
Bian baru pulang dari kantornya, dia menghempaskan tubuhnya di king side nya, Rasa lelah berkutat dengan pekerjaan yang menumpuk membuatnya seakan-akan ingin mengistirahatkan tubuhnya segera.Diapun akhirnya tertidur tanpa membersihkan dirinya dulu.
Siska yang baru masuk kekamar hendak memanggilnya untuk makan malam melihat suaminya sudah tertidur lelap dengan masih memakai pakaian kantornya.
Perlahan Siska membaringkan Bian dengan benar dan mulai melepaskan sepatunya juga Jas Yang di pakai oleh Bian. Siska memandang ke arah wajah suaminya yang kelihatan lelah itu.
"Kasian sekali kamu mas, kamu pasti capek banget bekerja seharian," ujar Siska mengecup kening suaminya itu.Terlihat Bian mengeliat , Siska menyelimuti tubuh suaminya dengan selimut kemudian dia bergegas ke kamar mandi.
"Semoga hari ini aku sudah suci, aku gak tega melihat mas Bian selalu menahan Hasratnya itu ketika berdekatan denganku," ujar Siska
"Alhamdulillah, aku harus segera mandi agar nanti aku bisa memberitahukan pada mas Bian kalau aku sekarang sudah suci," ujarnya sambil tersenyum, Siska pun kemudian segera mandi menghilangkan Hadast besar di tubuhnya itu.
Siska sudah selesai dengan ritual mandinya itu, dia keluar dari kamar mandi kemudian menuju ke kamar ganti hendak memakai piyamanya, tapi saat dia sedang mengambil piyamanya di lemari, sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Apa kamu sudah suci sayang," Bian berbisik di telinga Siska sehingga membuat Siska jadi merinding dan seluruh bulu-bulanya meremang.
"Ah mas Bian kamu bikin kaget aku saja," ujar Siska kaget.
"Kamu belum jawab loh, " ujarnya lalu mengecup pundak Siska yang terpampang itu karena Siska hanya memakai handuk yang menutup dada sampai pahanya saja.
"Iya mas ," jawab Siska sambil menunduk malu, Bian segera menggendong Siska dan membawanya ke kamar lalu membaringkannya di King sidenya.
"Sayang apa kamu sudah siap ?" tanya Bian yang tau kalau Siska merasa takut walaupun itu bukan yang pertama kalinya buat mereka tapi kali ini mereka akan melakukannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Iya mas," ucap Siska lembut yang membuat hasrat Bian semakin menggebu-gebu. Bian segera melepaskan handuk yang membalut tubuh Siska dan terpampanglah pemandangan indah yang membuat Bian semakin bergairah, Dia mulai mengecup pucuk kepala Siska kemudian turun sedikit demi sedikit dan berakhir dibibir ranum milik Siska itu.
Ciuman itu semakin memanas sehingga Siska kesulitan bernafas, Bian semakin menggila, memang dia pernah melakukannya sekali dengan Siska tapi itu tidak di dasarkan dengan cinta hanya birahi yang mendominasinya.
Tapi apa yang mereka jalani saat ini semuanya sangat berkesan baginya, dia bisa menikmati setiap Inci tubuh Siska dengan penuh kelembutan yang membuat Siska semakin melayang di buatnya.
Tanpa mereka sadari keduanya sekarang sudah dalam keadaan polos.
"Kamu siap sayang," tanya Bian,Siska mengangukan kepalanya, perlahan Bian melakukan penyatuan itu, Bian melakukannya pelan-pelan, walaupun dia sudah pernah membobolnya akan tetapi milik Siska masih terasa sangat sempit sehingga Bian takut kalau Siska akan kesakitan.
"Apa itu sakit sayang ?" tanya Bian
"Sedikit ," jawab Siska
"Tahan ya sayang, " ujar Bian
Dengan sekali hentakan junior Bian bersemanyam sempurna di dalam gua licin milik Siska, terdengar pekikan dari mulut Siska sehingga Bian menghentikan aksinya itu.
Setelah merasa Siska sudah tenang Bian melanjutkan aksinya sehingga mereka mencapai puncak kenikmatan yang tiada tara.
__ADS_1
Bian akhirnya terkapar lelah dengan senyum menghiasi bibirnya. Dia mengecup kembali pucuk kepala Siska, kemudian membawa Siska kedalam pelukannya dan akhirnya mereka pun tertidur pulas dengan saling berpelukan.
🌹🌹🌹
Rama malam ini berencana pulang ke Mansion Orang tuanya karena dia tau kalau Sinta sedang berada di sana.
Dengan penuh semangat dia melajukan mobilnya menuju Mansion yang jauh dari perkotaan itu.Setelah sekitar satu jam perjalanan Rama akhirnya sampai juga di sana, dia segera memarkirkan mobilnya lalu bergegas masuk ke Mansion itu.
"Mama..papa..Iam At Home..." ucap Rama
"Rama...salamnya mana ?" ujar Muna
"Iya mamaku sayang, Assalamualaikum..."
"Waà laikimsalam..tumben kamu pulang ke sini ?" tanya Muna yang asik mengelus-elus kepalanya Firman yang tidur di pangkuannya.
"Iya..sepertinya kamu enak makan hari ini, sehingga membuat kamu pulang kemari," ucap Firman yang membaca sebuah buku dan masih tidur di pangkuan Muna.
"Papa bisa aja, aku ke sini karena lagi pengen aja ," jawab rama
"Lagian aku sudah kangen sama kalian, apa gak boleh aku mampir ke sini ?" ujar Rama
"Kamu kangen sama kami atau hanya modus aja agar kamu bisa ketemu Sama Sinta di sini," ujar Muna, Rama cengengesan
"Mama Tau aja.." ujarnya
"Dia siapa ?" tanya Muna
"iiih mama, baru saja mama menyebut namanya sudah lupa aja,"
"Siapa sih yang kamu maksud ?" ujar Muna pura-pura gak ngerti.
"Sinta ma..Sinta.." ucap Rama kesal
"Oooo bilang dong dari tadi ," jawab Muna
"Tadi kan aku sudah bilang mama sayang,"
"Jangan ngada-ngada kamu Ram, tadi kamu bilang dia, bukan Sinta," jawab Muna gak mau kalah.
"Iya deh mama menang, sekarang Sinta ke mana ma ?"
"Dia sudah pulang," ujar Muna bohong
__ADS_1
"Kok pulang sih, bukannya baru tadi ya dia ke sini sama Sayla," ujar Rama
"Rama.."
"Iya ma..kak Sayla, puas..lo ," ujar Rama ke arah Sayla yang baru datang menghampiri mereka
" Puas banget..hi..hi..," jawab Sayla
"Say...mana Sinta ?" tanya Rama
"Panggil kakak dulu baru gue kasih tau," ujar Sayla
"Tadi kan udah ,"
"Tadi itu gak tulus,sekarang gue mau lo bilangnya tulus dari hati lo," ujar Sayla
"Iya kakakku yang cantik dan Imut kayak Barbie, Sintanya mana kakakku sayang ?"
"Nah gitu dong jadi adek harus sopan sama yang lebih tua," ujar Sayla yang membuat Rama mengerucutkan bibirnya ke arah Sayla
" Lo Mau tau di mana Sinta ?"
"Iya..di mana..?
"Di hatimu...ha..ha..," ujar Sayla lalu berlari menghindari amukan Rama.
"Sayla...awas lo ya.." Muna mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kakak beradik itu.
Saat Rama melewati sebuah kamar dia melihat Sinta yang tertidur dengan Baby Al di sampingnya, Terlihat di tangannya memegang mainan Baby Al.
"Manisnya.." ucap Rama
"Sudah pantas ya ?" tanya Sayla
" Iya..Sweet banget ya mereka ," ujar Rama
"Makanya cepat halalin dong, biar bisa berada di sebelahnya dan punya anak kayak gue," ujar Sayla
"Belum bisa Say, dia belum mau sebelum dia lulus kuliahnya dulu katanya," ujar Rama
"Lo bodoh atau begok sih, lo ngasih duit saya ke kampusnya biar cepat lulusin dia," ujar Sayla
"Itu sih elo, dia gak seperti lo tau, dia itu terlalu jujur dan gak mau lulus dengan cara curang,"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
CINTA BEDA DUNIA kirim salam ya buat para Reades, mohon dukungannya ya semua...