JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 65


__ADS_3

"Kita makan di mana Nih ?" tanya Rafka.


"Terserah kamu, aku ikut saja," jawab Dira


"Yuk jalan," ajak Dira semangat dan segera menaiki motor itu.


Rafka tersenyum senang melihatnya, dia pun segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Sampailah mereka di sebuah Cafe yang tidak terlalu besar tapi cocok buat pasangan kekasih. mereka pun lalu masuk ke sana Dan memilih duduk di tempat yang jauh dari meja-meja lainnya agar lebih nyaman ngobrolnya.


"Kamu mau makan apa?" tanya Rafka, Dira hanya memandang ke arah Rafka.


MasyaAllah begitu indahnya ciptaanmu ini, sampai-sampai aku hanya ingin memandangnya seorang,, Batin Dira


Rafka melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Dira, Dira kaget lalu tertunduk malu karena ketahuan mencuri-curi pandang ke arah Rafka.


"Eh kenapa tadi ?" tanya Dira


"Kamu mau pesan apa ?"


"Apa aja deh, yang penting enak," ujar Dira, Rafka tersenyum lalu memanggil pelayan.


Setelah mereka memesan makanannya, pelayan itu pun pergi dari sana. Wajah Rafka nampak gelisah, dia tidak tau gimana harus memulai obrolan dengan Dira, dia takut kalau Dira tidak mau ikut dengannya karena dia akan sangat kecewa kalau itu terjadi.


"Kamu kenapa terlihat gelisah begitu, apa ada masalah ?" tanya Dira heran melihat Rafka begitu.


Huufff..


Rafka menarik nafas dan menghembuskan pelan untuk menghilangkan rasa kekhawatirannya.


"Sebenarnya aku mengajak kamu makan di luar ada yang ingin aku omongin sama kamu," ujar Rafka.


Apa jangan-jangan Rafka mau nembak gue ya,, ya Ampun gue mau banget kalau memang begitu adanya,, Batin Dira


"Kamu mau ngomong apa ?" tanya Dira antusias


"Sebenarnya saya.." Dira menatap Rafka dengan berbinar.


"Ah gak usah deh, aku takut kamu gak mau,"


"Aku mau kok," ucap Dira cepat


"Beneran kamu mau ?" Dira menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Makasih ya, Sinta pasti senang banget kamu mau pergi ke pertunangannya," ujar Rafka


"Jadi kamu mau ngajak aku ke kampungnya Sinta buat hadirin pertunangannya ?" tanya Dira


"Iya...kamu pikir apa ?" tanya Rafka binggung


"Ah gak apa-apa kok, aku sangat senang kalau bisa menghadiri pertunangan sahabat aku sendiri," ucap Dira memalingkan wajahnya malu.


What..jadi Rafka bukan mau nembak gue, Dia hanya mau ngajak gue ke kampingnya Sinta ,, iiih malu banget hue kalau sampai ketahuan ngarepin di tembak sama dia,, Batin Dira


Rafka tersenyum manis kearah Dira, dia tau apa yang dia katakan itu tidak sesuai dengan harapan Dira, Dari Ekspresinya saja sudah kelihatan kalau Dira kecewa padanya, tapi dia tidak menanggapinya karena dia telah menyiapkan tempat yang sempurna buat memulai hubungan mereka untuk lebih serius yaitu di kampung kelahirannya nanti.


"Berarti kita besok pagi harus berangkat ke sana agar kita bisa istirahat sejenak, karena acaranya di adakan lusa, Aku gak mau saat kita berada di sana kamu kelihatan lelah kurang istirahat," ujar Rafka


"Iya..aku juga akan minta izin dulu sama orang tua aku," ucapnya


"Aku tunggu kabar baiknya ya," ucap Rafka


Tak lama kemudian makanan pun tiba dan di sajikan di meja, mereka pun mulai memakan makanan itu sambil sekali-kali tertawa.


🌹🌹🌹


Sudah dua hari Bian memantau keadaan Siska dari kejauhan, dia takut kalau bertemu langsung dengan Siska akan membuat Istrinya itu menjadi risih, makanya dia melihatnya dari kejauhan.


Sehabis makan siang tadi, Bian mengunjungi rumah di mana Sinta berada, dan seperti biasa dia hanya memarkirkan mobilnya di seberang jalan, Bian hanya ingin melihat Siska apa dia bail-baik saja atau enggak.


Saat dia baru sampai di sana, sebuah mobil berbelok ke arah rumah itu dan berhenti tepat di depan rumah itu. Dari dalam mobil turun seorang wanita muda yang sangat elegant dan segera menuju ke arah Siska.


Plaakk...


"Dasar perempuan murahan, bisa-bisanya kamu menggoda Sultan, kamu tau gak kalau Sultan sudah punya tunangan yaitu aku," ucap gadis itu memarahi Siska, Siska hanya diam saja dengan apa yang di lakukan gadis itu.


Siska menyadari kalau hal seperti ini akan terjadi juga, Kehadirannya di rumah Sultan akan membuat semua orang salah faham sama mereka.


Bian menggepalkan tangannya dan segera turun dari mobilnya.


"Heh apa yang lo lakuin sama istri gue hah," bentaknya.Wanita itu kaget begitubpula dengan Siska.


Istri ..dia mengakui aku sebagai istrinya ? enggak..enggak Siska kamu jangan terbuai oleh kata-katanya, siapa tau dia seperti itu ada maksud lain, kamu tidak boleh terlena kalau kamu tidak ingin kembali kecewa,, Batin Siska


" Dia istri kamu ? Eh mas..kalau punya Istri itu di jaga ya, jangan sampai mengoda tunangan Orang," ucap gadis itu dengan nada tinggi


"Siapa yang menggoda tunangan Lo, jangan asal ngomong lo ya..dia di sini buat berobat." ujar Bian, Bian mengetahui kalau Sultan itu adalah Pskiater karena dia sudah menyuruh orang buat menyelidikinya.

__ADS_1


"Kalau buat berobat kan gak harus menginap di rumahnya sampai seminggu lagi, apa itu kalau bukan mau menggoda," ucap gadis itu mulai melunak


" Dia di sini karena gue yang nitipin dia ke Sultan, kerena gue pergi ke luar negeri dalam beberapa hari ini," ujar Bian, dia terpaksa berbohong agar gadis itu tidak menuduh istrinya lagi.


"Kalau begitu maaf, saya tidak tau,"


"Seharusnya Lo minta maaf sama istri gue bukan sama gue," ujar Bian, Wanita itu berbalik ke arah Siska.


"Maafin saya ya, saya sudah salah sangka sama kamu," ucapnya


"Gak apa-apa kok, sudah sewajarnya kamu seperti itu, kalau pun saya jadi kamu mungkin saya akan seperti itu juga," ucapnya menyindir Bian.


Bian merasa kata-kata itu di tujukan buatnya, dia menundukkan kepalanya.


"Sekali lagi saya minta maaf, kalau begitu saya permisi dulu," ucap gadis itu lalu pergi dari sana.Kini tinggallah Bian dan Sinta di sana.


"Kenapa kamu ngelakuin ini mas ?" tanya Siska


Bian mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu membela saya di depannya ?"


"Karena kamu istriku," ucap Bian


Deggg...


Deyak jantung Siska seketika memacu mendengar ucapan Bian, rasa yang ingin dia kubur dalam-dalam seketika muncul lagi kepermukaan, dia tidak menafikkan kalau dia memang masih sangat mencintai Bian, namun dia masih ragu dengan Bian,apa Bian melakukan ini semua karena sudah ada rasa sama dia atau karena tekanan dari orang tuanya sehingga dia repot-repot berusaha membawa Sinta kembali ke rumahnya.


"Apa sekarang kamu mau ikut pulang kerumah bersamaku ?" tanya Bian


"Aku mau asalkan kamu menyetujui beberapa syarat dariku..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Penasaran gak Preview Bab pertunanganya Rama & Sinta ? Ayo segera Follow IG miss N ya di @missniar88


Di sana sudah miss N share Previewnya dan juga visual versi miss N loh 😍😍😍


Dan jangan lupa


👇👇👇


Like dan coment yang banyak ya😍🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2