
"Aku hanya ingin mengatakan jika saat ini Syafea ingin bertemu dengan kalian."
Aletta menautkan kedua alisnya dan memandang suaminya, "Kak Aletta berada di sini?"
Zayd terdiam dan mengangguk. Ia sudah tidak bisa membohongi istrinya kembali, karena saat ini dokter Michael justru mengatakan jika Syafea berada di satu Rumah Sakit yang sama dengan Aletta.
"Benar, dia ada di sini dan beberapa hari yang lalu ia baru saja menjalani kuretasi."
"Astaghfirullah, kita ke sana ya Abi," ucap Aletta sambil memegang lengan suaminya.
Baru pertama kali ini Aletta terlihat berinisiatif untuk memegang Zayd. Ketika ia luluh dengan permintaan kecil dari istri keduanya, maka Zayd segera meminta dokter Rafa untuk mengecek kondisi Aletta.
"Karena dokter Rafa juga berada di sini, maka tolong periksa istri saya, apakah ia boleh meninggalkan kamar rawatnya sebentar atau tidak?"
"Baik, Nyonya Aletta silakan berbaring."
Aletta yang patuh segera melakukan hal sesuai dengan permintaan dokter. Ia akan memeriksa sekali lagi kondisi Aletta. Ketika semuanya terlihat baik-baik saja, maka Zayd segera mengajaknya pergi ke kamar rawat Syafea.
"Semoga saja Syafea tidak berulah," doa Zayd di dalam hatinya.
Setelah merasa semuanya terbuka lebar, kini Zayd terpaksa membawa istrinya ke kamar Syafea. Begitu pula dengan Umi dan Abah yang ikut bersamanya.
Mereka ingin mempersingkat waktu dan mengatakan apa yang menjadi tujuan mereka. Di sisi lain, Baby Noe di awasi oleh dokter Rafa dan satu suster yang menjaganya dengan khusus.
__ADS_1
Melihat jika banyak orang datang ke kamarnya, seketika kemarahan Syafea memuncak. Ia tidak ingin melihat Aletta merengkuh semua impiannya. Bayi yang seharusnya ia timang justru tidak mau dilepaskan oleh Aletta.
Syafea justru sangat iri dengan kebahagiaan yang diraih Aletta bersama Zayd. Sebuah kebahagiaan yang tidak pernah dibayangkan oleh Syafea karena seluruh rencana indahnya hancur ketika ia dihadapan dengan sebuah kejadian yang tidak terduga.
Rupanya sebuah hubungan terlarang telah terjadi diantara suami dan gadis bayaran yang ia sewa rahimnya, justru menjalin kasih tanpa sepengetahuannya. Wanita mana yang mampu melihat suaminya bahagia bersama dengan wanita lain, sementara ia harus menjadi lumpuh dan kehilangan bayi yang dikandung.
Meski benih itu bukan dari suaminya, tetapi hal itu membuktikan jika ia juga bisa hamil. Hanya saja ia tidak mau jika tubuhnya berubah jelek karena hamil dan melahirkan.
"Mau apa kau datang ke sini? Belum puas kau merebut semua impianku, hah!"
Syafea sangat sakit hati dengan semuanya. Aletta memegang lengan Zayd karena ketakutan. Ia tidak menyangka jika seorang wanita yang sangat ia hormati justru melukai perasaannya.
"Maaf, Kak. Aletta sama sekali tidak ingin menyakiti perasaan Kakak. Hanya saja seiring berjalannya waktu mungkin semua ini yang terbaik untuk kita. Lagi pula, secara nasab pun anak ini akan bernasab pada ibu kandungnya. Jadi sebelum semua terlanjur berjalan dan semakin melukai kita, biarkan Baby Noe bersama kami."
"Kami akan segera melangsungkan pernikahan setelah proses perceraian kita selesai," ucap Zayd seolah membenarkan ucapan Aletta.
"Aletta, beraninya kau!"
Sontak saja kedua mata Syafea membuka lebar ketika mendengar ucapan Aletta barusan. Ia sama sekali tidak menyangka jika rencananya akan berakibat fatal seperti ini.
"Dasar pembohong, dasar wanita penuh aib, bisa-bisanya kau menjadi duri dalam rumah tangga orang lain!"
"Stop Syafea, jaga batasanmu! Kau tidak berhak membentak Aletta. Apakah kau ingat jika kaulah yang membawa Aletta kepadaku dan memaksa agar kami menikah siri agar rencanamu berjalan lancar."
__ADS_1
"Bahkan kau pula yang mengusulkan jika kita pergi ke negara ini agar seluruh keluargaku tidak ada yang mengetahuinya."
Meski ketakutan, Aletta berhasil mengatakan apa yang menjadi beban pikirannya. Ia tidak ingin menjadi munafik. Aletta tidak mau menyerahkan bayinya karena memang anak itu hasil antara pembuahan yang terjadi antara sel telurnya yang telah dibuahi oleh sp--ma milik Zayd. Bukan sel telur milik Syafea.
Zayd memang ikut berbicara kali ini. Ia tidak akan mungkin membiarkan istri pertamanya semakin melukai hati Aletta. Di tambah lagi, kisah perselingkuhan yang dilakukan oleh Syafea hingga membuatnya hamil belum sempat dimaafkan oleh Zayd.
"Mas! Setelah semua yang terjadi, kau justru berpihak pada Aletta. Kau bahkan memilih menikah lagi dengannya! Kalian benar-benar kejam!"
Umi yang sudah tidak tahan dengan ucapan pedas dari Syafea untuk Aletta. Bagaimana pun Aletta tidak bersalah akan hal ini. Ia masuk ke dalam hidup Zayd atas dasar permintaan dari Syafea dan tentunya karena ia sangat membutuhkan uang.
"Syafea, ikhlaskan Zayd menikah secara resmi dengan Aletta. Bukankah kau tahu jika putraku tidak pernah mentotelir sebuah perselingkuhan?"
Sejenak Syafea menoleh ke arah Umi.
"Bagaimana bisa Umi tahu semua cerita gelap Kak Syafea ketika menjalani sebuah hubungan terlarang dengan orang lain, apakah jangan-jangan ...." ucap Aletta di dalam hati.
"Tidak usah pura-pura terkejut."
"Kami semua sudah mendengar cerita tentang perselingkuhan yang kamu lakukan dengan Hyu Jin. Seorang pengusaha paling sukses di negara ini. Benarkah begitu, Nyonya Syafea Azalea."
"Mungkin kau tidak akan menyangka jika semua kebusukanmu terbongkar di sini bukan?"
Ucapan dari semua orang memang sangat menyakitkan hati Syafea. Belum lagi tuduhan yang terjadi seolah ingin menguliti Syafea.
__ADS_1
"Semoga kamu bisa bertahan atas ujian ini, Kak. Maafkan atas kehadiran kami di sini. Aamiin," doa Aletta di dalam hatinya.