
Ada sebuah harapan baru ketika manusia berada di sebuah fase terendah di dalam hidupnya. Saat ini dokter memang sedang melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan Aletta.
Kondisinya yang menurun drastis membuat dokter meminta seluruh anggota keluarganya untuk melakukan sebuah tes laboratorium, guna mendeteksi sampai dimana tahap kesehatan sang putri berada.
Awalnya Zayd menolak, tetapi setelah dokter mengatakan semua hal itu dilakukan demi keselamatan Aletta, maka Zayd baru memberikan ijinnya. Pak Rahmat menyentuh bahu Zayd, menyalurkan ketenangan dan bagaimana ia bisa bertahan sampai saat ini.
"Nak Zayd, boleh kita bicara?"
Zayd mengangguk lalu mengikuti langkah ayah mertuanya itu berlalu. Berjalan menuju ke sebuah lorong Rumah Sakit untuk sedikit menghirup udara.
"Duduklah!"
Zayd perlahan duduk lalu mulai mendengarkan apa yang akan dibicarakan oleh Pak Rahmat. Beliau mulai mengatakan beberapa hal yang berkaitan dengan Aletta dan segala kemungkinan yang akan terjadi padanya setelah ini.
Tanpa Zayd sadari air matanya menetes. Sebagai seorang lelaki sejati baru kali ini ia mendengar jika ada beberapa orang yang kurang beruntung di luar sana sampai rela melakukan hal diluar nalar demi bertahan hidup.
Terlebih untuk Aletta, istrinya. Demi memberikan sebuah keturunan untuknya ia rela menggadaikan masa depannya demi uang dan uang itu pula digunakan untuk membayar semua biaya operasi Pak Rahmat.
__ADS_1
"Dulu aku menganggap jika banyak orang yang lebih beruntung karena mereka hidup bahagia tanpa terbebani dengan harta karena mereka mempunyai keturunan. Akan tetapi Tuhan melimpahkan semua kekayaan kepadaku, dan menunda keturunan untukku."
"Hingga akhirnya Aletta datang sebagai istri yang menutup semua aibku dan menjadi penyempurna takdirku."
"Tetapi ini apa ... kenapa semua seolah tidak ada artinya?"
Zayd mengusap gusar wajahnya. Samar-samar dari kejauhan terdengar suara tangis bayi yang sangat ia kenal. Dengan cepat Zayd mengusap air matanya lalu mencoba menengok ke kanan dan ke kiri.
"Baby Noe? Bukankah kamu berada di rumah?"
Saat Zayd hendak berdiri rupanya ada suara derap langkah yang berasal dari beberapa orang menuju ke arahnya. Pak Rahmat terkejut akan kedatangan beberapa orang yang semakin mendekat ke arahnya.
"Umi, Abah."
Umi masih menggendong Baby Noe dan memandang ke arah Pak Rahmat. "Siapa dia?"
"Ini Pak Rahmat, ayah Aletta."
__ADS_1
Dalam sejenak Umi dan Abah menyalami besannya. Sebenarnya bukan hanya Umi dan Abah yang terkejut melainkan Pak Rahmat juga. Apalagi Umi menggendong seorang bayi yang menurutnya sangat mirip dengan Aletta di waktu kecil.
"Jangan kaget, Pak. Ini memang cucu Anda, putra dari Zayd bersama dengan Aletta."
"Ta-tapi bukankah waktu itu ia pergi ke luar negeri untuk belajar? Lalu baru satu tahun berlalu kenapa sekarang sudah ada bayi?"
Sejenak Pak Rahmat memegangi kepalanya. Zayd segera menopang tubuhnya.
"Bapak jangan salah paham. Kami menikah sebelum Aletta hamil dan untuk yang lainnya biar Umi dan Abah yang bercerita."
Terlihat dengan jelas jika saat ini Pak Rahmat menarik napasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Hal itu dilakukan secara berulang. Abah dan Umi sangat memperhatikan bagaimana respon yang diberikan oleh Pak Rahmat.
Tentu saja beliau sama terkejutnya dengan mereka di awal saat mereka tahu jika putra-putrinya melakukan pernikahan siri. Hingga berakhir dengan sebuah perjanjian pernikahan yang melibatkan seorang gadis harus menjalani surrogate mother yaitu Aletta.
Akan tetapi nasi sudah menjadi bubur dan semua sudah terjadi sehingga mereka hanya bisa memaafkan dan merestui hubungan yang sudah terjalin. Apalagi saat ini mereka sudah dikaruniai seorang bayi laki-laki yang sangat tampan bernama Noe Mizan Oraibi.
Sebuah harapan yang disematkan pada Baby Noe agar kelak menjadi anak yang cerdas, tanggap, kritis dan tenang dalam setiap tindakannya. Aletta memang menyerahkan semua itu pada suaminya. Sejatinya ia yakin nama apapun yang disematkan pada sang bayi pasti akan membawa manfaat untuk masa depannya. Aamiin.
__ADS_1
......................
Assalamu'alaikum, mohon maaf untuk semuanya karena up Aletta dan Zayd sangat tidak teratur. Dikarenakan othor masuk Rumah Sakit sehingga tidak bisa bekerja secara maksimal. Jadi othor mohon maaf sebesar-besarnya ya dan selamat menyambut Bulan Ramadhan, semoga kita dilimpahkan segala kesehatan ... Aamiin.