
Sekarang Lo harus ikut gue," ucap Dira sambil menarik tangan Sinta menuju keparkiran, Sinta menurut saja sama Dira karena dia merasa gak mood untuk bicara banyak hari ini.
Mereka sudah berada di dalam mobil Dira, Dira segera melajukan mobilnya menuju sebuah Mall terbesar di pusat kota itu.
"Dira ! ngapain kita kesini," tanya Sinta saat mobil Dira berbelok ke arah Mall tersebut.
"Santai Aja Sinta,, gue mau merubah mood lo, sekalian kita belanja-belanja," ujarnya Semangat
"Tapi aku gak suka keramaian, mendingan kita ke pantai saja,"
"Lo sih belum pernah ngerasain asiknya jalan-jalan di Mall, gue akan bawa lo keliling agar mood lo makin membaik,"
Sinta mengalah, Dia tau watak Dira sangat keras kepala walau bagaimanapun dia menolak keinginannya dia akan tetap kekeh pada pendiriannya, lebih baik Sinta mengikutinya saja.
Mobil sudah di parkirkan, Mereka turun dari mobil itu. Dira segera menarik tangan Sinta menuju ke Gamezone yang ada di Mall tersebut.
Awalnya Sinta bingung dengan tempat yang mereka datangi itu, banyak sekali orang di sana. maklum Sinta semenjak di jakarta tidak pernah sekalipun masuk ke Mall, pantas saja dia tidak mengetahui ada tempat seperti itu.
Sewaktu di Aceh dia pernah beberapa kali masuk Mall, itupun hanya untuk berbelanja kebutuhannya seperti pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Disana pun Mall nya tidak sebesar dan semegah Mall yang ada di Jakarta. Dia gak punya waktu dengan hal yang begituan, dia hanya belajar dan belajar agar mimpinya melanjutkan kuliahnya di Jakarta bisa terwujud.
Disinilah dia sekarang bersama dengan Dira sahabatnya, awalnya dia ragu masuk kesana tapi Dira segera menarik tangannya agar masuk ke sana.
Awalnya Sinta hanya melihat Dira bermain, tapi kesininya dia merasa kalau permainan itu sangat menarik kemudian dia pun sekarang ikut bermain bersama Dira. Sudah bermacam permainan mereka mainkan sampai akhirnya Dira mengajak Sinta main trampolin. Awalnya Sinta takut tapi dengan bimbingan Dira akhirnya dia berani melompat-lompat di atas trampolin tersebut.
" Sinta gimana perasaan lo sekarang, apa sudah baikan," tanya Dira saat mereka sudah beristirahat di sebuah kursi pijat yang berada di sana.
"Ternyata asik juga ya , aku gak pernah tau ada tempat yang mengasyikan seperti ini," ucapnya
" Itulah Lo..kerjaan lo hanya belajar dan belajar saja, sekali-kali kita butuh pergi ke tempat seperti ini agar jiwa dan raga kita jadi tambah fresh," ujar Dira
"Kamu bisa aja, yang ada perut aku sakit karena asik teriak dan tertawa,"
__ADS_1
"Itu juga bagus buat peredaran darah kita Sinta, dengan teriak perasaan mumet yang ada di pikiran dan hati kita jadi hilang dan dengan tertawa bikin kita awet muda, bener gak," ujarnya
" Terserah kamu saja deh, tapi makasih ya kamu sudah bawa aku ke sini," ujar Sinta
"Ini belum berakhir, sekarang saatnya kita belanja.." ucap Dira kembali mengandeng tangan Sinta pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di lantai dua.
Sinta merasa takjub melihat pemandangan di depanya, Mall itu begitu besar bahkan sepuluh kali lipat dari Mall yang pernah dia kunjungi di tempat kelahirannya dulu.
Dira menarik tangan Sinta masuk ke tempat yang menjual berbagai macam pakaian, Dira mencari-cari kaos yang cople, rencananya dia akan membeli tiga, dua untuk mereka dan satu untuk Ica.
"Sinta kamu juga bantu milih dong biar cepat, gue sudah lapar nih," ujar Dira,Akhirnya Sinta pun membantu Dira untuk milih-milih kaos yang ada di sana. Saat memilih-milih Sinta tidak sengaja melihat harga yang tertera di sana.
"Ya Ampun..mahal banget, ini sih bisa beli kaos sekarung kalau di kampungku," ucap Sinta yang membuat Dira tertawa.
"Udah pilih aja, gue yang bayar kok, pilih yang cople ya masing-masing tiga," ucap Dira
"Dira ! aku gak usah di beliin ya kamu beli buat kamu saja," ujar Sinta gak enakan
"Bukan soal ikhlas atau enggaknya Dira sayang, tapi sayang uangnya. mendingan kita ngasih buat orang yang membutuhkan," ujar Sinta
"Iya bu Ustazah, tapi walaupun begitu lo harus pilih satu biar kita coplelan," ujarnya.
Sinta hanya geleng-geleng kepala melihat Dira yang tetap memaksanya, akhirnya Sinta memilih salah satu dari kaos-kaos tersebut. Setelah Dira membayarnya mereka kemudian menuju salah satu restorant yang berada di dalam Mall tersebut.
Mereka sudah masuk ke sana dan memesan beberapa makanan, lagi asik makan netra Dira tak sengaja melihat Rama yang bergandengan mesra dengan seorang gadis berpakaian Sexy sedang berjalan menuju Restoran itu.
"Sinta ! bukankah itu Si Rama-Rama lo ya," ujar Dira pada Sinta yang masih fokus sama makanannya.
Jedaarrr....
Bagai petir yang menyambar hati Sinta, tak terasa Air mata pun jatuh di pipi mulus Sinta.
__ADS_1
"Sinta lo kenapa Nangis, Apa perlu gue labrak tu orang, bisa-bisanya dia jalan sama perempuan lain," kesal Dira
"Dira ! kita pergi saja dari sini yuk," ucap Sinta sambil menghapus air matanya dan mengambil tasnya dan segera pergi dari sana, Dira segera mengejarnya.
Sinta berlari tak tentu arah, Akhirnya dia berhenti di sebuah taman dan menagis sejadi-jadinya di sana. Dira yang mengikutinya pun kehilangan jejak Sinta sampai akhirnya setelah mencari sekian lama dia menemukan Sinta di bawah pohon di sebuah taman yang berada tidak jauh dari Mall itu.
Dira melihat sahabatnya itu duduk di rumput menundukkan kepalanya bertumpu pada lututnya. Isak tangisnya masih terdengar samar -samar di telinga Dira. Dira pun menghampiri sahabatnya itu.
"Sinta ! " panggil Dira
Sinta berhambur ke pelukan Dira dan tangisnya kembali pecah. Dira hanya dapat membalas pelukan sahabatnya itu.
"Sudah lah, jangan menangis lagi, siapa tau itu hanya partner kerjanya," ujar Dira menenangkan Sinta. Sinta melepaskan pelukannya sambil menyapu air matanya.
"Aku bukan menangis karena itu," ucapnya yang masih di iringi isak tangisnya.
"Terus karena apa juga lo nangis, jangan bilang Si Rama-Rama itu sudah ngapa-ngapain lo lalu ninggalin lo begitu saja demi cewek tadi,"
Tangis Sinta pecah lagi.
"Apa benar yang gue katakan tadi, kalau benar gue harus bikin perhitungan sama si Rama-Rama itu," ucap Dira hendak beranjak tapi tangan Sinta menghentikannya.
"Kenapa lo halangin gue buat ngelabrak dia sih, gue gak terima lo di giniin sama dia, Lo tunggu di sini biar gue Sendiri saja yang kesana," Ujar Dira dengan wajahnya yang memerah menahan marah.
"Mas Rama begitu karena aku jalan sama pak Rafka."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Jangan Lupa Like..Coment dan Vote ya
Makasih🙏🙏🙏
__ADS_1