
Oh ya Yusuf, gimana kalau kamu saya jodohin sama sepupunya Rama ?" ujar Muna
"Maaf tante, kalau soal hati saya ingin mengalir apa adanya, tanpa adanya perjodohan, agar nanti kedepannya semuanya gak ada yang tersakiti," ucap Yusuf, Rama yang mendengar dalam ucapan Yusuf ada rasa kecewa yang mendalam jadi merasa bersalah begitu pula dengan yang lainya.
"Maafkan aku Yusuf, aku gak bermaksud merebut Sinta dari kamu," suasana menjadi tegang.
"Apaan sih, aku hanya bercanda kali, aku sudah Ikhlas kok kalau kamu yang menjadi pendamping Sinta," ujar Yusuf, semua merasa lega mendengarnya.
"Besar sekali hati mu nak, Kamu pasti cocok sama Aisyah sepupunya Rama, kalau kamu gak mau di jodohin kamu kenalan saja dulu, besok dia pasti datang kok ke pertunangan Rama," ucap Muna masih berusaha mendekatkan Yusuf dengan anak kakaknya itu.
"Baiklah tante, aku ikut saja, setelah itu semuanya kita serahkan sama pemilik hati," ucapnya.
" Jadi sekarang rencananya gimana nih, saya jadi penasaran sama kejutan kalian besok," tanya Firman antusias, Fajar pun lalu memberitahukan rencananya pada calon besannya itu dan setelah itu mereka makan-makan.
🌹🌹🌹
Rafka sedang menunggu Dira di Air port Soekarno-Hatta, keberangkatan sebentar lagi, tapi Dira belum juga muncul, sudah beberapa kali Rafka menghubunginya tapi tidak di angkatnya juga.
"Kemana ya Dira, kok gak angkat telpon dari aku ya, apa terjadi sesuatu sama dia, padahal semalam dia sudah bilang sama aku kalau dia mau ikut," guman Rafka
Sebuah tangan menepuk pundaknya sehingga membuat dia kaget.
"Sudah lama nunggunya," ucap Gadis itu yang tak lain adalah Dira. Rafka pun tersenyum kearahnya. Dira tidak datang sendirian melainkan dengan Gengnya yaitu Ica, Zidan dan Jono.
"Kalian ikut juga," ujar Rafka
"Ya iya lah pak, Sinta kan sahabat kita, masak di hari bahagianya itu kita gak datang sih, lagian kita mau ngasih sureprise sama dia di hari ulang tahunnya." ucap Jono
"Ayo kita masuk," ajak Rafka sambil mengandeng tangan Dira, Dira pun pasrah saja sedangkan Jono memegang dadanya.
"Sakitnya tuh di sini," ucapnya
"Lebay lo Jon, ayo masuk," ajak Zidan
Mereka pun akhirnya check in, dan setelah itu Pesawatpun akhirnya lepas landas.
Di pesawat Dira duduk dengan Rafka, Zidan pastinya duduk dengan Ica kekasihnya, sedangkan Jono sendirian, di sampingnya belum ada yang duduk.
Tak selang berapa lama datang seorang gadis berhijab duduk di samping Jono, wangi semerbak membuat Jono menoleh kearahnya.
__ADS_1
Sebuah senyum muncul di bibir Jono.
"Alah mak...ada Bidadari turun dari kayangan," ucapnya spontan membuat gadis itu tersenyum kearahnya yang membuat jantung Jono dag dig dug seer.
Gadis itu pun duduk di sana, Jono langsung semangat lagi setelah tadi sempat down melihat Dira dan Rafka.
"Sendirian aja neng ?" tanya Jono
"Iya mas," jawabnya lembut, jantung Jono makin gak karuan.
"Kenalin saya Jono, kalau kamu siapa ?tanya Jono sambil menjulurkan tangannya ingin bersalaman.
"Saya Aisyah mas," ucap Aisyah menyatukan tangannya di depan dada.
Jono jadi semakin senang melihat apa yang di lakukan Aisyah.
Benar-benar wanita idaman,, Batinnya.
"Aisyah mau ke Aceh juga atau kamu memang orang sana ?" tanya Jono
"Saya asli orang Jakarta mas, saya ke sana mau menghadiri pesta pertunangan sepupu saya," jawabnya
"Loh kok bisa sama sih, saya juga mau menghadiri pesta tunangannya sahabat saya, jangan-jangan orangnya sama lagi," ujar Jono
" Iya juga ya," ucap Jono sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal yang membuat Aisyah tertawa melihatnya.
Setelah sekian lama mereka mengobrol akhirnya mereka tertidur juga karena perjalanan masih lama.
Pesawat mendarat di Airport Sultan Iskandar Muda (SIM) dengan mulus, semua penumpang turun termasuk Rafka dan yang lainnya.
Jono masih sempat-sempatnya meminta nomor telponnya Aisyah dan Aisyah pun memberikannya. Akhirnya mereka berpisah karena Jemputan Aisyah sudah datang dan mereka pun menuju hotel yang sudah di pesankan buat mereka.
Mereka sengaja tidak langsung menuju ke rumahnya Sinta karena memang mereka akan memberikan kejutan buat Sinta besoknya di acara itu.
Setelah melepas penat akhirnya mereka memutuskan buat mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di Aceh seperti Mesjid Raya Baiturrahman, Mesium Tsunami, mesium Aceh dan beberapa tempat wisata bahari lainnya.
Mereka seakan tidak ada capek-capeknya kerena memang suasana di sana masih sangat alami dan jauh dari kata polusi, mereka di manjakan oleh spot-spot yang sangat memukau untuk di abadikan dengan camera yang di bawa oleh Jono.
Rafka tak lupa pula mengajak mereka menikmati hidangan Khas Aceh di sebuah Restorant mewah di sana yang khusus menyediakan makanan Khas aceh saja.
__ADS_1
Dengan semangat mereka menyantap makanan itu sampai nambah lagi. Apalagi Jono yang memang doyan makan itu dan anehnya walaupun dia banyak makannya tapi tubuhnya masih saja proporsional.
"Eh Jon, lo makan apa kerasukan," tanya Zidan
"Gue kerasukan bro, gue jatuh cinta sama ni makanan, sepertinya gue harus cari jodoh orang sini deh," ucapnya
"Jangan Bro, yang ada lo nanti kayak bola kalau lon punya jodoh orang Aceh, habisnya lo makan terus kerjaannya," ujar Zidan, mereka semua tertawa mendengar ucapan Zidan.
"Kalau pak Rafka gak ada niat nih buat cari Jodoh di kampung halaman ?" pancing Ica
"Gak..saya sudah menemukan orang yang saya pengen jadikan ibu dari anak-anak saya," ucap Rafka
Uhukk..uhukk..
Dira tersedak, Rafka mengambil minuman dan memberikan buat Dira.
"Kenapa lo Dir,, kok lo bisa tersedak gitu dengar kata-kata Pak Rafka." tanya Zidan yang pura-pura tidak tau.
"Sayang kamu gak peka banget sih sama perasaan sahabat kita ini," ucap Ica manja
"Aku cuma peka sama perasaanmu aja sayang," ucap Zidan mencubit lembut hidung Ica.
Uhuk..uhukk..
Batuk Jono, semua memandang kearahnya .
"Kenapa lo Jon ?" tanya Dira
"Gue tersedak, apa gak ada dari kalian yang mau ngasih gue minum," ujarnya
"Yeay kirain apa, lo ambil sendiri tuh di meja, dekat ini," ucap Ica.
"Kalian memang tidak berperisahabatan ya, masak guenya gak di perhatiin juga gitu," ujar Jono.
Dira mengode pada semuanya, dan mereka serentak mengambil minuman dan menyodorkan ke arah mulut Jono sehingga Jono malah susah untuk meminum air yang sebanyak itu.
Tawa pun pecah di sana. baju Jono sudah basah terkena air yang tertumpah akibat perbuatan Mereka, dan akhirnya dia pamit ke toilet. Saat keluar dari toilet.
Bruuuk...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Coment yang banyak dong...😊😊