ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Bab 89. PERTOLONGAN ALLAH


__ADS_3

"Anak yang tampan, siapa namamu?" tanya Aletta lembut.


Kini Aletta berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan anak laki-laki tersebut. Rupanya anak tersebut mengulas senyum untuk Aletta.


"Namaku Noe Mizan Oraibi."


Aletta tidak kuasa menahan tangisnya. Sontak tangannya terulur untuk menutup mulutnya. Lalu sesaat kemudian ia pun segera memeluk anak lelaki itu.


"Putraku ...."


"Kembalilah, Ma. Aku membutuhkanmu dan sangat sayang padamu."


Tanpa suara Aletta mengangguk lalu diraihnya tangan putranya itu. Setelah berdiri, tangan lelaki yang tidak terlihat wajahnya itu pun segera menuntun langkah mereka ke arah cahaya yang sangat terang.


Di saat semuanya sudah terjadi, manusia hanya bisa berdoa dan berencana. Sampai akhirnya saat ini Zayd menggenggam tangan Aletta. Di luar kamar Baby Noe terus menangis seolah sedang memanggil ibunya untuk kembali lagi.

__ADS_1


Terdengar bagai sayatan hati yang seolah tidak ada habisnya. Bagaimana jika nanti manusia telah kembali pada Illahi Rabbi. Zayd hanya meminta agar ia diberikan satu kesempatan lagi agar bisa membahagiakan Aletta dan Baby Noe berserta keluarga besarnya.


Semuanya terasa aneh, terlebih lagi saat ini Zayd bersama Aletta sedang berada di dalam ruangan UGD dan berharap cemas agar Aletta kembali siuman. Jika hal ini berhasil maka setelah keadaan Aletta membaik, maka Zayd akan segera menikahi Aletta meskipun itu terjadi di Rumah Sakit.


Ia tidak ingin menunda lagi semuanya. Tidak mau kehilangan moment paling berharga di dalam hidupnya meski hanya satu detik saja. Aletta telah menjadi nafas untuk Zayd, sementara kehadiran Baby Noe seperti aliran darah yang membuatnya bisa bertahan sampai saat ini.


Dengan ketetapan Allah SWT dan atas ijinnya, tangan lentik Aletta kembali bergerak. Mencoba menggapai apa yang sebelumnya terlepas, ia pun mulai membuka kedua matanya.


"A-abi ...." ucapnya lirih.


"Akhirnya kau mulai membuka mata, Sayang."


Zayd benar-benar bersyukur karena Allah telah memberikan kesempatan sekali lagi untuknya. Dengan sangat hati-hati Zayd mencium tangan berwarna putih pucat milik Aletta.


"Alhamdulillah wa syukurilah. Akhirnya Allah memberikan kesempatan untukku sekali lagi."

__ADS_1


Meski lemah, Aletta mulai mengulum senyumnya. Baginya sungguh sangat membahagiakan ketika bisa kembali melihat sosok yang telah mencuri hatinya itu.


Sebuah keajaiban, Baby Noe yang terpejam setelah beberapa saat lalu menangis terus kini mengulum senyumnya meski dengan mata terpejam karena kelelahan.


"Semoga saja Aletta segera siuman, Ya Allah," doa Umi begitu tulus untuk menantunya tersebut.


"Aamiin," Abah mulai menepuk perlahan bahu Umi.


Mencoba menyalurkan kekuatan karena istrinya tersebut terlihat sangat letih. Di sebuah musholla mini, Pak Rahmat tidak henti-hentinya berdoa kepada Allah agar putrinya selamat.


Seorang dokter yang semula ikut berjaga di depan ruang, kini mulai masuk ke dalam kamar pasien karena sudah terlalu lama mereka menunggu sebuah keajaiban. Takutnya jika keajaiban itu tidak datang bisa mengancam jiwa pasien.


Bersyukur kini dokter tersebut telah memastikan dengan sangat teliti jika kondisi Aletta sudah normal. Kini bisa dibawa kembali ke kamar pasien yang lama.


Ketika brankar milik Aletta dibawa keluar, betapa bersyukurnya Umi dan Abah melihat menantunya sudah membuka mata.

__ADS_1


"Ya Allah, terima kasih untuk semua pertolonganMu, Aamin."


__ADS_2