
Rama menghidupkan GPS yang ada di ponselnya, saat di Jakarta Rama pernah menyambungkan GPS yang ada di ponsel Sinta dengan punyanya.
Alhamdulillah, Ponselnya masih nyala." ucap Rama lalu dia segera menuju mobil yang sudah di rentalnya untuk trasportasi selama dia tinggal di sana. Rama melajukan mobil itu dengan kecepatan Tinggi, beruntung tempat itu tidak jauh dari penginapannya.
Sari dan Lala masih kerepotan memindahkan Sinta ke dalam kamar tidur yang ada di rumah itu.
"Berat banget sih ni cewek," ucap Lala
"Sabar napa, gue nanti akan ngasih bayaran buat lo, tenang saja," ujar Sari, Akhirnya mereka berhasil juga membaringkan Sinta di atas ranjang yang ada di dalam kamar itu.
Huff..
Mereka menghembus nafas kasar dan terlihat ngos-ngosan.
"Sekarang lo telpon si Andre, lo suruh dia ke sini," suruh Sari
"Lo serius, bukannya kita hanya butuh fotonya saja ya," ujar Lala.
" Si Andre kan brengsek, bisa-bisa teman lo itu di apa-apain sama dia," tambahnya.
"Justru itu yang gue mau, gue mau lihat dia hancur sehancur-hancurnya agar gak ada cowok yang mau menikahi dia," ucap Sari dengan serigainya.
"Lo tega ya sama teman lo sendiri," ujar Lala
"Gue udah dendam sama dia dari dulu, semua yang gue sukai selalu di ambil olehnya, dan sekarang dia datang hendak menikah dengan Ustadz Yusuf, lo kan tau kalau gue udah suka sama Dia semenjak dia pulang dari mondoknya," ujar Sari
"Iya gue tau kalau lo cinta mati sama Ustadz itu, tapi gak kek gini caranya, ini termasuk tindakan kriminal loh, gue gak mau di penjara kalau sampai ketahuan ," ucap Lala
"Tenang saja..gak bakalan ada yang tau kok, kan rumah ini jauh dari rumah-rumah warga yang lain, setelah Andre menikmati tubuhnya yang molek itu kita buang saja dia di hutan, dia gak bakalan bangun kok karena dosis obat tidur yang gue kasih sangat besar," ujar Sari
"Wah parah lo, gue gak mau ikut-ikutan ya. gue gak gila kayak lo, lebih baik gue pergi saja dari sini," ujar Lala lalu beranjak dari sana.
"Ya sudah kalau lo gak mau bantuin gue, lo pergi aja sana, tapi ingat gue gak akan ngasih apa-apa ke lo," ujar Sari
"Serah lo..gue gak mau di penjara hanya karena menuruti rencana bodoh lo itu, lebih baik gue gak dapat uang dari pada akhirnya nasib gue berakhir di jeruji besi, Gue pergi bye..." ucap Lala lalu betgegas pergi dari sana menggunakan motornya.
__ADS_1
Sari akhirnya menghubungi Andre sendiri dan menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu.
Sementara Rama sudah hampir sampai di lokasi keberadaan Sinta, saat dia berada di belokan jalan menuju ke sana Rama hampir menabrak sepeda motor yang melaju cepat dari arah sana.
Rama segera menghentikan mobilnya, sepeda motor itu oleng dan akhirnya jatuh di jalan. Rama segera menolong pengendara motor itu yang ternyata seorang perempuan.
"Maaf Mbak..saya tidak sengaja tadi," ucapnya setelah gadis itu sudah berdiri tegak.
"Oh gak apa-apa bang, gue yang salah kok," ucap gadis itu yang ternyata Lala.
"Oh ya.. Kamu tau daerah sini ?" tanya Rama sambil menunjukkan lokasi rumah yang ada di GPS nya, Lala kaget.
"Abang mencari Sinta ya ?" tanya Lala
"Kok kamu tau ?" tanya Rama binggung
"Ayo bang ikut gue," ujarnya lalu membangunkan motornya
"Kemana ?" tanya Rama binggung
"Udah jangan banyak nanya, sebelum semuanya terlambat." ucap lala sambil menghidupkan motornya, Rama pun masuk ke dalam mobilnya lalu mengikuti Lala.
"Ngapain kita ke sini ?" tanya Rama
"Ada yang berniat jahat sama Sinta, gue tadinya salah satu dari mereka tapi gue gak setuju dengan apa yang mereka lakukan, jadi gue pergi dari sana," ujarnya, Rama benggong mendengar penuturan Lala
"Loh kenapa masih bengong sih, ayo cepat masuk," ujar Lala sambil mendorong Rama masuk ke sana
"Mereka ada di dalam kamar itu, gue tunggu di sini saja, karena gue gak mau mereka tau kalau gue yang membawa lo ke sini," ujarnya
Rama pun akhirnya mendobrak pintu kamar itu,terlihat di sana seorang pemuda yang tak lain adalah Andre hendak menyentuh Sinta yang tertidur pulas dengan kerudungnya sudah terlepas dan bajunya yang sedikit tersingkap dan seorang wanita yang merekam adegan tersebut.
Wajah Rama merah padam melihat pemandangan tersebut. Dia langsung memukul pemuda itu sampai terkapar di lantai dengan wajahnya penuh dengan darah mengalir di pelipisnya.
Rama pun menatap tajam ke arah Sari lalu mencekik lehernya sampai Sari tidak bisa bernafas dan akhirnya dia pingsan, Andre bangun dan hendak menusukkan belati ke arah dada Rama.
__ADS_1
"Bang awas.." teriak Lala yang melihat Andre mendekati Rama dengan belati di tangannya.
Rama sempat begeser akan tetapi belati itu malah menancap di lengannya.
Rama mengerang kesakitan, tapi dia langsung memukul kembali Andre sehingga dia tidak berdaya.
Rama segera mengambil ponselnya lalu melapor ke polisi, setelah itu Rama langsung menuju ke arah Sinta dan membetulkan kembali pakaiannya yang tersingkap itu dan memakaikan kerudungnya kembali, lalu mengendong Sinta menuju mobilnya.
Lala mengikuti mereka dari belakang.
"Bang apa abang bisa nyetir ?" tanya Lala
"InsyaAllah bisa, terima kasih ya . kalau tidak ada kamu saya tidak tau entah apa yang akan terjadi sama Sinta dan kalau itu sampai terjadi saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri," ucapnya.
"Memangnya Abang siapanya Sinta ?
"Saya calon suaminya," ujar Rama, Lala ternganga mendengar ucapan Rama
"Saya permisi dulu ya, kamu tolong jaga mereka sampai polisi datang," ucap Rama lalu segera masuk ke mobilnya dan melajukannya menuju rumah Sinta.
Lala yang masih bengong disana menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Bukankah Sinta itu calon istrinya Ustadz Yusuf ya, tapi kenapa cowok itu ngomong seperti itu tadi, gue jadi binggung sebenarnya siapa sih calon suaminya si Sinta itu," ucapnya
"Ah gak usah gue pikirin, lebih baik gue ikat tu si Sari sama si Andre biar mereka gak kabur," ucapnya lalu bergegas masuk ke dalam rumah itu.
Rama sudah sampai di rumah Sinta, di sana sudah ada Yusuf dan orang tuanya. Rama menggendong Sinta dari mobilnya yang membuat Yusuf kaget di buatnya.
"Pak Rama..!
Yusuf tidak menyangka akan melihat adegan seperti itu di depan matanya. Calon istrinya di gendong oleh idolanya, seketika tangan Yusuf menggepal.
"Apa yang terjadi dengan Sinta nak Rama ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
🌹 Read...Like...Coment...Vote...
Thank's 🙏🙏🙏