JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 21


__ADS_3

Heh,, Lo harus ganti kerusakan mobil gue," ujarnya marah.


" Maaf mbak tapi saya kan gak salah,, yang salah itu mbaknya yang ngerem mendadak," ujar pemuda yang kebule-bulean itu.


" Mbak,, mbak,, Emangnya gue mbak lo apa ? pokoknya Gue gak mau tau Lo harus ganti kerusakan mobil Gue." bentaknya.


" Oke Saya akan ganti kerusakan mobil anda tapi nanti, sekarang saya lagi buru-buru,' ujar pemuda itu hendak pergi


Seketika Dira langsung melangkah menghalangi motor tersebut, Pemuda itu langsung memberhentikan motornya.


" Eh mau kemana Lo ? Jangan coba-coba kabur ya,,lo harus ganti kerusakannya sekarang juga, kalau gak Lo gak akan bisa pergi dari sini." Ancamnya


Pemuda itu kemudian mengambil dompetnya lalu mengambil KTP dan menyerahkannya ke tangan Dira,


" Maaf mbak,, saya benar-benar sedang buru-buru, ini KTP saya sebagai jaminannya ." Ujar pemuda itu langsung melajukan motornya.


Dira terbengong sendiri kala pemuda itu meninggalkannya, dia segera melihat KTP pemuda itu


" Muhammad Rafka,, Tampan juga," ucapnya sambil tersenyum dan menyimpan KTP tersebut ke dalam tasnya .


Dira segera melajukan mobilnya menuju ke kampus.


Sinta juga sudah sampai di kampus, dia berpas-pasan dengan Ica di parkiran Motor.


" Sinta lo baru sampai juga," sapa Ica yang sudah memarkirkan motornya


" Iya,, Tungguin aku ya Ca, Aku parkirin motor ku dulu," ujarnya sambil mencari tempat parkir yang pas.


Setelah memarkirkan motornya Sinta segera menghampiri Ica yang sudah menunggunya di sana, mereka pun segera berjalan menuju ruang kelasnya.


Jono dan Zidan yang melihat kedatangan mereka langsung menghampiri mereka.


"Sinta ! Kalian tau gak ? Aku tadi dengar dari anak-anak kalau ada Dosen baru di kampus kita yang akan menggantikan Pak Seno yang udah pensiun itu," ujar Jono


Mereka berdua menggelengkan kepalanya,


" Dosennya cowok apa cewek ? " tanya Ica antusias


" Cowok,, kata mereka sih masih muda dan wajahnya ke bule-bulean," lanjut Jono


" Wah,, jadi tambah semangat belajar nih, ya gak Sinta ? Ucapnya, Dia tak menyadari sepasang mata tak suka menatap kearahnya.


Sinta hanya tersenyum karena dia sudah mengetahui siapa yang mereka maksud. Dari arah pintu ruang kelas itu muncul Dira dengan wajah bete nya, mereka semua melihat ke arahnya.


" Kenapa Lo ? kusut amat mukanya kayak baju belom di setrika aja " tanya Zidan


" Bete gue," jawabnya singkat


" Bete kenapa sih Dira sayang " ujar Jono

__ADS_1


"Sayang,,sayang pala lo peyang," ucap Dira tambah bete


Ha...ha..ha..


Sontak mereka semua tertawa mendengar ucapan Dira,


" Namanya juga usaha he..he.." ujar Jono cengengesan


" Kamu kenapa sih Dira, kalau ada masalah cerita dong sama kita," ucap Sinta


Dira menarik nafas dan mengeluarkanya kasar, " Tadi gue kecelakaan " ujarnya


Apaaa...!!! teriak mereka barengan


"Lo gak apa-apa kan Dira sayang ? gak ada yang luka kan ?" ujar Jono sambil membolik-balikkan badan Dira


Dira menjitak kepala Jono


"Huuuu,,modus lo Jon," ucap Zidan


" Modus apaan,, Gue beneran khawatir kok ama yayang gue," ujar Jono lebay.


" Kamu gak apa-apa kan Dira," tanya Sinta


" Gue gak apa-apa kok, tapi Bamper belakang mobil gue hancur, gue kan baru seminggu makek nya" ucapnya sedih


"Alaah  lebay juga lo Dira sama kek si Jono, memang cocok ya kalian," ujar Zidan


" Tapi kan walaupun begitu, penabraknya harus tanggung jawab kan ?" ujar Dira


" Iya sih, emang kamu kenal sama penabraknya ?" tanya Sinta


" Gak kenal sih, Tapi gue Punya KTPnya,, sebentar gue ambil dulu," ucapnya seraya membuka tasnya mencari-cari KTP yang ditaruhnya di sana tadi.


Dira asik mengobrak abrik isi tasnya sehingga dia tidak menyadari kalau Dosen sudah berada dalam ruangan kelas itu


" Wah,,tampan banget," ucap para gadis di dalam ruangan itu


" Pagi semua,,Saya adalah Dosen yang akan menggantikan Pak Seno," Ujar Dosen tampan itu


Dira yang dari tadi tidak tau kalau Dosenya sudah masuk langsung mendongakkan wajahnya,


Deggg...Jantung Dira berdetak kencang melihat sosok Dosen itu, Dia pun menyembunyikan wajahnya di balik sebuah buku di tangannya.


Mati gue,, ternyata dia dosen baru di kampus ini, kalau dia tau gue kuliah di sini bisa berabe,, batin Dira


Rafka tersenyum melihat Dira bersembunyi darinya, padahal tadi Rafka sempat melihat Dira Disana.


Hemmm,, ternyata gadis itu kuliah di sini rupanya, gue kerjain ah,, batin Rafka

__ADS_1


"Di sini ada yang sudah kenal sama saya ? Atau mungkin sudah pernah ketemu saya sebelumnya ?" tanya Rafka


"Belum pak," jawab mereka serentak


Bang Rafka ngapain sih nanya kek gitu, apa bang Rafka mau bilang kalau aku ini sepupunya,, batin Sinta sambil melototkan matanya.


Rafka tersenyum ke arah mereka dan mulai berjalan menuju ke arah Dira. Rafka segera mengambil buku yang di pegang Dira dan membaliknya.


"Kalau baca buku itu jangan terbalik," bisiknya di telinga Dira


Dira kaget,, Dia melongo melihat Rafka sudah ada di hadapannya, wajah Dira merah menahan malu. Dia mengangkat dua jari ke atas di belakang bukunya.


Rafka hanya tersenyum melihatnya lalu berjalan kembali ke depan .


"Oke,, karena belum ada yang kenal sama saya, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, karena tak kenal makanya tak..."


"Sayang..." sahut mereka serentak


"Cakep,," ujar Rafka dengan tingkah kocaknya, semua tertawa melihatnya, mereka baru kali melihat bule yang memiliki tingkah konyol seperti itu apalagi ini seorang Dosen.


"Oke,, Kenalkan nama Saya Muhammad Rafka, kalian bisa panggil saya pak Rafka, saya akan menggantikan Pak Seno Dosen mata kuliah Bahasa Inggris," ujarnya


"Sampai di sini ada pertanyaan ?" tambahnya


"Pak..!!" ujar lusi sambil mengangkat tangannya.


"Iya,, kamu, silahkan ?" ucap Rafka


"Bapak sudah punya pacar atau sudah istri belom?" tanya Lusi dengan nada genitnya, Lusi memang terkenal genit dan bisa di bilang Play girl di kelas itu, dia sering gonta ganti pacar dan tidak bisa melihat cowok tampan, apa lagi cowoknya setampan dan berwibawa seperti Rafka.


Huuuu...


Ruangan itu menjadi gaduh ketika Lusi melontarkan pertanyaan itu.


"Apaan sih, sirik aja kalian," ucap Lusi masih menatap genit ke arah Rafka.


"Sudah jangan Ribut,, Hemm, kebetulan saya belum punya pacar ataupun istri, dan bisa di bilang saya Jomblo ," ucap Rafka sambil tersenyum


"Pak !! Saya bersedia kok jadi pacar ataupun calon Istri bapak," ujar Luci lagi membuat kelas itu kembali gaduh.


"Heh Lusi, mana mau Pak Rafka sama Lo ! ngaca dong, jangan ngayal siang-siang bolong,, sama kayak nama lo ILUSI..Ha...ha...," ujar Jono terus tertawa, semua yang mendengarnya jadi ikut tertawa.


"Namanya juga Usaha, siapa tau Pak Rafka mau jadiin gue Istrinya," ujar Lusi masih dengan nada centilnya dan pede tingkat tinggi


"Mimpi...,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Jangan lupa Like dan Comentnya ya,,

__ADS_1


Tekan tanda ❤ agar kamu dapat notif Up date nya...


__ADS_2