
"Maaf Dokter, saya akan pastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, tapi saya mau bertanya Dok, apa boleh kalau Pak Rama di rawat di rumah saja karena saya takut pak Rama akan kembali berulah." tanya James ragu-ragu.Paman ke sini aja dulu, nanti Sinta ceritain, jangan lupa ajak bunda ya paman," ujarnya
"Boleh saja kalau keadaan pasien mulai membaik dan tidak lemah lagi," jawab Dokter itu
"Makasih ya Dok," Dokter itu kemudian pergi dari sana.
"Sepertinya aku harus mencari Dokter pribadi buat Pak Rama." guman James.
🌹🌹🌹
Sinta sekarang lagi berada di atas menara tinggi yang dulu dia datangi bersama Rama ketika dia patah hati dengan Bian. Sampai di sana bukannya perasaan lega yang dia dapatkan akan tetapi dadanya makin sesak teringat akan kebersamaannya dengan Rama di sana.
Dia sudah berteriak kencang beberapa kali akan tetapi perasaannya masih saja sedih memikirkan apa yang terjadi kepadanya itu, akhirnya dia terduduk di pojokan tempat itu sambil menangis.
"Mas Rama,, seharusnya kamu percaya padaku, seharusnya kamu mendengar penjelasanku, kenapa kamu begitu padaku,, hatiku sakit mas,,sakit.. hu..hu..," Sinta terus menangis dan akhirnya dia tertidur di sana.
Hari sudah mangrib, sinta terbangun karena mendengar suara Azan yang berkumandang di mesjid yang tidak jauh dari sana, Dia kemudian bergegas turun dari menara menuju ke mesjid itu.
Sampai di mesjid dia segera mengambil Wudhu dan kemudian Shalat magrib di sana. Setelah shalat dia berdoà Semoga kesalahfahaman diantara mereka cepat berakhir.
Sinta melangkahkan kakinya menyusuri jalan tak tentu arah, Dia merasakan lapar dan kemudian dia masuk ke sebuah warung makan yang berada di daerah sana.
"Mas,, pesan nasinya satu pakai ikan saja ya," ujarnya pada penjual nasi tersebut
"Mau makan di sini atau di bungkus mbak ?"
"Makan di sini saja," Jawabnya, ketika Sinta berbalik dia menabrak seseorang yang baru saja masuk ke warung tersebut.
"Maaf saya gak sengaja," ucap Sinta
"Sinta...
" Kak Yusuf...
ucap mereka berbarengan, Sinta tak menyangka bertemu dengan seniornya dulu ketika sekolah di kampungnya.
__ADS_1
"Sinta..kamu di sini juga ?" tanya Yusuf tak percaya kalau gadis yang dia sukai dulu di SMA berada di hadapannya
"Iya kak, Aku kuliah di sini, kakak kok bisa di sini ?"
"Kalau aku sedang ada keperluan di Jakarta, yah biasa bawa santri-santri mengikuti lomba di sini," ujarnya
"Jadi sekarang kak Yusuf sudah jadi seorang ustadz nih ceritanya," ujar Sinta, memang dulu Sinta sempat dekat dengan Yusuf tapi karena setelah Yusuf lulus sekolah dan melanjutkan mondok di pesantren dia tidak pernah bertemu lagi dengannya.
"Alhamdulillah Sinta, apa yang aku Impikan akhirnya tercapai juga," ucapnya
"Selamat kalau begitu ya kak," ucap Sinta tulus
"Kamu Gimana ? apa kuliahnya udah kelar ?
"Hampir skripsi kok kak."
"Ooo apa gak ada rencana pulang kampung nih, gak kangen apa sama orang tuamu di sana?"
"Rencananya sih habis Skripsi aku akan pulang ke sana ," jawabnya, sebuah senyum terbit di bibir Yusuf mendengar ucapan Sinta, dia akan mempunyai peluang kembali untuk bisa dekat dengannya.
"Oh ya Sinta aku boleh minta nomor Hp kamu gak, siapa tau nanti kalau aku sudah balik ke kampung kita bisa komunikasi," pintanya sambil menyodorkan ponselya
"Neng mau duduk di mana Nih, ini pesanannya sudah selesai," tanya mas yang punya warung itu.
"Oh ya..di sana aja mas, kak Yusuf aku makan dulu ya, sudah laper nih, kak Yusuf gak makan ?" tanya Sinta
"Ini juga mau makan, mas satu porsi ya samain aja sama punya dia," ujar Yusuf , mereka pun duduk di meja yang sama. Makanan yusuf pun sudah sampai kemudian mereka makan makanannnya itu.
Acara makan-makan sudah selesai, Sinta mengambil ponselnya dan menghubungi pamannya.
"Assalamualaikum paman !"
"Waàlaikum salam Sinta, "
"Paman mungkin Sinta malam ini tidak bisa kembali ke rumah sakit, tolong jagain bang Rafka ya," ucapnya
__ADS_1
"Baik nak, biar paman saja yang menemani abangmu, nanti paman suruh bibimu pulang untuk temenin kamu di rumah," ujar Zainal yang memang tau kalau Sinta lagi menyiapkan Skripsinya itu.
"Kalau begitu aku tutup dulu telponnya ya paman, Assalamuàlaikum," ucapnya lalu memutuskan sambungan telponnya.
"Siapa yang sakit Sinta ?" tanya Yusuf
"Sepupu aku, oh ya kak Yusuf kapan rencana balik ke Aceh," tanya Sinta.
"Rencananya besok sudah harus balik, sebenarnya aku masih betah di sini, tapi apa boleh buat aku harus segera kembali ke Aceh karena tugasku di sini sudah selesai." Ujarnya kecewa.
"Ooo aku pikir masih lama, ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya kak," ujar Sinta sambil beranjak dari kursinya.
"Aku antar ya Sinta," tawar Yusuf
"Gak usah kak, aku sudah pesan taksi Online kok," ucapnya, tak lama kemudian taksi Online yang di pesan sama Sinta pun datang, dia segera masuk ke dalam mobil itu dan meninggalkan Yusuf di sana.
Rasanya aku akan kembali mengejar cintamu Sinta, dari dulu aku tidak pernah dekat dengan gadis lain karena hatiku masih untukmu, Dan ini kesempatanku untuk mendapatkanmu kembali,, Batin Yusuf
Sinta sudah sampai di rumahnya, dia segera masuk ke sana dan mengunci pintunya kemudian segera menuju kamarnya, Bian yang melihat Sinta sudah pulang merasa lega, tadinya dia kehilangan jejak Sinta, Bian kemudian berinisiatif menunggunya di jalan dekat Rumah Sinta. Bian kemudian pergi dari sana. Hari ini dia tidak minum karena suasana hatinya sangat senang melihat keretakan hubungan Rama dengan Sinta. Sepanjang jalan menuju ke Rumahnya senyum selalu menghiasi bibirnya.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku lagi Sinta, kalau itu sudah terwujud aku gak akan pernah melepaskanmu lagi," gumannya
Bian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Rumahnya, dia ingin segera sampai di sana dan akan memberitahukan kepada Siska kalau sebentar lagi dia akan menceraikannya.
Bian sudah sampai di rumahnya, seperti biasa Sinta sudah menunggunya dengan menggunakan baju yang super sexy yang membuat Bian tambah muak melihatnya.
"Mas Bian sudah pulang ?" tanya Siska yang melihat Bian baru masuk ke rumah. Bian menghempaskan tubuhnya di sofa. Siska segera ke dapur dan membuatkan minuman segar untuk suaminya itu.
Tumben Mas Bian tidak mabuk, ada apa ya ? tapi bagus deh kalau Mas Bian tidak mabuk, mungkin dia sudah sadar ,, Batin Siska
Siska segera membawa minuman itu dan menyajikannya di meja depan Bian berada, ketika Siska menaruh minuman itu dia sedikit merunduk sehingga dua gundukan didadanya yang mulus terlihat oleh Bian.
Gleekk...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
🌹Jangan lupa Like..Coment dan Vote ya
makasih🙏🙏🙏