
Bel pulang sudah berbunyi, semua mahasiswa bersiap-siap untuk pulang begitu pula dengan Sinta dan teman-temannya.
"Gaess..kalian duluan saja ya, gue mau ketoilet dulu, kebelet nih," ucap Dira beralasan, padahal dia tidak mau temannya melihat dia pergi bersama Rafka.
"Maaf ya Dira, aku gak bisa nungguin kamu, soalnya aku ada janji makan siang sama orang", ujar Sinta
"Cie..cie..yang mau ngedate," goda Ica, wajah Sinta merona.
"Gak apa-apa kok Sin, Lo duluan saja," ujar Dira segera pergi dari sana.
"Dira ! kita tungguin gak nih," tanya Ica
"Gak usah kalian pergi saja," jawabnya sambil berlalu
"Kalau gitu kita duluan ya, yuk Beb kita cuus.." ajak Ica pada Zidan.
Dira ternyata tidak ke toilet, dia bersembunyi di balik tembok yang mengarah ke toilet itu. setelah merasa kalau teman-temannya sudah pada pergi, dia segera menuju ke parkiran.
Dira binggung saat melihat Rafka berdiri di samping sebuah mobil sambil tersenyum ke arahnya, Dira segera menghampiri Rafka.
"Pak Rafka, di mana motornya Pak Rafka ?" tanya Dira heran
"Hari ini kita pakai mobil perginya," ucap Rafka
" Ini mobilnya Pak Rafka ?
" Bukan, tapi ini mobil rental. Saya tidak mau rambut kamu acak-acakan terkena angin kalau naik motor," ujarnya
Segitu niatnya Pak Rafka mau makan siang sama gue, sampai ngerental mobil segala,, Batin Dira.
"Loh kok bengong sih, ayo masuk mobil," ujar Rafka, Dira kemudian masuk ke dalam mobil itu. Rafka mulai melajukan mobilnya.
Suasana di dalam mobil hening, tidak ada dari mereka yang bersuara. Rafka fokus menyetir, sedangkan Dira melihat-lihat keluar Jendela, akhirnya mereka sampai di sebuah Restorant mewah. Rafka memarkirkan mobilnya dan kemudian keluar dari mobilnya, Dira pun ikut turun juga.
"Gak salah ni Pak,, kalau kita makan di sini ?" tanya Dira yang tau harga makanan di situ sangat fantastik, dia Ragu kalau Rafka bisa membayarnya.
"Kenapa ? kamu takut saya tidak bisa membayarnya ya ? tenang saja bukan kita kok yang membayarnya, sahabat aku yang akan mentraktir kita," ujar Rafka, Dira merasa lega mendengar ucapan Rafka.
"Satu hal lagi, jangan panggil saya dengan sebutan Pak, ini kan bukan di kampus," ujarnya
"Baik pak..eh..Mas,"
" Yuk kita masuk," ajak Rafka sambil mengandeng tangan Dira
__ADS_1
Deggg...
Jantung Dira rasanya mau copot ketika Rafka mengandeng tangannya itu, sedangkan Rafka cuek saja dan terus saja berjalan masuk ke dalam restoran itu.
Mereka berdua sudah berada di dalan Restorant , Rafka terlihat celingak-celinguk seperti lagi mencari seseorang , sampai seorang pelayan menghampiri mereka.
"Apakah anda Pak Rafka ?" tanya Pelayan itu
" Iya Saya Rafka," jawabnya
"Pak Rama menyuruh saya mengantar anda ke privat room, silahkan Ikuti saya Pak Rafka," ujar Pelayan itu sambil berjalan. Rafka dan Dira segera mengikuti pelayan tersebut hingga sampai di sebuah ruangan yang luas berada di lantai dua restorant tersebut.
"Silahkan masuk Pak Rafka, Pak Rama berpesan kalau anda di suruh menunggu karena Pak Rama masih dalam perjalanan," ujar pelayan itu
"Makasih ya mbak," ucap Rafka segera masuk ke sana begitu pula Dira, disana terlihat sudah tersaji beberapa minuman dingin. Mereka kemudian duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu, suasana masih hening.
"Mas,, sepertinya sahabat mas orang penting ya, sampai makan saja harus di privat room seperti ini," tanya Dira memecahkan keheningan.
" Begitulah,, walaupun dia itu orang penting, tapi dia juga sering makan di pinggir jalan kok, cuma mungkin hari ini hari yang spesial buat dia karena ini pertama kalinya dia mengenalkan kekasihnya pada sahabatnya," jelas Rafka
Dira merasa kagum pada sahabatnya Rafka, ternyata masih ada orang seperti itu ya, biasanya kalau orang kaya itu sangat anti makan di pinggir jalan, kesannya tidak elit lah, jorok lah, ada saja alasannya.
"Beruntung sekali ya gadis yang jadi kekasihnya, sudah kaya tapi tidak sombong," guman Dira
Beberapa saat kemudian Pintu ruangan itu terbuka, tampaklah seorang pria yang sangat tampan dengan jas hitamnya mendekati mereka dengan senyuman manisnya.
Bukankah dia pria yang mengantar Sinta waktu itu ya,, Batinnya
"Oh iya Bro, ini kenalin gadis yang kemaren gue ceritain sama Lo," ucap Rafka mengode pada Rama.
"Bukan kah kamu yang..." ucapan Rama terputus.
"Iya aku Dira,, dunia sempit banget ya," ucap Dira
" Kalian sudah saling kenal ? Tanya Rafka
"Iya,, dia teman sekampus dengan calon pacarku," ucap Rama
" Ooo kirain,, ayo duduk," ucap Rafka lega, dia berfikir kalau Dira ini gebetannya Rama tapi ternyata bukan.
"Bro mana nih orangnya ? kok gak bareng sama lo sih ?" tanya Rafka
"Itulah uniknya dia, dia terlalu mandiri. Dia gak mau gue jemput, katanya dia mau pakai motor saja ke sininya,,kalau sampai gue jemput, dia gak akan mau makan siang bareng kita," ujar Rama
__ADS_1
"Sejak kapan lo patuh gitu, seorang Rama Ardiansyah yang terkenal dengan prinsipnya ternyata takluk sama ancaman seorang wanita." ledek Rafka
" Ini soal Hati Bro, kalau pun dia minta dunia ini, bakalan gue kasih, apa lagi mintanya hanya itu saja," ujar Rama
"Tapi unik juga ya dia, di saat semua wanita suka akan kemewahan, dia malah memilih sederhana, gue jadi makin penasaran nih sama gebetan lo," ujar Rafka
Dira hanya jadi pendengar saja, Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan itu, Rama bangun dan membukakan pitu tersebut.
"Kamu sudah datang," Ucapnya sumbringah, Rafka dan Dira menoleh kearah pintu.
" Maaf ya mas, aku terlambat," ucapnya
"Sintaa..!
Teriak Rafka dan Dira kaget, Sinta yang tidak melihat mereka tadi langsung menoleh ketika namanya di panggil.
"Dira.. Pak Rafka, ngapain kalian di sini ?"tanya Sinta yang juga kaget melihat mereka.
"Bro jadi orang yang lo maksud adalah Sinta," ucap Rafka dengan senyum sumbringahnya setelah mengetahui kalau gebetan sahabatnya ternyata adalah sepupunya sendiri.
"Iya,, kalian sudah saling kenal ?" tanya Rama
"Bukan kenal lagi ,Dia itu..."
Heem..
Sinta berdehem sambil mengode kearah Rafka kalau ada Dira di sampingnya.
"Dia itu adalah Mahasiswi gue di kampus," ucapnya kemudian.
Huff... hampir saja gue keceplosan,, Batin Rafka.
"Jadi Lo ngajar di kampusnya Sinta, kenapa lo gak cerita sama gue,"
" Kan lo gak nanya," jawab Rafka santai.
"Mas Rama, kita ke toilet dulu sebentar ya," ujar Sinta pada Rama, Rama menganggukkan kepalanya.
Sinta dan Dira segera menuju toilet, sampai di sana Sinta menatap tajam ke arah Dira seolah meminta penjelasan darinya.
"Ooo jadi tadi di kampus pamit ke toilet hanya alasan saja nih...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
🌹Jangan lupa tinggalkan jejak ya Readers...
Makasih🙏🙏🙏