
Mas Rama begitu karena aku jalan sama pak Rafka." ujar Sinta yang membuat Dira kaget lalu terduduk di Rumput.
Deggg...
Jantung Dira berdetak lebih kencang dari biasanya mendengar ucapan Sinta, wajahnya seketika berubah.
"Pantesan aja lo di gituin, lo tega Sinta. Lo bukan hanya nyakitin si Rama-Rama itu tapi juga nyakitin gue," ucap Dira mulai berubah nadanya terhadap Sinta. Sinta baru menyadari Dira juga salah faham padanya.
"Dira kamu jangan salah faham dulu, pak Rafka itu sepupu aku," ucapan Sinta membuat Dira lebih kaget dari yang tadi.
"Apa..! kenapa lo gak cerita sih Sinta, kenapa lo sembunyiin yang sebenarnya, hampir saja gue salah faham sama lo," ucap Dira
" Itu memang salah aku, aku yang menyuruh bang Rafka agar tidak memberitahukan kepada semua kalau kami ini sepupuan karena aku takut mereka akan menilai kalau aku dapat nilai terbaik hanya karena dosennya adalah sepupu aku sendiri bukan karena kemampuanku." jelasnya
"Tapi itu bisa membuat semua salah faham menilai kedekatan kalian Sinta, Apalagi Si Rama-Rama itu, wajar saja dia marah begitu karena tidak mengetahui yang sebenarnya," ucap Dira
"Kamu benar Dira, Mas Rama memang sudah salah faham pada kami dan yang membuat aku lebih sakit bukan karena dia menjauh dari aku tapi dia tidak mau mendengar penjelasan dari aku."
"Biar gue yang kasih tau ke dia agar kesalahfahaman ini cepat selesai,"
" Percuma saja Dira, kalau dalam sebuah hubungan tidak di dasari kepercayaan maka hubungan itu akan rapuh dan hancur berantakan. Lagi pula aku gak mau kamu terbawa-bawa dalam masalahku ini," ucapnya
"Aku yakin kalau mas Rama itu jodoh aku, mau sebesar apapun rintangan dan cobaan yang menerpa, dia akan tetap kembali padaku, dan sebaliknya kalau dia memang bukan jodohku semakin aku pertahankan semakin pula dia menjauh dariku." ucapan Sinta membuat Dira semakin kagum padanya.
Hufff...
Dira menghembuskan nafas kasar, dia tidak tau apa yang ada di pikiran Sinta, tapi dia yakin semua yang di lakukan Sinta adalah yang terbaik bagi mereka.
Sinta sudah agak tenang, Kemudian mereka melangkah menuju Parkiran. Sampai di Parkiran Sinta kembali ber pas-pasan dengan Rama dan wanita itu, Sinta segera menutup wajahnya seperti yang diinginkan oleh Rama agar dia tidak menunjukan wajahnya lagi di depan Rama.
Rama yang melihat Sinta malah memeluk pinggang Sonia dan melewati Sinta dan Dira begitu saja, Dira mau menghampiri mereka namun Sinta mencegahnya.
Sonia merasa senang dengan perlakuan Rama, dia malah semakin mesra terhadap Rama sehingga membuat Rama semakin risih. Setelah di rasa kalau Sinta sudah tak melihat mereka, Rama melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Maaf," ucapnya
" Gak apa-apa kok Rama, aku senang kamu begitu padaku," Rama bergidik lalu dia segera naik taksi Online yang sudah dia pesan tadi, Sonia pun juga naik ke sana.Mobil itupun melaju menuju kerumah Sonia dan setelah mengantarkan Sonia Rama kembali kekantornya.
Sementara Sinta dan Dira sudah berada di mobilnya, Dira pun melajukan mobilnya mengantar Sinta ke rumahnya.
Saat mereka sampai di sana, sudah ada Rafka yang duduk di teras Rumahnya itu. Dira kaget melihat wajah Rafka yang tampan itu babak belur, Tanpa menghiraukan Sinta Dira segera turun dan menghampiri Rafka. Sinta hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
"Mas Rafka kenapa mas bisa seperti ini ?" tanya Dira khawatir sambil memegang wajah Rafka, seketika manik mata Rafka bertemu dengan manik mata Dira, Suara detak jantung mereka pun terdengar kencang, Tatapan sayu Rafka seakan menghipnotis Dira yang tidak sadar tangannya masih menangkup wajah Rafka sampai sebuah deheman mengejutkan mereka.
Heemm...
Sinta berdehem, Dira pun melepaskan tangannya di wajah Rafka.
"Mas Rafka kenapa bisa gini, siapa yang melakukan ini sama mas,"
"Ini perbuatan macannya Sinta yang brutal karena cemburu, aku jadi gak tampan lagi kan," ucap Rafka yang membuat Sinta tertawa. Rafka senang melihat adik kecilnya itu tertawa akibat guyonannya itu.
"Salah abang sendiri sudah tau macannya ngamuk malah pasrah saja," ujar Sinta masih tertawa.
"Barusan saja abang pulangnya, abang maunya pulang ke apartement tapi abang takut macannya ngamuk lagi saat melihat abang, abang belom siap kena amukannya lagi bisa patah tulang abang nantinya," ucap Rafka lalu mereka semua tertawa.
"Terus paman dan Bunda kemana bang ?" tanya Sinta yang dari tadi tidak melihat paman dan Bundanya.
"Paman dan Bunda lagi kerumah Pak RT mau lapor kalau abang akan tinggal di sini dalam beberapa hari sampai abang sembuh benar,"
" Oooo kalau gitu Sinta masuk dulu ya bang, Sinta mau bikin minuman buat Dira, abang tolong temanin Dira ya," ujar Sinta
"Bikin minumnya yang lama ya, bila perlu gak gak usah keluar-keluar aja,"
"Yeay itu sih maunya Abang," Rafka cengengesan mendengar ucapan adik kecilnya itu.
Dira yang melihat keakraban Rafka dan Sinta merasa senang, Dira tak menyangka bisa melihat sisi lain dari Rafka ketika bersama orang yang dia sayangi.
__ADS_1
Beruntung sekali Sinta punya sepupu kayak mas Rafka,, Batin Dira.
Setelah Sinta masuk ke dalam Rafka mulai bertanya akan kecurigaannya saat melihat Sinta tadi.
"Dira ! aku lihat mata Sinta agak sembab, apa tadi dia menangis lagi atau ada yang terjadi tadi, apa kamu bisa ceritakan,"
"Tadi kami bertemu sama Si Rama-Rama itu yang sedang jalan sama perempuan yang berpakaian sexy dan kurang bahan itu," ucap Dira.
Dira melihat Rafka mengepalkan tangannya, Dira tau kalau Rafka sangat marah pada Rama.
"Tadi Sinta sudah cerita semuanya pada ku, saat itu aku mau melabrak Si Rama-Rama itu akan tetapi Sinta melarangku,"
"Kita harus membantu mereka agar kesalah fahaman ini tidak berlarut-larut agar mereka tidak menyesal nantinya." ujar Dira pada Rafka
"Iya itu yang lagi aku pikirin sekarang, bagaimana caranya kita membantu mereka tanpa di ketahui oleh Sinta karena dia melarang aku untuk melakukan itu," ucap Rafka
Dari dalam rumah, Sinta keluar dengan membawakan dua gelas jus jeruk buat Rafka sama Dira.
"Loh kok dua aja minumannya Sinta ? buat kamu mana ?" tanya Dira
" Buat aku ada kok di dalam, lagian aku gak mau jadi setan di antara kalian, iya gak Bang ?"
"Adik kecil ku ini pengertian banget sih sama abangnya jadi tambah gemes deh," ucap Rafka sambil mencubit hidung Sinta.
Memang benar keakraban mereka tidak terlihat seperti kakak adik, kalau orang yang tidak tau mereka itu sepupuan juga akan mengira kalau Rafka dan Sinta adalah pasangan kekasih.
Dira sangat iri kepada Sinta karena dia mempunyai abang yang sangat menyayanginya seperti Rafka. Dira tidak pernah merasakan rasanya mempunyai seorang Kakak laki-laki karena dia adalah anak tunggal dan sepupu-sepupunya pun semuanya perempuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like...Coment...Votenya ya..
Dan tekan tanda ❤ apabila kamu menyukai cerita ini agar kamu mendapatkan notif Up Datenya...
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏