
Di Surabaya,, Rama sudah menyelesaikan permasalahan pada proyek yang ada di sana, Hari ini dia akan kembali ke jakarta bersama sekertaris James.
"Sinta lagi ngapain ya," gumannya. Rama masih berada di Hotel tempat dia menginap, tiba-tiba Sekertaris James datang dengan terburu-buru menuju ke arahnya.
"Ada apa James ?" tanya Rama
"Maaf pak Rama saya mengganggu istirahatnya Pak Rama,, sepertinya kita tidak bisa pulang hari ini karena para Buruh kembali menuntut haknya kepada kita," ujarnya
" Bukankah kemarin semuanya sudah selesai, kenapa mereka kembali buat ulah," ucap Rama kaget
"Itu dia masalahnya Pak Rama, kemaren mereka sudah setuju dengan kompensasi yang kita tawarkan, akan tetapi pagi ini mereka datang kembali dan membatalkan perjanjian yang telah di sepakati kemarin," jelas James
"Kenapa mereka bisa berubah secepat itu ya,, ada yang mencurigakan," guman Rama
"Saya juga merasa seperti itu Pak Rama, saya curiga ada yang menghasud mereka dan ingin bermain-main dengan perusahaan kita," ujar James mengutarakan kecurigaannya.
"Dan saya sudah menyuruh orang-orang kita untuk menyelidiki siapa orang itu," tambahnya
"Bagus,, saya ingin secepatnya orang itu tertangkap, saya sudah tidak betah lama-lama Di sini," ujar Rama yang kecewa karena belum bisa pulang ke Jakarta, padahal dia sudah kangen ingin bertemu dengan Sinta.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak Rama," pamit James
Rama menganggukkan kepalanya, James pun segera pergi dari sana.
Hufff...
Rama menghembuskan nafasnya kasar, kemudian dia mengambil ponselnya untuk menelpon Sinta.
Drrrrrrt...drrrrrttt...
Ponsel Sinta berbunyi, Sinta lagi bersama sahabat-sahabatnya di kantin kampus karena masih jam istirahat. Ketika dia melihat kalau Rama yang menelponnya senyum pun mengembang di bibirnya.
"Siapa yang telpon ??" tanya Zidan
"Iya,, gak biasanya Sinta senyum-senyum kek gitu," timpal Ica
"Aku angkat telpon dulu ya," ujar Sinta sambil pergi dari sana
"Eh Sinta...lo belum jawab pertanyaan kita," teriak Zidan dan Ica berengan
"Cie..cie..Kalian kompak sekali ya,, cocok loh, kenapa gak pacaran aja," ucap Dira yang memang tau kalau Ica menyukai Zidan.
Uhuuk..uhukk...
Zidan dan Ica tersedak barengan mendengar ucapan Dira.
"Wah,,wah,, kesedaknya juga berengan, emang jodoh kali," timpal Jono
__ADS_1
"Kalian suka banget ngeledek kita, mana mau Ica Sama Gue," ucap Zidan
" Mau kok,,Ups..," ucap Ica keceplosan lalu segera menutup mulutnya pakai tangan.
Zidan tak percaya mendengar ucapan Ica, Ica yang malu segera berlari meninggalkan mereka.
" Lode tu bro,, udah kejar sana jangan bengong aja," ujar Jono pada Zidan yang masih bengong.
Zidan lalu mengejar Ica dan tinggallah Jono berdua dengan Dira,
" Kita juga pacaran yuk," ujar Jono genit
"Yeay itu sih mau lo, gue sih ogah," ucap Dira beranjak mengambil minuman yang terpajang disana.
Ketika Dira mau mengambil minuman itu, sebuah tangan juga mengambilnya dan tangan mereka bersentuhan, Dira segera melepaskan tangannya karena dia yang memegang tangan orang itu.
"Eh maaf," ucapnya
"Gak apa-apa kok," ucap seorang pemuda yang ternyata Rafka, Dira kaget mengetahui orang itu adalah Rafka, Rafka tersenyum ke arahnya.
"Maaf pak, saya gak sengaja," ucap Dira gugup
"Kenapa minta maaf, kan kamu gak salah, oh ya kapan kita perbaiki mobil kamu yang rusak ?" tanya Rafka
"Gak apa-apa kok Pak, saya bisa perbaiki sendiri, dan saya minta maaf sudah membentak Bapak waktu itu," ujar Dira menundukkan kepalanya.
"Bapak gak salah kok, saya yang salah karena ngerem mendadak," ucap Dira menyela
"Tapi saya tetap mau bertanggung jawab, sebagai seorang laki-laki pantang buat saya menarik perkataan saya, dan nanti sepulang dari kampus kita ketempat perbaikan mobil," ucap Rafka sambil berlalu dari sana.
"Tapi,,,? Dira mau protes, akan tetapi dia tidak melanjutkan ucapannya karena melihat Rafka sudah pergi dari sana, Dia pun segera kembali ketempat duduknya semula. Jono yang tadi juga melihat Dira mengobrol sama Dosen tampan itu merasa penasaran apa yang mereka omongin.
" Dira,, Pak Rafka ngobrol apa sama lo, kayaknya kalian udah saling kenal ya," tanya Jono
"Kepo Lo," ucap Dira sambil meminum minumannya.
Sementara Sinta sedang berada di kursi taman, dia menarik nafasnya lalu menghembuskannya.
Kenapa aku segugup ini sih, padahal cuma mau angkat telpon dari mas Rama aja,,kenapa aku sebahagia ini mendapat telpon darinya,, batin Sinta.
Ketika Sinta mau mengangkatnya, panggilannya berakhir,, Sinta jadi kesal kenapa tidak langsung mengangkatnya tadi, dia mau menghubungi balik Rama tetapi dia gengsi, masak dia duluan yang hubungi sih tapi kalau dia gak hubungi Rama Sinta penasaran apa yang mau di omongin Rama.
Lagi asik dengan pikirannya, ponselnya kembali berdering, Sinta segera mengankatnya.
"Assalamuàlaikum Mas,"
"Waàlaikumsalam,, Sinta,, tadi kok gak di angkat telpon aku ?" tanya Rama yang dari tadi sudah uring-uringan karena Sinta tidak mengangkat telponnya.
__ADS_1
"Oh,, tadi aku lagi di toilet mas," bohongnya karena tidak mau Rama tau kalau dia tadi itu gugup.
"Ooo, Kamu lagi apa sekarang, apa kamu sudah makan siang ?" tanya Rama
"Ini lagi duduk-duduk aja di taman Kampus, tadi aku sudah makan kok. Kalau mas gimana ?"
"Kalau aku sih belum, makanannya lagi di pesan sama James. Aku lagi males keluar soalnya," ujarnya
"Mas kapan pulang," tanya Sinta lemah, Seulas senyum terbit di bibir Rama
"Kenapa ?, kamu kangen ya sama aku ?" goda Rama
"Ih mas Rama mah gitu, selalu saja godain aku," ucap Sinta dengan nada manjanya.
"Ha..ha.., kalau kangen bilang aja, ngapain malu," ujar Rama dengan tawanya
"Apaan sih mas, beneran nih aku nanyanya..Kapan ?" tanya Sinta Lagi
"Kapan apa ? kapan ngelamar kamunya ? " ucap Rama masih tertawa
"tuh kan bercanda lagi,, aku matiin nih telponnya," ancam Sinta, padahal dia masih ingin lama-lama ngobrol sama Rama.
"Jangan dong, aku kangen dengar suara kamu.
Tadinya aku mau vidio Call, tapi aku takut gak kuat ," Ucapnya
"Gak kuat kenapa ?" tanya Sinta
"Gak kuat cepat-cepat mau ngelamar kamu," Jawab Rama
"Tuh kan,, mulai lagi deh gombalnya," kesal Sinta, padahal dalam Hatinya udah dag dig dug seer.
"Gak gombal kok, itu adalah kata hatiku yang paling dalam," ujar Rama masih tertawa.
Sinta jadi kesal sendiri kerena Rama terus saja menggodanya, akan tetapi dia tidak memungkiri kalau dia juga menyukai gombalan Rama itu.
"Sinta,, sebenarnya aku nelpon kamu mau kasih tau kalau aku belum bisa pulang. Rencananya hari ini aku udah bisa pulang, akan tetapi ada masalah lain lagi yang harus aku selesaikan di sini," ucap Rama
Tees...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Jangan lupa Like,, Coment,, dan Vote ya
Dan tekan tanda ❤nya
Makasih🙏🙏
__ADS_1