
Rama...jangan mancing- mancing mama deh kamu," ujar Muna
"Mama gak mau kejar-kejaran kayak tadi lagi, itu bisa buat dandanan mama berantakan," ucap Muna
"Maaf ma,, ayo kita berangkat ," ajak Rama
mereka pun kemudian pergi ke tempat di mana sudah di tentukan oleh ayahnya Sinta dengan menggunakan mobil yang sudah disewa oleh Rama untuk trasportasi mereka selama di sana.
Setelah beberapa lama perjalanan, mereka akhirnya sampai juga di Sebuah Restorant yang tidak terlalu besar. Rama menuntun orang tuanya masuk kesana dan menuju ke sebuah privat Room yang di dalamnya sudah menunggu Orang tuanya Sinta dan Ustadz Burhan.
Fajar akhirnya memberitahukan juga kepada istrinya tentang rencananya itu, awalnya Rahmi kaget mendengarnya tapi akhirnya dia setuju juga dengan ide suaminya itu, selain memberi pelajaran kepada Sinta mereka sekalian memberi kejutan kepadanya karena hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun Sinta.
Tok..tok...
Rama mengetuk pintu itu lalu membukanya, mereka masuk kesana, Orang tuanya Rama kaget melihat Fajar.
"Pa..kayaknya mama pernah bertemu deh sama bapak itu, tapi di mana ya," bisik Muna pada suaminya.
"Iya ma..papa juga merasa begitu saat pertama kali melihat dia," ucap Firman
Fajar pun tak kalah kagetnya dengan mereka.
"Eh bukannya anda pak Firman ya," ujar Fajar
"Iya...anda siapa ya ?" tanya Firman, Fajar tersenyum.
"Pak Firman ini pelupa ya, baru tadi malam kita bertemu dengan saya dan putri saya di warung nasi goreng yang ada di perempatan jalan itu loh," ujarnya.
Firman dan Muna baru menyadari ternyata Fajar adalah ayahnya gadis yang menolong Muna tadi malam, senyum pun terbit di bibir keduanya.
"Jadi anda pak Fajar, ayahnya Sinta yang tadi malam menolong saya," ucap Muna berbinar.
"Ternyata dunia ini sempit sekali ya pak, baru semalam bertemu eh ternyata calon besan rupanya," gurau Fajar.
"Pa...mama gak mimpi kan, ini beneran kan, Sinta calonnya Rama itu adalah gadis yang semalam," ucap Muna sambil mencubit tangan Firman.
"Aww.." pekik Firman
"Ha..ha..mama ini ada-ada aja deh, kalau mama yang lagi mimpi kenapa malah papa yang di cubit," ucap Rama
__ADS_1
"Abisnya kalau nyubit sendiri kan sakit, mending cubit papa kan sama saja," ucap Muna
"Gak apa-apa Rama, itulah romantisnya mama kamu sama papa, berbagi kesakitan," ucap Firman sambil menoel hidung Muna yang membuat mereka semua disana tertawa.
Fajar sangat senang melihat keakraban dan kehangatan keluarga calon besannya itu, tidak salah dia mengambil keputusan buat merelakan Sinta bertunangan dengan Rama. Selain Rama orangnya bertanggung jawab keluarganya pun sangat baik sepertinya.
"Udah ah pa, malu kan sama calon besan kita," ucap Muna
"Oh ya Pak Fajar ini siapa ?, Sintanya mana ?" tanya Muna.
"Kenalkan saya Ustadz Burhan," ujar Burhan
"Ooo pak Fajar ini gak sabaran juga ya orangnya, sudah bawa penghulu aja," canda Muna
"Ha..ha..ha..Bu Muna ini bisa aja, saya ini adalah mantan calon besannya pak Fajar," ucap Burhan yang membuat Firman dan keluarganya
melongo mendengarnya.
"Maksud pak Burhan apa?, apa Sinta punya saudara perempuan lainnya ?" tanya Firman
"Bukan begitu maksud saya pak Firman, awalnya yang akan bertunangan dengan Sinta adalah anak saya Yusuf, tapi karena Sinta mencintai nak Rama makanya kami mengalah," jelas Burhan, orang tua Rama semakin bingung di buatnya.
"Gini pak Firman, awalnya Sinta saya jodohkan dengan anak Ustadz Burhan ini yang bernama Yusuf, tapi setelah kami tau kalau Sinta dan Rama saling mencintai kami mengambil kebijakan buat membatalkan pertunangan Sinta dengan Yusuf dan mengantikan nya dengan Nak Rama ini loh," ujar Fajar
"Jadi maksud pak Fajar ini Rama anak saya calon pengganti gitu ?" tanya Muna
"Ya kira-kira seperti itu lah Bu," ucap Fajar
" Sudah kayak judul novel yang pernah saya baca tuh pa,, seru banget loh pa, papa baca juga dong," ujar Muna
"Mama..kok malah ngomongin novel sih, ini lagi ngomongin Sinta," Ujar Rama malu karena sikap mamanya yang cuek saja dengan keadaan sekitarnya.
Fajar dan yang lainnya tertawa melihat tingkah ibu dari Rama itu yang terlihat apa adanya, tidak sombong walaupun sebenarnya mereka itu orang yang sangat kaya Di Jakarta.
"Bu Muna bisa aja, Iya..ya..benar juga seperti judul novel, saya juga pernah baca," ujar Rahmi, semua mata memandang ke arahnya, Rahmi hanya cengengesan melihat tatapan mereka ke arahnya .
"Bu Rahmi suka baca Novel juga ya, nanti deh kita bahas itu sekarang kita bahas masalah anak-anak kita dulu," ujar Muna yang mempunyai teman Baru yang sama-sama baca Novel.
"Dasar emak-emak, kalau sudah ketemu sama yang hobbynya sama ya kek gitu tuh," guman Firman
__ADS_1
"Papa..ngatain mama ya," ujar Muna
"Enggak ma, papa dari tadi diam saja kok,"
"Sudah dong ma,, pa, jangan ribut terus malu tau sama Ayah nya Sinta dan juga Ustadz Burhan.
"Gak apa-apa kok nak Rama, Malahan kami senang melihat keluarga nak Rama yang apa adanya, terlihat hangat dan harmonis," ujar Burhan
"Oh ya saya dari tadi gak melihat Sinta , apa dia gak Datang," tanya Muna
"Maaf sebelumnya, Bukannya Sinta tidak datang, tapi kami yang tidak memberitahukan kepadanya kalau kami mau bertemu dengan keluarga nak Rama karena memang dia taunya dia akan bertunangan dengan Yusuf," jelas Fajar.
"Maksud Pak Fajar apa ?" tanya Muna reflek
"Gini loh bu Muna, kami tidak memberitahukan kalau bukan Yusuf yang jadi calon tunangannya tapi nak Rama, makanya dia sekarang sedang di rumah saja mempersiapkan dirinya buat besok," ujar Rahmi
"Kenapa bisa begitu, bukan kah yang mau bertunangan itu Rama dan Sinta ya," tanya Muna lagi yang masih belum mengerti.
"Iya Bu Muna, kami hanya ingin memberi kejutan saja buat Sinta karena besok bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 24 tahun," jelas Fajar.
"Makanya Saya dan pak Burhan merencanakan ini semua," tambahnya
"Ooo..semacam sureprise gitu," ucap Firman
"Wah..bakalan seru nih, tapi kasian Sintanya ya, pasti dia shock banget besok," ucap Muna
"Tapi ngomong-ngomong Yusuf nih ya, apa dia gak keberatan gitu posisinya di ganti sama Rama ?"
"Gak kok tante, Assalamuàlaikum semua, maaf telat," ucap Pemuda yang baru saja datang tak lain adalah Yusuf yang menghampiri mereka dengan senyum manisnya.
"Wah ini toh yang namanya Yusuf, tampan ya.." ujar Muna
"Tapi lebih tampan anak mama ini loh," ujar Rama gak mau kalah sama Yusuf.
"Narsis kamu Ram, tapi bener juga sih," ujar Muna.
"Oh ya Yusuf, gimana kalau kamu saya jodohin sama sepupunya Rama ?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Like dan Coment yang banyak ya 😍🙏🙏