ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 50. PATAH SEBELUM BERKEMBANG


__ADS_3

Mengetahui jika dirinya justru dipermainkan oleh istrinya sendiri maka Zayd segera pergi meninggalkan tempat tersebut untuk bertemu dengan sahabatnya. Ia merasa jika masalah ini terlalu rumit jika ia sendiri yang memikirkannya. Takutnya justru membuat semuanya tambah runyam. Di sisi lain Aletta belum juga ketemu.


Di kediaman Althaf, kini Aletta mulai morning sickness kembali. Beberapa hari makanan tidak bisa masuk padanya. Tentu saja Althaf dan adiknya takut terjadi apa-apa padanya. Hingga keputusan terakhir mengatakan jika Aletta akan dibawa ke Rumah Sakit.


"Nggak usah, sudah mendingan kok, jadi kalian tidak perlu membawaku pergi ke Rumah Sakit," tolak Aletta ketakutan.


Dari sorot matanya bisa dipastikan jika Aletta ketakutan dengan sebutan Rumah Sakit. Terakhir kali ia justru diculik dari Rumah Sakit oleh lelaki jahat hingga berakhir di sini. Althaf yang melihat ketakutan itu segera mendekati tempat duduknya.


"Apa ada yang ingin kamu ceritakan pada kami? Jika ada cepat katakan, kamu tidak perlu takut karena kami bukan penjahat!"


"Baiklah, jika itu memang keputusan kalian," ucap Aletta menunduk.


Dengan keringat dingin yang memenuhi tangannya dan rasa takut yang begitu dalam kini Aletta mulai menceritakan kisah hidupnya. Althaf dan adiknya terpaku pada kejujuran Aletta.


Mereka tidak menyangka jika Aletta sudah mengandung dan ia merupakan korban surrogate mother. Setelah mendengar kisahnya justru ia merasa dilema. Sebenarnya Althaf jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.


Emily yang melihat wajah suram kakaknya menjadi tidak tega. Oleh karena itu ia pun meminta maaf karena telah menyinggung masa lalu Aletta.


"Makasih Kak karena sudah percaya sama kami, jika kakak nanti membutuhkan kami, panggil saja. Untuk saat ini Kak Aletta sebaiknya istirahat lebih dulu ya, Kak."

__ADS_1


Aletta mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Kini mereka meninggalkan Aletta di kamarnya sendirian. Di perjalanan Emily tampak menepuk bahu kakaknya agar sedikit mendapat kekuatan di sana.


"Sabar ya, Kak. Semoga cinta kakak akan menemukan labuhan yang jauh lebih baik darinya."


Tanpa mengucap apapun Althaf hanya mengangguk.


"Selalu saja begini, sebaiknya aku memang tidak terlalu berharap dengan manusia."


Althaf segera masuk kamar ketika menyadari hatinya terasa nyeri saat mengetahui jika Aletta sudah bersuami dan sedang mengandung. Meskipun ia hanya surrogate mother tetapi entah kenapa hatinya tidak rela.


Tubuh Althaf luruh ke bawah. Baru pertama kali ini ia merasakan jika dirinya tidak baik-baik saja. Ia jauh terlihat lebih tangguh ketika sedang berada di dalam sebuah meeting. Akan tetapi ketika dihadapkan dengan sebuah cinta maka ia akan melemah.


"Andaikan waktu bisa berputar kembali dan masih bisa melihat wajah cantiknya. Sudah pasti hati ini tidak akan sesakit ini."


Wanita itu ternyata mempunyai sakit kanker darah stadium akhir. Maka dari itu ia sangat jarang melepas gamisnya karena takut orang akan melihat tubuhnya yang kurus kering.


"Syafa, semoga kau tenang disana. Rupanya posisimu di sini belum bisa tergantikan oleh siapapun," ucap Althaf sambil memegang hatinya.


Di sisi lain, Zayd sudah bertemu dengan Afgan. Sebelumnya mereka membicarakan bisnisnya. Zayd benar-benar bekerja keras agar perusahaan miliknya tidak gulung tikar.

__ADS_1


"Namanya Althaf, ia juga orang Indonesia. Bagaimana kalau besok kita bertemu dengannya?"


Zayd yang masih tampak sibuk dengan berkasnya lalu menoleh ke arah Afgan lalu mengangguk.


"Terserah, yang penting kamu atur dengan baik."


"Baiklah kalau begitu."


Althaf yang masih kacau tiba-tiba saja mendapat sebuah proyek kerja sama sebuah taman. Kalau dulu ia bersikeras membuka lahan, rupanya kini ia berpikir lain. Lebih baik jika saat ini memperbanyak lahan hijau.


Diraihnya ponsel miliknya dan saat ini ia begitu terkejut karena rupanya sahabatnya juga bermain proyek di sana.


"Kalau begitu kamu atur saja pertemuan kita dengan mereka."


"Baik, berita baiknya adalah Tuan Zayd juga dari Indonesia."


"Syukurlah kalau begitu."


......................

__ADS_1


Apakah ada jalan untuk Aletta dan Zayd bertemu. Simak di up selanjutnya guys. Sambil nunggu ini up harus wajib baca karya Kak Ocy ini ya.



__ADS_2