
Rama lagi berjalan-jalan di sekitar Hotel tempat dia menginap, Rama Ingin menikmati suasana malam Di kota Banda Aceh yang masih Asri itu.
Kota yang kecil, tidak ada gedung pencakar langit di sana dan suasananya yang menenangkan di rasakan oleh Rama saat menyusuri jalanan yang ada di sana. Jalanan terlihat lengang kalau malam hari, Beda sekali kondisinya dengan di Jakarta kalau jam segini, Hiruk pikuk terlihat di mana-mana dan kemacetan di mana-mana.
Terlihat beberapa orang sedang duduk-duduk di warung-warung pinggir jalan, Ada yang bersama-sama dengan kekasihnya dan ada pula yang bersama keluarganya, mereka duduk santai sambil bercengkrama.
Rama masuk ke sebuah warung yang terlihat ramai pengunjung yang tak jauh dari tempat penginapannya itu.
"Wah..sepertinya makanan di sini sangat enak, banyak sekali yang mengantri hanya untuk mendapatkan makanan tersebut," guman Rama
Saat lagi mengantri, ada seorang Pemuda yang memakai koko dan peci di kepalanya menepuk bahunya dari belakang.
Rama menoleh, dan dia kaget bisa bertemu dengan pemuda tersebut.
"Ustadz yusuf...!
"Pak Rama, pak Rama di sini ?, saya pikir tadi saya salah orang." ujar Yusuf
"Iya Ustadz..Ustadz tinggal di daerah sini ?
"Saya sebenarnya tidak tinggal sini, saya tadi habis mengajar majelis taklim di daerah sini saja, dan seperti biasa saya selalu membeli Nasi goreng di sini," jelas Yusuf
"Pak Rama kenapa ada di sini, Pak Rama kan tinggalnya di Jakarta,, Apa pak Rama mensponsori perlombaan MTQ di sini juga ya ?" tanya Yusuf, ternyata Yusuf sudah mengenal Rama karena Perusahaan Rama yang mensponsori perlombaat MTQ di Jakarta kemarin. Yusuf sudah mengidolakan Rama sejak pertama kali bertemu dengannya. Di usia dia yang masih sangat muda sudah menjadi pengusaha sukses dan yang membuat Yusuf lebih salut kepada Rama adalah walaupun dia kaya raya akan tetapi Rama orangnya tidak sombong dan kepeduliannya kepada sesama yang sangat tinggi. Saat Yusuf di Jakarta kemarin Rama pernah mengajaknya ke panti asuhan yang sudah di kembangkan olehnya menjadi panti yang produktif.
"Ooo kalau yang sekarang ini bukan mengenai kerjaan Yusuf, tapi ini mengenai hati," ujarnya
"Calon Pak Rama di sini juga ?
"Iya...tapi saya masih memperjuangkannya," ujarnya
" Saya doàin Semoga apa yang pak Rama inginkan terwujud ya,"
"Amien..
"Kalau kamu gimana Yusuf, apa sudah punya calon juga," tanya Rama
"Iya pak Rama, dua hari lagi saya mau tunangan sama teman sekolah saya dulu," ucapnya berbinar
"Jadi ceritanya CLBK nih," canda Rama
"Yaa.. seperti itu lah kira-kira," ucap Yusuf sambil tertawa, Rama pun ikut tertawa.
__ADS_1
"Wah Yusuf..saya sepertinya harus kembali ke penginapan nih, saya belum menghubungi asisten saya. Maklum soal kerjaan," ujar Rama
"Oh silahkan pak Rama, saya juga sudah selesai nih," ucap Yusuf, kemudian mereka pergi dari sana dengan arah yang berbeda.
🌹🌹🌹
Sinta sedang dilema di kamarnya, dia tidak menyangka akan menghadapi masalah pelik seperti ini. Saat ini yang dia butuhkan adalah masukan dan bantuan dari orang terdekatnya, makanya dia segera menghubungi sepupunya Rafka.
"Siapa sih ganggu aja, gak tau apa ini udah tengah malam," ujarnya sambil mengangkat telponnya tanpa melihat layar ponselnya
"Hallo .. ini siapa sih malam-malam nelpon, gak tau apa orang lagi tidur," ucap Rafka dengan matanya yang masih terpejam.
"Bang Rafka...Hik..hik.." Rafka binggung kenapa si penelpon menangis, tapi dia seperti mengenal suara itu. Rafka segera melihat layar ponselnya ternyata Sinta yang menelponnya.
"Tuan Putri...kenapa tuan putri menangis ?"
"Bang Rafka, aku lagi sedih..aku lagi galau," ucap Sinta dengan suara isaknya.
"Kamu sedih kenapa apa gara-gara Rama lagi ? memang ya anak itu gak kapok-kapoknya menyakiti kamu apa pukulanku waktu itu gak membuat dia jera ya sehingga dia masih menyakiti tuan putri kesayanganku ini," ujarnya beruntun tanpa titik koma.
"Apa..bang Rafka mukul mas Rama ?, sekarang keadaan dia gimana ? apa parah ?" tanya Sinta khawatir
"Sinta..Sinta...kamu sudah di sakiti berkali-kali olehnya masih saja mengkhawatirkannya," ujar Rafka
"Bang Rafka, mas Rama melakukan itu karena gak tau keadaan yang sebenarnya, kalau dia tau dia tidak akan berbuat seperti itu," ujar Sinta
Rafka diam saja mendengar penuturan Sinta itu, dia tidak membantahnya karena memang begitu adanya.
"Tadi kamu bilang galau galau kenapa sih," Sinta pun kembali menangis
"Eh kenapa nangis lagi sih, mau cerita gak nih, kalau gak abang mau lanjutin tidur lagi," ucapnya hendak membaringkan tubuhnya kembali di kasurnya.
"Abaang, bang Rafka tega sama aku," ucap Sinta merajuk.
"Sinta sayang, ini udah tengah malam loh. Abang harus istirahat karena besok harus kembali ngajar, kamu sih enak gak perlu ke kampus karena lagi liburan di kampung," ujar Rafka
"Tapi liburanku kali ini bukan malah enjoy tapi malah tambah beban pikiran, hati jiwa dan raga," ucapnya
"Ha..ha..ha.. kamu ini sebenarnya kenap sih ?
"Aku lagi diantara dua pilihan yang sulit bang, bukannya abang membantu malah ngetawain,"
__ADS_1
ujar Sinta cemberut.
"Iya..iya..sekarang kamu ceritain sama abang,"
" Mas Rama datang melamar aku bang," ujarnya
"Wah Rama ternyata Gercep juga ya, aku kira dia masih binggung dengan apa yang ingin dia lakukan," ucap Rafka yang membuat Sinta heran.
"Maksud kak Rafka apa ?
"Maksud aku Rama ternyata sudah mengetahui semuanya dan segera menyusul kamu ke sana," ujar Rama ngeles
"Apa bang Rafka yang jelasin ke Mas Rama soal kesalahfahaman itu ?" tanya Sinta
"Iya he..he.." ucapnya sambil cengengesan
"Habisbya aku kesal karena kamu tiba-tiba pulang kampung, aku pikir dia sudah membuat ulah lagi," jelas Rafka
"Aku pulang kampung itu gak ada hubungannya Sama Mas Rama Bang, aku pulang karena Ayah masuk rumah sakit,"
" Abang tau, Om dan tante suda memberi tahukan pada Abang," ujarnya
"Tapi kenapa Bang Rafka masih mukul Mas Rama ?
"Kan aku mukulnya sebelum tau kalau kamu pulang kampung bukan gara-gara dia, jadi abang gak salah dong,"
"Serah abang lah, aku mau curhat ni bang," ujar Sinta
"Iya abang dengar kok, lanjuutt...
"Saat aku pulang kampung aku bohong sama ayah, aku bilang aku gak punya pacar karena mermang hubungan ku sama mas Rama lagi gak baik, aku takut kalau ayah akan menyuruh Mas Rama segera melamarku."
"Terus apanya yang salah, Rama kan sudah di sana,"
"Itu dia masalahnya, karena ayah taunya aku gak punya pacar aku malah di jodohin sama mas Yusuf,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like..Coment..dan vote ya
Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapat notif Up nya..
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏