
Ketika ia teringat bagaimana Syafea bersikap selama ini sudah menunjukkan siapa dan bagaimana kualitas dirinya yang sesungguhnya. Hal itu membuat Zayd justru semakin ingin menjauhinya.
Syafea benar-benar tidak mau membuat orang lain lebih tinggi darinya. Maka dari itu Zayd harus bersikap lebih waspada lagi saat ini. Meskipun statusnya masih istri sah, tetapi jika ada orang lain yang lebih baik darinya kenapa tidak memilih yang lain?
Beruntung saat ini Zayd sudah mengetahui sifat asli dari istrinya tersebut. Berapa lama mereka telah menjalin sebuah hubungan yang nyatanya tidak menjamin hubungan mereka langgeng.
Syafea justru bukannya semakin memahami arti sebuah cinta tetapi lebih memilih untuk menghianatinya. Dari hal itu pula ia bisa mengetahui jika ternyata ada banyak hal yang tidak diketahui oleh Zayd.
"Sikap manisnya selama ini rupanya hanya demi harta, pantas saja ia tidak mau mengandung benihku."
Ditambah lagi Syafea sama sekali tidak pernah menghormati dirinya. Setiap tindak tanduknya bahkan telah diatur oleh Syafea.
"Jadi seperti ini caramu bersikap, bahkan sampai aku pun tidak bisa melihat bagaimana caramu memperlakukan aku!" ucap Zayd geram.
__ADS_1
"Sabar Zayd, begitulah cara Allah menunjukkan sikap aslinya kepada kita. Mungkin di mata kita semuanya terlihat sempurna bahkan aibnya pun ditutup sampai Allah membuka mata kita dan menunjukkan siapa dia yang sesungguhnya."
Ucapan sahabat Zayd rupanya mampu membuat kedua mata dan hatinya terbuka. Dulu saat Umi mengatakan hal itu ia sama sekali tidak mendengar, bahkan terpaksa memberikan restu pada pernikahan yang dilakukan pada Syafea dan Zayd.
Zayd mengusap gusar wajahnya lalu meminta maaf.
"Umi, maafkan Zayd yang selama ini justru membuat Umi dan Abah terluka akan sikap egois dari Zayd."
Bram mengusap punggung sahabatnya itu lalu mengajaknya untuk beristirahat.
Zayd tampak mengangguk dan membenarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Saat Bram mulai pergi, ia mulai merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Malam ini ia memutuskan untuk menginap di rumah sahabatnya itu.
"Tuhan, maafkan aku yang selalu membuat tangis Ibu selalu keluar. Bahkan sempat melukai hatimu, aku berjanji setelah ini aku akan tetap menjaga keutuhan rumah tanggaku bersama Aletta, Aamiin."
__ADS_1
Entah sejak kapan rasa cinta untuk Syafea menghilang. Karena tidak sengaja ia tahu bagaimana sikap asli Syafea ketika di belakangnya tersebut.
"Baiklah, kalau begitu bersiaplah kalau kau memang menginginkan hal tersebut."
Zayd segera mengambil kunci mobilnya dan berlalu dari tempat tinggal sementara. Sejak semalam Zayd lebih memilih untuk menumpang di apartemen temannya daripada pulang ke rumah. Tentu saja Syafea sangat bingung kenapa semuanya terasa lain ketika Zayd dan Aletta sama-sama tidak pulang ke rumah.
"Kenapa dia ikutan tidak pulang ke rumah?" ucap Syafea gusar.
Meskipun di rumah ada suster yang menemaninya tetapi rupanya sama saja. Suasana rumah terasa sangat sepi dan hening.
"Jangan-jangan mereka sudah mengetahui jika dibalik semua ini adalah perbuatanku?"
Syafea tampak mengigit bibir bawahnya. Ia merasa tidak nyaman karena tiba-tiba saja semuanya terasa menyudutkannya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin melihat jika apakah kalian akan tetap bersama atau tidak bisa bersatu selamanya."
"Harusnya aku menelpon Hyu Jin untuk menanyakan apakah Aletta sudah meninggal atau belum?"