
"Sinta ! kamu kenapa nak?" tanya Zainal yang bingung melihat sikap Sinta
Wulan pun segera memungut undangan yang di jatuhkan Sinta dan segera membacanya,wajahnya pun berubah merah menahan marah, Wulan segera menyusul Sinta ke kamarnya
Zainal yang merasa heran dengan sikap istri dan ponakannya segera membaca undangan itu.
Huffff
Zainal membuang nafas kasar, Rama yang kelihatan bingung dari tadi memberanikan diri untuk bertanya.
"Maaf om,,sebenarnya Tante dan Sinta kenapa sih, setelah membaca undangan ini raut wajah mereka jadi berubah gitu", tanya Rama
"Maaf nak Rama,,apa nak Rama memang gak tau atau nak Rama pura -pura tidak tau?" tanya Zainal
"Sebenarnya ada apa sih, saya gak ngerti apa yang Om maksud ", jawabnya bingung
"Sebenarnya ini adalah masalah pribadi keponakan Om, tapi karena kamu yang mengantarkan undangan ini, Om akan cerita sedikit sama kamu", Ucap Zainal
"Sinta dan Bian sudah pacaran lebih kurang tiga tahun ", Zainal mulai bercerita
"Jadi Sinta adalah pacarnya Bian Om?"ucap Rama kaget
"Berarti saya sudah di mamfaatin sama Om Indra ayahnya Bian",ucap Rama marah
"Maksud nak Rama apa?" tanya Zainal
"Sebenarnya yang menyuruh saya untuk mengirimkan undangan ini adalah Om indra ayah dari Bian,saya tidak menaruh curiga sedikit pun karena dia adalah ayah dari sahabat saya,dan saya tidak menyangka dia sekejam itu",jelas Rama
"Ooo berarti nak Rama tidak tau menahu soal ini?" tanya Zainal
"Iya Om, malahan saya kaget saat mengetahuinya dan saya minta maaf om, gara - gara saya mengantar undangan ini Sinta jadi tambah sedih", Ucap Rama merasa bersalah
"Baiklah nak Rama, sebaiknya nak Rama pulang saja dulu biar Om coba menjelaskannya pada Sinta", ujar Zainal
"Baik Om, dan sampaikan permintaan maaf saya pada Sinta ya Om,,kalau begitu saya pamit dulu,,Assalamuàlaikum", ucap Rama kemudian segera pergi dari rumah itu.
Setelah mengantar Rama sampai pintu depan, Zainal segera menyusul ke kamar Sinta.
Tok...tok...
__ADS_1
Zainal memgetuk pintu kamar Sinta, Wulan membuka pintunya
"Gimana dengan Sinta? apa dia baik - baik saja? " tanya Zainal pada istrinya
"Sinta masih menangis, kan papa tau sendiri sulit untuk dia melupakan kenangan bersama Bian, apalagi tiga tahun bukan waktu yang sebentar", ucap Wulan sedih
"Nak Rama sudah menjelaskan semuanya, papa mau bicara sama Sinta sebentar ", ucapnya segera masuk ke kamar Sinta dan di ikuti oleh Istrinya.
Zainal duduk di tepi tempat tidur, Sinta masih menangis di bawah selimutnya. Zainal membelai lembut kepala Sinta , Sinta pun bangun dan langsung berhambur kepelukan pamannya
"Paman,, apa salah Sinta paman, belum lagi sakit hati ini sembuh karena perselingkuhannya,, sekarang dia sudah mengirimkan Undangan pertunangannya, hu..hu.." tangis Sinta bertambah kencang
"Sinta ! dengarkan paman, mungkin nak Bian bukan jodohnya Sinta, ikhlaskan dia bersama orang lain dan yakin lah Allah tentu sudah menyiapkan seseorang yang lebih segalanya dari dia," ucap Zainal menasehati
"Tapi Sinta mencintainya Paman", ujar Sinta
"Paman tau,, memang sulit melupakan orang yang kita cintai, apalagi orang itu sudah berhubungan lama dengan kita,,berusaha lah untuk melupakannya dan carilah kebahagiaan kamu sendiri ,paman yakin kamu pasti bisa nak", ujar Zainal sambil melepaskan pelukan Sinta. Tangis Sinta mulai mereda, dia menatap paman dan bundanya.
"Paman ! di mana Mas Rama?" tanya Sinta baru sadar kalau tadi dia meninggalkan Rama di ruangan tamu.
"Paman sudah mengusirnya ", bohong Zainal
"Kenapa mas Rama paman usir?" tanya Sinta
"Sinta nangis bukan gara-gara mas Rama paman,,mas Rama gak salah, mungkin dia gak tau apa yang sebenarnya terjadi ", ucapnya
"Kenapa kamu seyakin itu , apa kamu tidak curiga sama dia ", tanya Wulan
"Karena waktu Sinta pertama kali ketemu sama dia di taman, dia cerita kalau dia baru pulang dari Luar Negeri", jelas Sinta
"Memang benar katamu Sinta,,nak Rama sudah menjelaskan semuanya kepada paman tadi, Sebenarnya yang menyuruh dia mengantarkan undangan itu bukan nak Bian, akan tetapi Ayahnya nak Bian ",cerita Zainal
"Nak Rama dimamfaatin olehnya, karena memang nak Rama belum kenal sama Kamu dan Nak Rama itu adalah sahabat dari nak Bian ", tambahnya
"Jadi mas Rama sahabatnya Mas Bian?"kaget Sinta
"Nak Rama itu orang baik Sinta,,Jadi jangan sama kan dia Dengan nak Bian hanya karena dia sahabatnya" ucap zainal
"Kenapa paman begitu mengenal mas Rama?" tanya Sinta
__ADS_1
"Dia sebenarnya Bosnya paman,,dia CEO perusahaan dimana paman bekerja," jelas Zainal, Sinta melongo mendengar penjelasan pamannya.
"*K*enapa semuanya serba kebetulan gini sih", batin Sinta
"Ya sudah kalau begitu paman dan bibi keluar dulu,,kamu istirahat aja ya", ujar Wulan menggandeng tangan suaminya pergi dari sana.
Kini tinggallah Sinta sendiri di dalam kamarnya, dia memikirkan apa yang dikatakan pamannya tadi,,
"Benar juga ya apa yang di bilang paman kalau aku tidak boleh larut dalam kesedihan,,dengan adanya kejadian ini akan membuatku lebih kuat menghadapi semua masalah dalam hidupku", guman Sinta
Sementara itu,, Rama saat ini sedang berada di menara tinggi tempat yang sering dia datangi kalau dia lagi ada masalah
"Aaaaaaa" teriaknya
"Kenapa gue bisa kecolongan gini sih," teriak Rama sambil menjambak rambutnya
"Kenapa Om Indra tega mamfaatin gue untuk kepentingannya," guman lirih Rama
"Apa Sinta akan membenci gue? apa dia gak mau ketemu lagi sama gue?, atau dia bakalan ngejauhin gue? kenapa gue jadi takut gini sih,dan kenapa perasaan gue jadi gak karuan gini ? apa gue udah jatuh cinta sama dia ?, gak mungkin gue jatuh cinta sama pacar sahabat gue sendiri," berbagai pertanyaan timbul di benak Rama
"Enggak,,gue gak bisa biarin ini terjadi,, semuanya gara-gara Om Indra, Aku akan bikin perhitungan sama dia," ucap Rama sambil menggepalkan tangannya menahan marah.
Sudah satu jam Rama tertidur di menara itu, kini dia bangun dan ingin pulang ke Apartementnya, sebelum dia melangkah dia dikagetkan oleh suara ponselnya.
Dia melihat siapa yang menelponnya jam segini, ternyata Bian yang menelponnya.Rama langsung mengangkatnya
"Hallo Bian,,ada apa lo nelpon gue malam-malam begini," ujar Rama Ketus karena masih kesal
"Lo kenapa sih? dari nada suara lo kayaknya lo lagi kesal ya," tanya Bian
Apa gue cerita aja sama Bian,,jangan deh, kan Bian gak tau apa-apa, nanti saja kalau waktunya sudah tepat gue cerita sama dia,, batin Rama
"Enggak kok, perasaan lo aja kali. Ada apa lo telpon gue?" tanya Rama
"Lo ada dimana sekarang ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
miss N selalu ngingetin Readers..jangan lupa
__ADS_1
🌹🌹like...coment...vote ya, biar miss N semangat up nya...
makasih 🙏🙏🙏