
Maaf kan anak saja nak James, dia seperti itu semenjak ibunya meninggal," ujar Ridwan gak enak sama James.
"Maaf pak Ridwan, saya bukannya ingin ikut campur tentang urusan keluarga anda, tapi kalau boleh saya tau apa yang sebenarnya
terjadi siapa tau saya bisa bantu ," ujar James
"Sebenarnya Risa itu bukan anak kandung saya tapi anak Ratih istri saya yang sekarang, Dulu saya dengan Istri pertama saya tidak mempunyai anak, lalu kami mengangkat Risa sebagai anak kami dan Ratih sendiri yang merawatnya dari kecil, Suami Ratih meninggal ketika Risa masih di dalam kandungan Ratih, dan saat itu dia bekerja jadi pembantu di rumah kami." cerita Ridwan, Ridwan menghentikan ceritanya sejenak karena dadanya terasa sesak.
"Bapak tarik nafas dulu dalam-dalam lalu hembuskan pelan," suruh James, Ridwan pun melakukannya, dia sudah agak mendingan, dadanya tidak sesesak tadi lagi.Setelah merasa baikan, dia pun melanjutkan ceritanya.
"Dan saat Istri pertama saya meninggal dia berwasiat agar saya menikahi Ratih supaya Risa tidak terjadi fitnah dan Risa pun mendapatkan ibunya sendiri seperti seharusnya." James mangut-mangut mendengar cerita Ridwan.
Risa sudah keluar dari kamarnya dengan menggunakan kaos dan jeans ketatnya lalu dia pergi dari rumah itu.
James yang melihatnya segera pamit sama Ridwan.
"Pak Ridwan saya permisi dulu, doàin saya agar bisa membujuk Risa dan membantu masalah keluarga pak Ridwan " ucapnya
"Terima kasih nak James, saya percakakan semua ini kepada nak James , terima kasih sebelumnya.." ucap Ridwan penuh harap.
James pun akhirnya pergi mengikuti Risa, Risa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan James pun mengikutinya .
Saat melewati sebuah pantai yang sepi terlihat Risa berbelok ke arah pantai tersebut dan menghentikan mobilnya tepat di bawah pohon yang ada di sana.
James pun memarkirkan mobilnya agak jauh dari sana. Dia melihat Risa duduk di pasir dan bersandar di pohon itu. James pun perlahan mendekatinya.
"Ngapain ngendap-ngendap kayak gitu kayak penguntit aja," ucap Risa, James kaget ternyata Risa mengetahui kalau dia mengikutinya.
"Lo kok tau kalau gue ngikutin lo," tanya James
"Emangnya lo lihat ada orang lain di sini, cuma gue yang sering ke sini, apa coba kalau lo bukan ngikutin gue," ujarnya, James hanya cengengesan.
__ADS_1
"Iya lo bener kalau gue memang ngikutin lo, lagian lo ngapain sih ke sini sendirian ?" tanya James
"Buat menenangkan diri " jawab Risa Singkat, terlihat sekali di wajahnya ada raut kekecewaan yang mendalam beda sekali saat dia memperlihatkan wajah genitnya itu.
"Lagian lo ngapain sih ngikutin gue, lo di suruh sama bokap gue ya, mau aja sih lo di suruh-suruh sama dia," ujar Risa memandang ke arah laut lepas.
"Gue gak di suruh sama dia kok, gue sendiri yang berinisiatif mengikuti lo karena gue khawatir sama lo," ujarnya, Risa mengetyitkan keningnya sambil menatap ke arah James.
"Kenapa lo mandangin gue seperti itu, lo terpesona ya sama ketampanan gue," ujar James Narsis
"Pede gila lo, gue hanya heran aja baru kali ini ada yang khawatirin gue," ujar nya
"Jadi gue orang yang pertama kali khawatir sama lo ? dapat hadiah dong gue" ujar James sambil tertawa, Risa hanya tersenyum kecut
"Tapi lo jangan geer ya, gue gak tersentuh sedikitpun sama perhatian lo itu," ujar Risa beda sekali dengan Ekspresinya.
"Bohong banget," guman James
"Lo ngomong sesuatu," tanya Risa
"Lo ke sini buat nenangin diri, emang sebesar apa sih masalah lo, biasanya kalau masalah di ceritakan sama orang lain akan jadi berkurang beban di hati kita," ujar James
"Lo tentu sudah tau apa masalah gue," ujar Risa
"Tapi gue mau tau versi lo, agar gue bisa memberi solusi buat masalah lo," ujar James
"Kenapa sih lo ngotot sekali pengen tau masalah gue,"
"Karena gue pengen lihat lo baik seperti dulu lagi,"
"Tau dari mana lo kalau gue baik, gue itu jahat, gue itu selalu iri sama kebahagiaan orang lain, gue itu genit, gue itu gak ada baik-baiknya, lo lihat dari mana kebaikan gue itu hah," ucapnya meninggi mulai terbawa emosi.
__ADS_1
"Kalau orang jahat itu tidak akan mengakui kalau dia jahat, tapi lo mengakui semuannya sama gue," jawab James.
Tesss.
Air mata Risa jatuh di pipinya mendengar ucapan James itu, dia semakin tersentuh akan sosok James yang tenang dan menenangkan itu.
"Maaf kalau gue buat lo sedih, tapi gue pengen bikin lo balik ke Risa yang sepeti dulu yang sayang sama orang tua lo terutama sama Bu Ratih," ujar James, Saat Risa mendengar nama itu wajahnya berubah merah padam.
"Jangan lo sebut-sebut nama pelakor itu di hadapan gue," bentaknya
"Lo harus tau kenyataannya kalau yang lo sebut pelakor itu adalah ibu kandung lo sendiri," ujar James meninggi karena tidak suka Risa menyebut ibunya dengan sebutan pelakor.
"Apa Lo bilang, gak..gak..dia bukan ibu gue, ibu gue sudah meninggal," teriaknya Histeris
"Lo boleh gak percaya, karena lo tidak tau yang sebenarnya, tapi lo harus dengar penjelasan orang tua lo dulu baru lo bisa mengambil kesimpulan apa yang harus lo lakukan setelah lo tau semuanya," ujar James
"Gak...gak mungkin, itu gak mungkin terjadi.." ucap Risa berteriak Histeris, James membawa Risa ke pelukannya, dia menenangkannya, tak tau mengapa pelukan James itu menjadikan Risa sedikit lebih tenang dari yang tadi.
Ketika merasa Risa sudah agak tenang, James melepaskan pelukannya itu lalu menatap wajah Risa.
"Risa percaya sama gue, lo itu sebenarnya baik, lo itu sebenarnya sangat sayang pada bu Ratih tapi karena Bu ratih menikah dengan ayah lo saat ibu lo baru meninggal makanya lo jadi membencinya, gue yakin kalau mereka punya alasan sendiri melakukan itu, lo harus denger penjelasan dari mereka." ucap James.
"Itu terserah lo, gue sudah memberitahu kenyataannya, tugas gue sudah selesai, sekarang semuanya terserah sama lo, apa lo masih mau seperti ini larut dalam dendam berkepanjangan atau lo berdamai dengan masa lalu lo, dan memulai hidup baru dengan bahagia," ujar james hendak pergi
"Tunggu..!
James berbalik
"Gue mau pulang dan mendengarkan penjelasan dari mereka asalkan lo ikut sama gue juga kesana," ucap Risa, sebuah senyum terbit di bibir James.
"Oke..gue akan temani lo menemui mereka, lo jangan takut Ayah dan Ibu lo itu sangat menyayangi lo," ujar nya, Akhirnya mereka pun masuk ke mobil masing-masing dan mulai melajukan kobilnya menuju Rumahnya Risa.
__ADS_1
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Like...Coment...dan Vote ya yang banyak dong...biar miss N tambah cemungut😁😁😁