
Setelah sekian lama terpengaruh oleh obat kimia, Aleta sudah mulai membuka mata. Ia begitu terkejut karena merasa asing dengan ruangan yang ada di hadapannya saat ini. Kepalanya memang masih sedikit pusing, akan tetapi ia tidak bisa melihat dengan jelas keberadaannya saat ini.
"Di mana ini?"
Lagi pula Aletta tidak mengetahui tentang seluk beluk kota yang sedang ia tempati kali ini. Meskipun Aletta bisa menggunakan bahasa Inggris tetapi ia belum terlalu fasih, sehingga sama sekali tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi ketika ia bertemu dengan orang asing.
"Sedang di mana ini, kenapa rasanya begitu asing?" ucap Aletta di dalam hatinya.
Namun, ia merasakan hal yang sangat aneh karena tiba-tiba saja perutnya merasa bergejolak. Apalagi aromanya begitu menyengat ketika mencium aroma masakan tertentu yang dibuat oleh dapur Hyu Jin.
Lalu kesadarannya kembali dan ingatannya kembali berputar, yaitu pada saat beberapa waktu yang lalu ketika dirinya diculik. Anehnya saat ini kedua tangan Aletta sama sekali tidak diikat sehingga bisa bergerak bebas.
"Apakah lelaki kemarin benar-benar menculikku? Akan tetapi kenapa ia tidak menyakitiku atau jangan-jangan semua ini berhubungan dengan Kak Stafea?"
"Astaghfirullahaladzim," Aletta mengusap dadanya yang tiba-tiba saja berdebar kencang.
"Harusnya tidak su'udzon seperti itu kepadanya, lagi pula hal ini belum terbukti. Akan tetapi harus menghubungi Abi dengan segera, bagaimana ini?"
__ADS_1
Sayangnya, saat ia menggeledah ke kanan di kiri ia tidak menemukan ponsel untuk menghubungi suaminya tersebut. Maka dari itu ketika ia mendengar derap langkah kaki seseorang yang mulai mendekati kamarnya, Aletta pura-pura kembali pingsan dan berbaring di atas tempat tidur.
Benar saja sesaat kemudian pintu kamarnya terbuka. Setelahnya baru terdengar derap langkah yang sama dan mendekati ke arah tempat tidur Aletta.
Lelaki itu mengusap kening Aletta kemudian ia mulai berbicara, "Kenapa gadis ini belum siuman?"
"Apakah dosis yang diberikan oleh dokter itu terlalu berat dan apakah itu akan membahayakan janinnya?"
Giginya terlihat gemerutuk, tangannya mengepal. Lalu setelahnya ia mulai mengambil ponsel dari dalam sakunya. Dengan segera ia menghubungi seseorang di seberang sana.
Mungkin saja ia kecewa karena ternyata obat yang diberikan kepadanya membuat Aletta tidak kunjung siuman. Sementara itu Aletta berharap-harap cemas sekaligus berdoa agar saat ia berpura-pura pingsan tidak diketahui oleh lelaki itu.
Dari suara itu, Aletta bisa menduga jika orang yang tadi berada di ruangan Aletta kini sudah pergi meninggalkannya.
"Alhamdulillah," ucap Aletta setelah bisa bernafas dengan lega.
Kali ini ia mengucap syukur karena masih diberikan kesempatan selamat dan tidak diketahui kebohongannya barusan. Merasa masih punya kesempatan, Aletta mulai membuka matanya kembali untuk memastikan situasi di sekelilingnya
__ADS_1
"Berarti orang tersebut benar-benar penculik? Akan tetapi kenapa ia tidak mengikatku sama seperti di film-film?"
"Apakah ia benar-benar ingin menjauhkanku dari Mas Zayd? Bagaimana ini?"
Dari tempat tidur tersebut Aletta bisa melihat jika ada sebuah jendela yang saat ini sedang terbuka tirainya. Namun, jendela itu sepertinya tidak bisa dibuka. Sehingga ia tidak bisa melarikan diri dari tempat tersebut.
"Satu-satunya jalan yang bisa digunakan untuk melarikan diri adalah pintu utama itu!"
"Tapi bagaimana jika pintu itu dijaga oleh beberapa pengawal?"
"Akh, semoga saja tidak dijaga sama sekali sehingga masih ada kesempatan untuk keluar kali ini!" gumam Aletta.
Aletta menangkupkan kedua tangannya seraya berdoa di dalam hati agar saat ia mempunyai kesempatan untuk bisa keluar dari rumah tersebut. Meskipun pada akhirnya Aletta harus berjuang untuk menemukan di mana tempat tinggal apartemen Zayd berada saat ini.
Di apartemen Syafea, rupanya wanita itu sedang marah. Apalagi nomor ponsel yang biasanya dapat dihubungi oleh Zayd sama sekali tidak bisa diakses sama sekali.
Sehingga Aletta benar-benar tidak bisa berbuat banyak. Suster yang menjaganya hanya bisa tersenyum karena ia bisa membaca apa yang akan dilakukan Syafea saat ini. Mungkin saja Syafea tidak tahu jika ia yang menyimpan surat bukti kehamilannya. Maka dari itu ia akan mempergunakannya pada saat yang tepat.
__ADS_1
"Tunggu Nyonya Syafea, sebentar lagi akan sampai di mana Anda akan mendapatkan karmanya."