
Melihat Aletta pingsan, maka seketika Zayd menjadi panik. Bagaimana pun ini pengalaman pertamanya menjadi seorang ayah. Sehingga ketika melihat cairan kental berwarna merah itu semakin mengalir deras dari kedua paha istrinya.
Zayd merasa semakin panik ditambah lagi Aletta justru saat ini pingsan. Seketika pemikiran jika Aletta harus melahirkan secara caesar membuatnya pening. Ia tidak sanggup membayangkan hal itu dilalui oleh Aletta karena keinginan mereka berdua adalah Aleta bisa melahirkan dengan jalan persalinan normal.
Zayd mengusap gusar wajahnya. Ada rasa tidak rela jika setelah ini ia kehilangan dari salah satunya. Keinginan Zayd adalah keduanya selamat, karena Zayd mencintai Aletta dan calon bayi mereka.
Tidak membutuhkan waktu lama, ambulans segera bisa membawa Aletta dan juga Zayd
"Tolong selamatkan istri dan calon anak saya, dok!" ucap Zayd setengah menangis.
Baru pertama kalinya ini Zayd sebagai seorang lelaki menangis karena wanita. Bukan hal yang mudah bisa membuat seorang lelaki menangis. Akan tetapi yang terjadi adalah hal yang tidak mudah.
Evakuasi ketika terjebak di dalam kemacetan tadi sempat membuat Zayd hampir hilang kesadaran. Ia masih bisa berdiri di atas kakinya sendiri hanya karena teringat masih ada Aletta dan calon bayinya yang harus dilindungi.
Apalagi ini proses yang tidak terduga. Rasa perih, belum lagi perasaan cemas karena cairan kental yang berwarna merah itu terus keluar membuat Aletta tidak bisa bertahan.
Dokter Michael yang mengetahui jika Zayd berada di dalam Rumah Sakit yang sama membuatnya segera mencari keberadaan mereka.
"Zayd!" teriak dokter Michael ketika melihat sahabatnya sedang menangkupkan kedua tangannya ke dalam wajahnya.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Zayd bisa menyadari jika ada dokter Michael di sana.
"Mich, bantu aku!" ucapnya seraya memegang kedua bahu dokter muda itu.
"Tentu saja, aku pasti membantumu, tidak akan kubiarkan kamu terluka untuk kedua kalinya."
"Terima kasih, banyak."
Setelah mengucapkan hal itu, dokter Michael segera mendatangi ruang operasi. Ia bertugas untuk membantu para tenaga medis untuk membantu operasi yang akan dilaksanakan oleh Aletta.
Dengan sangat terpaksa kali ini Aletta akan menjalani operasi karena bayinya harus dilahirkan dengan segera. Di tambah lagi kondisi Aletta belum juga siuman.
Para dokter yang harusnya sudah menjalankan operasi masih memegang alat-alat yang akan digunakan. Mereka sama terkejutnya dengan Aletta, lalu dokter Michael membuka maskernya.
"Aletta, kau siuman?" tanya dokter Michael tidak percaya.
Aletta hanya sedikit mengangguk. Melihat hal itu dokter Michael merasa lega.
"Syukurlah, kita ambil jalan lain. Biarkan pasien menjalani persalinan secara normal!"
__ADS_1
"Ta-tapi, dok!"
"Jika kamu ingin yang terbaik, maka lakukanlah tugas kalian dengan versi terbaik!"
Tidak ada yang berani membantah ucapan dari dokter Michael. Apalagi ia memegang posisi tertinggi di Rumah Sakit itu.
"Sekarang, panggil suaminya masuk!" titah dokter Michael.
"Ba-baik, dok."
Tidak membutuhkan perdebatan lebih panjang lagi, akhirnya Zayd ikut dalam proses persalinan pertama yang dilakukan oleh Aletta. Hal-hal lucu dan menegangkan wajar terjadi di dalam proses persalinan tersebut. Bahkan ketika Aletta menarik nafas dan mengejan, sontak saja Zayd pun melakukannya. Tentu saja hal itu membuat dokter Michael menahan tawanya.
"Beginikah proses menjadi seorang ayah dan ibu untuk pertama kalinya?" gumam dokter Michael sambil menatap Zayd.
......................
Maaf ya, punya agak lama. Kesehatan othor baru naik turun 🙏. Sambil nunggu up bisa mampir di sini teman-teman.
__ADS_1