ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU
Part 57. BERSYUKUR


__ADS_3

"Abi mau kemana? Kenapa berpakaian rapi?" tanya Aletta yang melihat suaminya sedang bersiap-siap untuk pergi.


Satu jam yang lalu Aletta dan Zayd baru saja berbincang-bincang. Mereka tampak membahas sebuah rencana baru untuk masa depan mereka setelah Aletta melahirkan. Hampir semua janji yang pernah diucapkan oleh Syafea pada awal perjanjian dulu akan Zayd usahakan.


Maka dari itu Aletta begitu terkejut ketika suaminya hendak pergi, padahal sebelumnya ia berjanji akan menemaninya tidur malam ini. Tidur bukan dalam artian satu tempat tidur tetapi satu kamar tidur karena Aletta akan tidur di tempat tidur sementara Zayd di sofa.


Sebuah perjanjian telah disepakati keduanya, sebelum adanya pernikahan resmi secara hukum dan agama, Zayd tidak akan menyentuh Aletta secara berlebihan. Ia pun masih ragu dengan wali nikah yang dulu diajukan oleh Syafea.


Zayd tersenyum ke arah istrinya lalu ia pun mulai menghampiri istri keduanya itu.


"Tadi dokter Michael memintaku untuk datang ke Rumah Sakit dengan segera, maka dari itu kini sudah bersiap-siap saat ini."


"Oh, tetapi maaf karena tidak bisa menemani Abi. Perut ini masih bergejolak ketika mencium aroma Rumah Sakit, nggak apa-apa 'kan, kalau Abi pergi sendiri."

__ADS_1


"Nggak apa-apa, justru harusnya yang meminta maaf itu ...."


Belum sempat Zayd meneruskan kata-katanya, jari telunjuk Aletta sudah lebih dulu sampai di bibir Zayd. Tentu saja perlakuan manis dari Aletta membuatnya semakin jatuh cinta padanya.


"Nggak ada yang perlu disalahkan di sini, Abi hati-hati kalau nyetir ya, jangan ngebut!"


Zayd menanggapi perhatian Aletta dengan hati penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Akhirnya ia bisa menemukan cinta sejatinya yaitu Aletta yang setiap saat bisa membuat bahagia.


"Bagaimana hati ini tidak jatuh cinta berkali-kali padamu jika perlakuan yang kamu berikan semakin manis saja."


"Okey. Pamit dulu ya, Sayang. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam, Abi."

__ADS_1


Setelah semua hal yang dilakukan oleh Zayd mulai membaik dan perhatian, jiwa lugu Aletta sedikit goyah. Mungkin saja Aletta mulai jatuh cinta pada Zayd. Di tambah lagi selama ini Aletta tidak pernah jatuh cinta atau dekat dengan laki-laki. Maka dari itu saat dulu ia pernah ditawari untuk menjadi surrogate mother ia agak was-was.


Beruntung dokter menjelaskan semuanya. Di tambah lagi penjelasan yang diberikan oleh dokter Michael telah membuat ia harus mau melakukan semua ini.


Akhirnya Aletta ditinggal sendirian di rumah dan saat ini Zayd sudah berangkat ke Rumah Sakit untuk menemui dokter Michael. Mereka membicarakan perihal tentang Syafea yang baru saja mengalami operasi.


Namun, di sisi lain ia juga meminta pendapat dokter Michael tentang hubungannya bersama Aletta. Rupanya dokter Michael mendukung hubungan antara Zayd dan juga Aletta. Sehingga kemungkinan besarnya rencana Zayd akan terwujud.


Ia sudah tidak sabar untuk membina rumah tangga bersama dengan Aletta dan segera menceraikan Syafea. Sampai di sisi lain Hyu Jin merasa marah karena anaknya telah digugurkan oleh Syafea tanpa persetujuan darinya.


Padahal jika bayi tersebut tidak dikeluarkan dari perutnya maka secara otomatis akan mengancamnya sendiri. Akan tetapi Hyun Jin tidak memikirkan hal sampai sedetail itu, yang ia inginkan hanyalah kehidupan calon putranya yang berada di dalam rahim Syafea.


Lalu apakah Syafea akan segera membuka mata nya? Tunggu update selanjutnya ya. Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke karya teman Fany, judulnya Pengasuh Idaman.

__ADS_1



__ADS_2