi semakin menggemaskan.

__ADS_1


"Wah, luar biasa sekali putra Abi, sekarang kamu pasti sangat lapar. Kalau begitu, Abi tidak akan menganggu kalian."


Aletta hanya tersenyum melihat kepolosan Zayd. Ia memang tampak sangat menyayangi Baby Noe. Di tambah lagi pada hari ketujuh nanti, rencananya mereka akan mengadakan tasyakuran, sayangnya mereka tidak bisa melakukan proses aqiqah di negeri orang.


"Oh, ya. Kata Umi sebaiknya Umi dan Abah kembali ke Indonesia akan tetapi mereka tidak mau kamu terlihat kerepotan sehingga mau tidak mau mereka tetap tinggal di sini untuk sementara waktu. Kamu tidak keberatan bukan?"


"Tidak, yang terpenting semuanya baik-baik saja."


Meskipun ada sebuah rasa yang aneh menggeliat di dalam hati Zayd, akan tetapi ia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya pada Aletta. Ia amat tidak rela jika melihat sang istri mudanya itu terluka seujung kuku pun.


Di sisi lain, dokter Hadi merasakan patah hati. Gadis impiannya ternyata akan menikah dengan orang lain. Ia bahkan rela merawat ayahnya hanya demi bisa dekat dengan Aletta. Sayang, dia bukan jodoh dokter Hadi.


"Ada apa sebenarnya, kenapa ada yang aneh? Apakah dia ada masalah?"


Pertanyaan demi pertanyaan semakin membuat langkahnya mendekati dokter Hadi.


"Selamat sore, Pak Dokter?"


"So-sore, Pak Rahmat, alhamdulilah Anda sudah selesai jamaah, ya?"

__ADS_1


Pak Rahmat mengangguk setuju, ia memang baru saja menyelesaikan ibadahnya. Sehari-hari beliau menjadi sukarelawan di Rumah Sakit sebagai rasa terima kasihnya pada dokter Hadi yang sudah membantu dirinya dan juga Aletta.


"Sepertinya dokter Hadi ada masalah? Bolehkah saya tahu hal itu. Mungkin saja bisa membantu walau sedikit saja, meskipun hanya sebuah doa," ucap Pak Rahmat sambil tersenyum.


"Bukan masalah yang sangat mendesak, kok."


"Ya sudah, oh ya apakah Aletta sudah menelpon? Bapak kok rasanya kangen sama anak itu, sudah beberapa kali Bapak bermimpi tentang Aletta."


"Oh iya, tadi Aletta telepon, ia bahkan memperkenalkan calon suaminya pada saya."


"Calon suami?"


Sejenak dokter Hadi merasa jika ada hal yang harus dikatakan dengan sejujurnya pada Pak Rahmat, sehingga dokter Hadi segera mempersilakan beliau untuk duduk.


"Jadi tadi Aletta ...."


Secara rinci ia mengatakan semuanya, bahkan tidak ada yang disembunyikan sedikitpun. Pak Rahmat seolah tidak menyangka jika study anaknya justru membawanya pada jodohnya.


"Semoga saja semuanya akan baik-baik saja, Aamiin."

__ADS_1


Selepas kepergian tiba-tiba saja terdengar suara dentuman yang sangat keras. Hingga membuat semua orang berlarian keluar ruangan.


__ADS_2