ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 38. KESEPAKATAN


__ADS_3

Setelah beberapa saat akhirnya Aletta sudah diperiksa. Tampak jika mereka justru sudah hampir pulang. Ditambah lagi kondisi kesehatan kandungan Aletta baik-baik saja sehingga tidak membutuhkan waktu lama mereka segera kembali.


"Kita makan dulu atau menunggu Umi?"


Aletta tampak memperhatikan sekitar. Sepertinya ia ingin berbicara sesuatu tetapi ia takut jika Zayd curiga kepadanya.


"Kenapa Aletta? Apakah aku begitu menakutkan bagimu? Sehingga kamu menjaga jarak sampai seperti ini?"


Aletta tampak menunduk karena Zayd terus memandangi wajahnya. Sampai beberapa saat kemudian terlihat jika ada beberapa tenaga medis yang mendorong brankar melewati dirinya. Zayd yang menyadari itu segera menarik tubuh Aletta ke dalam dekapannya karena takut jika tubuhnya tersenggol brankar tadi.


Tentu saja gerakan refleks dari Zayd membuat jantung Aletta menjadi berdetak lebih kencang. Tatapan keduanya tampak saling mengunci hingga beberapa saat.


"Ya, Tuhan kenapa kau hadirkan aku dalam situasi sulit seperti ini?" gumam Aletta di dalam hatinya.


"MasyaAllah, kau begitu cantik Aletta. Kenapa aku baru menemukan berlian sepertimu di saat rumah tanggaku hampir hancur? Hingga kenapa kamu justru menjadi istri keduaku?" ucap Zayd di dalam hati menyesali perbuatannya.


"Maaf, Abi. Sebaiknya kita segera pulang."


"Ba-baiklah."


Merasa jika ia tidak baik-baik saja, Zayd menyamakan langkahnya menyusul langkah kaki Aletta yang mendahului dirinya. Tangannya menggandeng mesra tangan Aletta. Awalnya ia ingin berontak, tetapi entah kenapa di dalam hati kecilnya ia sangat menyukai hal tersebut.

__ADS_1


"Jika mencintai dirimu adalah kesalahan. Maka aku akan menebusnya setelah bayi kita lahir," ucap Zayd mantap.


Pertemuan Syafea dan Hyu Jin berlangsung aman. Keduanya saling menumpahkan kerinduan meskipun Hyu Jin hanya berpura-pura. Sementara Syafea terlihat menikmati setiap sentuhan yang diberikan Hyu Jin kepadanya.


"Sampai kapan kita bersembunyi seperti ini?" tanya Syafea sambil memainkan dada bidang Hyu Jin.


"Sampai kau siap untuk bercerai dengan suami kamu, maka aku dengan senang hati akan menikahimu. Jangan lupakan jika nanti seluruh pengobatan untuk kakimu juga akan aku tanggung."


"Benarkah?"


"Tentu saja, kenapa tidak? Bukankah semua ini aku lakukan demi anak kita? Jangan pernah kau mencoba untuk melenyapkan anak kita!'


Tiba-tiba saja Hyu Jin yang awalnya bertindak lembut kini berubah anarki. Tangannya mencengkram erat leher Syafea hingga ia hampir sesak nafas.


"Lihat ke dalam mataku! Cobalah mengerti tentang apa yang aku katakan tadi! Aku tidak akan pernah mengulangi perkataanku sampai dua kali, kamu paham!"


Syafea berusaha mengangguk. Sepertinya apa yang dikatakan Hyu Jin adalah sesuatu yang sepele tetapi sepertinya ia mengatakan sebuah kebenaran.


"Apakah ia bisa membaca jika aku akan melakukan hal itu setelah ini? Sepertinya memang begitu, sehingga aku akan tetap terikat kepadanya," gumam Syafea di dalam hati.


Setelah melakukan semua itu, ia pun kembali tersenyum dan bersikap normal sama seperti biasanya.

__ADS_1


"Kita sudah menemukan sebuah kesepakatan, maka dari itu sebaiknya kamu segera kembali. Apakah kamu tidak takut jika pertemuan kita akan ketahuan?"


Syafea hampir saja melupakan hal tersebut, maka dari itu ia pun segera merapikan penampilannya dan meninggalkan apartemen Hyu Jin dengan bergegas.


Langkahnya terlihat buru-buru, beruntung kursi rodanya tidak slip, sehingga ia dapat segera sampai ke lantai satu. Syafea tampak memegang dadanya yang sempat bergemuruh lalu ia menarik nafasnya dalam-dalam.


"Apakah aku bisa melakukan hal ini? Bagaimana rasa cinta untuk Zayd bisa hilang begitu saja. Apakah karena sikapnya sudah jauh berbeda sejak kehadiran Aletta?"


Banyak pemikiran yang terjadi di sana. Entah mengapa beberapa waktu yang lalu ia sampai meminta Aletta untuk menjadi istri kedua dari suaminya sendiri.


Awalnya ia hanya ingin keturunan karena tuntutan dari keluarga besar Zayd. Di tambah lagi Zayd merupakan anak pertama. Syafea tampak menyesali egonya yang terlalu tinggi bahkan sampai membawa masuk wanita lain ke dalam rumah tangganya.


Niat hati untuk melindungi status anak yang dikandung Aletta, sekarang justru takdir berkata lain. Aletta mampu merebut semua perhatian Zayd dan dirinya justru mengandung benih dari pria lain. Bukankah ini sebuah penghianatan cinta?


Syafea menyandarkan tubuhnya pada mobil taksi online. Hanya saja sesaat kemudian ternyata pandangannya sempat melihat ke arah sebuah resto yang di tempat itu ada Alleta dan Zayd sedang makan siang bersama.


"Kamu berani berduaan dengan wanita itu? Aku yang masih jadi istrimu harus kamu duakan? Sungguh tega kamu, Mas!"


Hatinya bagai ditusuk ribuan jarum pada saat yang bersamaan. Apalagi saat ini Zayd masih berada di dalam hatinya meski presentasinya hanya sedikit. Tidak mau terlalu tertekan akhirnya Syafea mengalihkan pandangan dari tempat itu.


Kedekatan Aletta dan Zayd terlihat mesra satu sama lain. Apalagi tadi mereka saling menyuapi satu sama lain. Tawa renyah dari Aletta mampu membuat dunia Zayd lebih berwarna.

__ADS_1


Sambil memandang wajah Aletta, Zayd berdoa di dalam hatinya, "Tuhan, ijinkanlah aku untuk menjadi imam untuknya di dunia dan di akhirat, Aamiin."


__ADS_2