
"Kode tu Jon," ucap Zidan yang membuat wajah Dennis merah menahan marah.
Jono melihat ke arah Zera, Zera mengedipkan matanya ke arah Jono, Jono segegera memalingkan wajahnya karena menyembunyikan wajahnya yang merona akibat ulah Zera itu, Zera tersenyum puas karena sudah berhasil menggoda Jono sehingga jono seperti itu.
"Apaan Sih ," ucap Jono
"Eh lihat tu si Jono, mukanya merah gitu..kayaknya bakalan ada yang akan jadian nih," ucap Zidan
"Kalian berisik amat sih, ganggu tau gak," ucap Denis
"Yeay lo tu yang ganggu, bilang aja lo cemburu kan," ucap Ica
Denis kembali memejamkan matanya, dia tidak mau Zera Ilfiel padanya karena dia meladeni wanita itu, padahal sebenarnya Zera gak akan mempermasalahkannya juga.
"Ayo sayang, kita duduk di sana saja, kalau kamu lelah kamu bisa istirahat di kamar," ucap Rama.
"Kita boleh gak ikut Sinta ke kamar," Tanya Dira
"Sayang kamu di sini saja sama aku," ujar Rafka yang membuat semuanya melihat kearahnya.
"Sayang..? Sejak kapan Dia jadi yayang lo," tanya Rama
"Kepo aja lo ," ucap Rafka
"Sepertinya kita ketinggalan berita nih, kamu harus jelasin semuanya ," ucap Sinta pada Dira lalu mengajak mereka menuju kamar yang ada di jet pribadi itu.
Akhirnya para Ladies berada di kamar dan para cogan duduk di tempat masing-masing.
"Sekarang kamu jelasin ke kita, apa yang sudah terjadi di antara kamu dan bang Rafka ?" tanya Sinta, Dira menundukkan kepalanya malu.
" Yeay dia malu, ini gak biasanya terjadi. Seorang Dira bisa malu juga seperti itu," ucap Ica yang membuat Dira melotot ke arahnya.
"Sepertinya kita akan dapat pengalaman lagi Syah, ternyata Orang dewasa bisa malu juga kalau lagi jatuh cinta ya," celutuk Zera
"Zera..gak sopan tau sama yang lebih tua, " ucap Aisyah
"Lo cocok deh sama si ustaz itu, siapa namanya ?"
"Yusuf ," jawab Aisyah
"Lo namanya aja hafal banget, jangan-jangan lo ada hati sama tu Ustadz dan yang gue perhatiin tu ustadz juga punya hati sama lo," ujar Zera
Sinta dan yang lainnya asik mendengar obrolan Zera dan Aisyah sehingga melupakan masalah Dira dan Rafka.
"Kamu tau dari mana?" tanya Aisyah
__ADS_1
"Gue gak sengaja dengar saat Pak Rama dan Ustadz itu ngobrol kemaren saat di pantai," ujar Zera yang membuat Aisyah menunduk malu.
"Iya Aisyah, kakak mendukung kok kalau kamu sama kak Yusuf, setahu ku dia itu penyayang loh, dan juga bisa menjadi imam yang baik buat kamu nantinya." ujar Sinta
"Aisyah belum kepikiran kesana kak, Aisyah masih mau melanjutkan kuliah," ujar Aisyah
"Kan kalau sudah menikah juga masih bisa kuliah kan," ujar Sinta.
"Kak Sinta aja duluan, kita perlu saling mengenal dulu sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya," ucap Aisyah
"Jadi lo mengakui kalau lo itu ada rasa sama itu ustadz ?" tanya Zera, Wajah Aisyah merona dan kembali menundukkan kepalanya.
"Loh kita kok malah membahas Aisyah sih, kita kan lagi interogasi Dira," ujar Ica
"Iya..ya..kok jadi lupa ya," ucap Sinta sambil melihat ke arah Dira yang lagi cengengesan
"Sekarang kamu jelasin ke kita sejak kenapa bang Rafka memanggil kamu sayang, apa kalian sudah jadian ," tanya Sinta
"Sebenarnya Pak Rafka sudah melamar gue ," ujar Dira
"Benarkah...!
"Gercep juga bang Rafka ya, selamat ya Dir," ucap Sinta lalu memeluk Dira.
" Dira...selamat ya, gue ikut bahagia, sekarang tinggal gue yang nunggu di lamar," ujar Ica
"Makanya lo harus segera cepat-cepat Nikah sama Pak Rama Sinta, biar teman kita cepat-cepat di sahin juga," ucap Ica
"Kan kalian tau sendiri, aku harus menyelesaikan kuliah dulu baru kami menikah," ujar Sinta
"Iya..gue tau, kan kuliahnya bentar lagi kelar tinggal nunggu skripsi saja," ujar Ica
"Iya juga ya, bentar lagi kuliah kita kelar ya," ujar Dira
"Kak Sinta siap-siapin diri saja di UnBoxing sama Kak Rama," ujar Zera, semua mata melihat ke arahnya.
"Heh lo anak kecil tau apa lo tentang Unboxing ?" tanya Ica
"Gue tau banyak loh, kan gue penggemar novel dewasa," ujar Zera
"Pantesan saja pemikiran lo lebih dewasa dari umur lo," ujar Ica
"Tapi lo gak pernah ngelakuinnya kan ?" tanya Dira menatap lekat ke arah Zera
"Ya enggak lah, tapi gue penasaran gimana rasanya ya kalau di Unboxing," ujar Zera ngasal
__ADS_1
"Eh Dasar kamu anak nakal ya, jangan pernah kamu melakukan itu sebelum menikah ya," ujar Sinta
"Ya enggak lah kak Sinta,gue bilang cuma penasaran aja bukan mau ngelakuinnya," ujar Zera
"Iya..Zera..Jangan pernah kamu berpikir untuk kamu melakukan itu," ujar Aisyah
"Kamu juga tau Syah, apa jangan-jangan kamu penggemar novel dewasa juga ya," ujar Zera kepada Aisyah.
"Kamu ngomong apa sih Zer, ya enggak lah, aku gak seperti kamu, memang sih aku suka baca tapi kalau baca Novel dewasa ya enggak Lah," ujar Aisyah gugup
"kalau itu gak bener kenapa lo gugup begitu, udah jujur saja, gue saja jujur sama semuanya masak elo nutup-nutupin sih," ujar Zera
"Sudah..sudah kalian ini masih kecil juga sudah suka baca yang begituan," ujar Sinta
"Kak Sinta jangan munafik deh, pasti kak Sinta juga penasaran kan ?" ucap Zera
"Dasar otak lo itu mesum banget ya Zer, Mana mungkin sih Sinta suka baca yang begituan," ujar Dira
"Iya..iya gue tau, mana mungkin sih bu Ustazah suka baca yang begituan, palingan kak Sinta suka baca kitab atau yang sejenisnya ," ujar Zera
Tok..tok..
"Sayang, kalian ngapain sih lama amat di dalam, aku mau ngobrol nih sama kamu," ujar Rama dari luar kamar.
"Iya mas, sebentar," ucapnya
"Sudah ah, aku mau keluar dulu mas Rama sudah memanggil aku," ujar Sinta beranjak dari ranjang itu menuju pintu kamar itu.
"Gue juga ikut dong, gue juga mau duduk bersama pacar gue," ujar Dira
"Cie..cie..yang baru punya pacar..Sombong nih," canda Ica
"Apaan Sih lo," ucap Dira malu-malu
Akhirnya mereka keluar dari sana tapi tidak dengan Zera dan Aisyah mereka masih juga berbaring di ranjang itu.
"Syah, beneran lo gak suka baca Novel itu," tanya Zera
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayo coment yang banyak dong...dan jangan Lupa mampir juga di CS ku ya dan mohon dukungan sebanyak-banyaknya, agar miss n juga bisa merasakan nikmatnya apresiasi menjadi penulis.
CS miss N Judulnya :
CINTA BEDA DUNIA
__ADS_1
kalau gak ketemu klik aja gambar profil miss N, di sana ada semua karya-karya miss N...
Makasih sebelumnya...Love U❤❤❤