
Bagaimana pun sebuah kebusukan sudah pasti tidak bisa disembunyikan lama. Secara tidak sengaja, suster yang merawat Syafea menemukan sebuah bukti tes kehamilan di kolong tempat tidur.
"Nyonya Syafea hamil?" ucapnya tidak percaya.
Pada saat ini, kebetulan Syafea sedang mandi dan kemarin ia tidak sengaja menyenggol tas hingga isinya berhambur keluar. Karena kertas itu berada di bawah kursi rodanya tentu saja ia tidak bisa melihat dan hanya memasukkan apa yang dilihatnya saja.
Hingga saat ia melajukan kursi roda, rupanya kertas itu terhempas hingga masuk kolong tempat tidur. Tidak lama kemudian ia justru langsung istirahat. Kebetulan saat suster membersihkan kamar itu ia menemukan surat itu.
Betapa terkejutnya ia mengetahui hal itu, padahal ia mengetahui jika keluarga Zayd menyewa rahim pengganti karena salah satu pasangan bermasalah. Akan tetapi dengan ditemukan bukti ini ia bisa menyimpulkan sesuatu.
"Sebaiknya aku menyimpannya, siapa tahu bisa digunakan kapan-kapan," ucapnya sambil tersenyum licik.
Beberapa saat kemudian, terbesar teriakan dari Syafea yang meminta tolong padanya. Dengan segera ia memasukkan kertas itu pada sakunya dan menolong Syafea.
"Iya Nyonya, tunggu sebentar."
Selama Syafea sakit, mau tidak mau ia harus menggantungkan hidupnya pada suster. Apalagi saat ini Zayd sedang sibuk mencari Aletta.
__ADS_1
Di sela-sela menyisir rambut, Syafea menanyakan kabar terkini tentang Aletta pada susternya.
"Sus, sudah ada perkembangan tentang Aletta kah?"
"Belum, Nyonya. Bahkan Tuan Zayd belum kembali sejak saat itu."
"Oh."
"Ya sudah, aku lapar, tolong buatkan aku makanan hangat."
"Baik, Nyonya."
Aletta kini sedang berbaring di sebuah ruangan yang cukup nyaman. Hyu Jin tidak menyiksanya tetapi ia justru membuat Aletta nyaman dengan segala kemewahan yang dimiliki olehnya. Bahkan Syafea belum pernah melihatnya sendiri.
"Gadis manis, maaf telah melibatkan dirimu dalam dendamku!"
Hyu Jin tampak mengusap wajah cantik milik Aletta. Entah mengapa terlihat sebuah kedamaian ketika melihatnya.
__ADS_1
"Apakah ini adalah sebuah pertanda untukku agar aku bisa memiliki seorang pendamping muslim seperti kamu?"
Zayd yang secara tidak sengaja melihat sebuah toko hijab menjadi teringat akan istri kecilnya itu. Biasanya ia akan memandangi toko itu sampai Zayd merespon dan membelikan barang itu untuknya. Aletta memang tidak pernah mau meminta apapun. Sehingga Zayd yang harus peka terhadap keinginan ataupun perasaan wanita.
Kedua mata Zayd terlihat basah. Sepertinya masalah kali ini tidak semudah bayangan, sehingga ia harus meminta bantuan rekan bisnisnya. Baru saja ia ingin mengatakan masalah Aletta, justru Zayd yang terkejut karena mendengar perusahaan miliknya sedang kolabs.
Beberapa aset perusahaan telah dicuri oleh pihak tertentu. Sebenarnya ia sudah melaporkan hal tersebut pada Syafea dan Umi tetapi sepertinya mereka menyembunyikan hal itu. Sehingga Zayd sama sekali tidak mengetahui hal itu.
"Kenapa semua menyembunyikan hal ini, biarkan aku bertindak sesuai dengan kecakapanku!"
"Baiklah, kalau begitu nanti malam kita akan bertemu."
Zayd akhirnya menyetujui hal itu. Sebagaimana ia akan menyelesaikan dua hal yang sangat penting di dalam hidupnya.
"Tunggu aku untuk membawamu kembali, Sayang."
Seolah mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh ayah dan ibunya, bayi di dalam perut Syafea seolah tidak menyulitkan ibunya. Biasanya morning sickness akan menyerang di jam-jam tertentu, saat ini semuanya terasa sudah hampir sembuh.
__ADS_1
Syafea yang kebetulan akan melihat surat tanda kehamilannya menjadi kebingungan karena di dalam tasnya ia tidak menemukan surat tersebut.
"Kemana surat itu? Astaga ... kenapa aku bisa seceroboh ini?"