JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 78


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, hari ini adalah hari penentuan hubungan antara Siska dan Bian akan berlanjut atau berhenti sampai di situ saja.


Siska sudah siap dengan Drees maroon selututnya, Dia kini tinggal di sebuah kontrakan yang tidak begitu besar di sebuah gang sempit di pinggir kota, dia tidak tinggal di hotel karena akan mempermudah Bian menemukannya lagi.


Siska sengaja dalam seminggu ini tidak menemui Bian karena dia ingin memantapkan hatinya apabila Bian tidak datang Ke danau yang telah di tentukan olehnya itu dia akan berpisah dengannya.


Siska memberikan polesan terakhir di wajahnya sambil menatap bayangannya di cermin. Dia tersenyum kecut, Siska tidak terlalu banyak berharap Bian akan datang ke sana, dia tau kalau suaminya itu sangat mencintai Sinta bukan dirinya.


Siska memberi pilihan pada Bian agar dia bisa terbebas dari belenggu Cintanya Bian di hatinya itu dan memikirkan semuanya secara matang.


Siska menghembus nafasnya kasar kemudian dia bergegas menuju ke danau buat menunggu kedatangan Bian di sana.


Sedangkan Bian sedang berada di rumahnya, sebuah pengingat muncul di ponselnya dan lalu melihatnya.


" Apa..! hari ini adalah hari gue harus bertemu denga istri gue di Danau itu," ujar Bian lalu langsung menuju kamar mandi kemudian memakai baju terbaiknya, Dia tidak ingin mengecewakan Siska lagi, setelah berperang dengan perasaannya Bian akhirnya memutuskan memilih yang pasti -pasti saja yaitu istrinya Siska, Sedangkan Sinta sudah tidak mencintainya lagi.


Setelah selasai dengan pakaiannya Bian segera menuju ke mobilnya dan beberapa Saat kemudian dia melajukan mobilnya ke tempat janjian nya dengan Siska.


Saat mobil Bian berbelok sebuah mobil dari arah berlawanan hampir menabrak mobilnya, Rama langsung membanting setirnya dan menabrak pohon di pinggir jalan itu.


Orang-orang segera menhampiri kecelakaan itu dan membawa Bian ke rumah sakit.


Siska sedang duduk di sebuah bangku di pinggir danau itu dengan harap - harap cemas akan nasib cintanya itu, sudah beberapa jam dia belum juga melihat kedatangan Bian. Perasaan berkecamuk membuatnya gelisah, dia sudah pasrah apabila Bian tidak datang ke sana menemuinya.


Ada perasaan tidak enak menerpa dirinya, Entah mengapa perasaan itu semakin ke sini semakin besar yang membuat air matanya menetes di pipinya yang mulus itu.


Hari sudah sore, Siska masih belum beranjak dari duduknya, rasa pegal seakan menjalar di seluruh tubuhnya , akan tetapi dia mengabaikannya hanya demi menunggu kekasih hatinya yang tak kunjung datang itu.


Dada Siska begitu sesak menerima kenyataan ini, Bian yang tak kunjung datang membuatnya menyadari kalau dirinya itu bukan orang yang di pilih Bian, perlahan Siska bangkit dan berjalan hendak pulang akan tetapi sebuah panggilan di ponselnya membuatnya menghentikan langkahnya.


Dia melihat siapa yang menelponnya itu, ternyata Indra mertuanya yang menelpon, sebenarnya Siska malas mengangkatnya akan tetapi Indra sudah menelponnya hingga sepuluh kali, akhirnya Siska mengangkatnya juga.


"Assalamuàlaikum pa, ada apa ?


"Syukurlah akhirnya kamu angkat juga nak," ujar Indra bernafas lega

__ADS_1


"Maaf Pa, tadi Siska lagi di kamar mandi ,jadi gak lihat kalau papa nelpon," bohongnya


"Gak apa-apa nak,"


"Emang ada apa papa nelpon Siska pa ?


"Kamu yang sabar ya nak, kamu tenangkan dulu pikiranmu karena ini akan membuat kamu kaget," ujar Indra pelan karena dia tidak mau kalau Siska shock.


"Emang ada apa sih Pa ?" tanya Siska makin penasaran.


"Bian..Bian kecelakaan nak,"


Jedaaaarrr..


Siska terduduk lemas di Jalan, terjawab sudah perasaannya dari tadi yang gak enak itu, rupanya terjadi sesuatu dengan suaminya itu.


"Siska...apa kamu masih dengar papa nak ?" Siska belum menjawab


"Siska .." panggil Indra sekali lagi, Siska pun tersentak.


"Papa sudah share alamatnya melalui chat, kamu segera kemari ya nak, Bian masih tidak sadarkan diri," ujar Indra


"Iya Pa , Siska akan segera ke sana " ucap Siska kemudian menyetop taksi lalu pergi kerumah sakit tersebut.


Siska sudah sampai di Rumah sakit, Dia mencari-cari keberadaan keluarganya, ternyata mereka masih berada di depan ruang IGD, dia pun bergegas menuju ke sana.


"Papa, mama..." panggilnya, Siska segera berhambur kepelukan mamanya dan menagis sejadi-jadinya. Siska pun kemudian Ambruk tak sadarkan diri.Beruntung papamya sigap dan eger menanbmñ


"Siska..siska..bangun nak , Suster..Dokter tolong anak saya ," ujar mamanya Siska


Beberapa orang Suster segera membawa Siska ke ruang pemeriksaan, setelah pemeriksaan selesai Dokter pun keluar dari ruangan itu, Papa dan mama serta mertua dari Siska segera menghampiri Dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan anak saya Dok ?" Dokter itu tersenyum.


"Anak ibu baik-baik saja kok, tapi Janin di dalam kandungannya sangat lemah, saya sarankan kalau dia di rawat di sini sampai keadaan dia benar-benar Fit lagi," ujar Dokter itu.

__ADS_1


Semua yang mendengarnya kaget sekaligus bahagia


"Jadi maksud Dokter anak saya Hamil Dok ?


"Iya..kandungannya masih jalan dua Minggu, Selamat ya buat kalian.. ," ujar Dokter itu.


"Alhamdulillah , kita akan jadi kakek dan nenek Pa," ujar mamanya Siska dan juga mamanya Bian.


"Tapi kalian harus menjaga agar Ibunya jangan sampai strees atau Shock lagi karena itu akan mempengaruhi keselamatan Janinnya," ujar Dokter itu.


"Iya Dok, kami akan menjaganya dengan baik, Makasih ya Dok," ucap Indra


"Kalau begitu saya permisi dulu ya pak, Ibu.." ucap Dokter itu lalu pergi dari sana. Disaat mereka sedang bahagia-bahagianya, Seorang Dokter keluar dari ruangan IGD dengan wajah sedihnya.


"Apa kalian keluarga dari pasien yang bernama Bian Prayoga ?" tanya Dokter itu, mereka semua menoleh lalu menghampiri Dokter tersebut.


"Iya Dokter kami orang tuanya dan mertuanya," ujar mereka.


" Gimana keadaan anak saya Bian Dok ?


Hufff...


Dokter menghembuskan nafasnya kasar, suasana mendadak tegang dan hening.


"Kami Minta maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin akan tetapi tuhan berkehendak lain, Saudara Bian telah berpulang padaNya," ucap Dokter itu.


"Tidaaakkkk....," semua orang kaget mendengar Siska berteriak, ternyata Siska sudah berada di belakang mereka, Siska kembali pingsan dan Ambruk, terlihat di pahanya ada bercak Darah.


"Dokter...tolong anak saya Dok," Siska kembali di bawa ke dalam ruang pemeriksaan, Setelah beberapa lama, Dokter pun keluar dari sana.


"Gimana Dok ?"


"Maaf sekali pak, kami tidak bisa menyelamatkan Janinnya, kami turut berduka Cita atas semua yang menimpa anak bapak," ujar Dokter itu, baru saja mereka merasa bahagian karena akan menjadi kakek dan nenek, mereka di kejutkan oleh meninggalnya Bian, dan sekarang mereka harus kehilangan calon cucunya yang masih sangat kecil itu. Tangis pun seketika pecah memenuhi ruangan Itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like..Coment dan Vote ya🙏🙏🙏


__ADS_2