JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 66


__ADS_3

Aku mau asalkan kamu menyetujui beberapa syarat dariku," ucap Siska


"Apa itu, apapun syaratnya akan aku penuhi asalkan kamu mau ikut aku pulang kerumah kita," ujar Bian


"Kamu yakin bisa memenuhinya ?" tanya Siska, Bian menganggukkan kepalanya.


"Walaupun ini menyangkut dengan Sinta ?"


Deggg...


Bian baru menyadari kalau beberapa hari ini bayangan Sinta seakan hilang dari ingatannya sampai Siska tadi menyebut namanya.


"Katakan saja dulu, nanti aku pikirkan," ucap Bian


"Aku gak yakin kalau kamu bisa memenuhinya karena memang dia yang kamu inginkan bukan aku, maaf mas Bian aku gak bisa ikut kamu pulang kalau bayangan Sinta masih ada di antara kita," ucapnya hendak masuk ke dalam rumah akan tetapi tangan Bian mencekalnya.


"Siska... tapi kamu gak bisa terus-terusan tinggal di sini, tadi saja tunangan Sultan sudah melabrak kamu, aku gak ingin sesuatu yang buruk terjadi sama kamu Siska," ucap Bian memohon.


"Apa pedulimu..Aku kan bisa tinggal di hotel, aku memang sudah berencana pindah dari sini kok, dan kamu gak usah segitunya khawatir sama aku," ucapnya.


"Siska please...pulang sama aku ya, aku kesepian di rumah sendirian," mohon Bian


"Mas kamu dengar gak sih apa yang tadi aku bilang, aku gak bisa hidup di rumah yang ada bayang-bayang mantan pacar dari suami aku sendiri, mas pikir hati aku ini terbuat dari baja apa, yang bisa tahan dengan apapun yang menimpanya," ujar Siska sedikit meninggi yang membuat Bian kaget, dulu tidak pernah sekalipun Siska berteriak di depannya, dia selalu berbicara lembut walaupun Dia seringkali menyakiti jiwa dan raganya.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau pulang denganku ?" akhirnya Bian berkata seperti itu.


"Kamu harus pilih antara aku atau mantan pacarmu itu yang jelas-jelas sudah melupakanmu, mas kamu gak usah jawab sekarang, seminggu lagi aku tunggu kamu di danau yang kemarin, kalau kamu datang berarti kami memilih aku, tapi kalau kamu gak datang, mungkin perpisahan adalah yang terbaik buat kita," ucapa Siska seperti batu besar yang menghantam kepala Bian, mana mungkin dia memilih diantara dua pilihan yang sulit itu.


"Mas pulang lah, pikirkan baik-baik jangan sampai kamu menyesal nantinya," ujar siska lalu masuk ke dalam rumah itu.


Bian menjambak-jambak rambutnya frustasi, di satu sisi dia belum bisa melupakan Sinta tapi di sisi lain dia tidak mau kehilangan Siska istrinya.

__ADS_1


Dia akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana.


🌹🌹🌹


Pagi sudah tiba, semangat Rama yang ingin mempertemukan orang tuanya dengan orang tua Sinta membuat wajahnya berseri-seri. Dia bangun dari tidurnya lalu masuk ke kamar mandi.


Di kamar mandi dia bercermin, dia sedikit khawatir kalau orang tuanya tidak setuju akan hubungannya dengan Sinta, tapi Rama yakin kalau mereka melihat Sinta langsung mereka akan menyeyujuinya.


Tapi ini hanya pertemuan kedua belah pihak orang tua saja, Orang tua Sinta dan orang tua Yusuf akan menjelaskan apa yang mereka rencanakan kepada orang tuanya Rama, karena mereka gak mau calon besan nya itu kaget akan apa yang terjadi di Hari pertunangannya nanti.


Rama mulai mandi, dan kemudian dia segera bersiap-siap memakai Pakaiannya , hari ini dia memakai pakaian Formal dengan menggunakan kemeja putih di padukan dengan Jas Hitamnya membuat auranya semakin terpancar dan tidak ketinggalan dasi yang senada dengan Jasnya.


Saat di rasa semuanya perfect, Rama segera menuju ke kamar orang tuanya.


Tok..tok..


Rama mengetuk pintu kamar mereka tapi tidak ada respon dari mereka.


"Apa jangan-jangan mereka semalam gak pulang ya," guman Rama.


"Papa...bangun.." panggil Rama, Firman hanya mengeliat saja, di lihat dari penampilanya papanya itu pasti kecapean menemani mamanya nonton drakor semalaman suntuk, itu adalah hobby mamanya yang selalu memaksakan mereka nobar drakor sampai pagi. Jelas saja mereka jam segini belum bangun.


Rama gak kehilangan ide untuk membuat mereka bangun, dia berteriak-teriak histeris.


"Aaaaa ada kecoak...mama papa bangun ada kecoak.." teriak Rama, mereka sontak bangun dari tidurnya lalu saling berpelukan dan melompat-lompat di atas ranjangnya.


"Mana..mana...," ucap Firman yang memang sangat geli dengan binatang satu itu, begitu pula dengan Muna. Dari semua hal hanya satu kesamaan di antara papa mamanya itu yaitu sama-sama takut kecoa.


"Ha..ha..ha.. Mama sama papa lucu banget deh...ha..ha ." ucap Rama sambil tertawa


Melihat Rama tertawa mereka baru menyadari kalau putranya itu sedang mengerjai mereka, mereka pun turun dari sana dan menjewer telinganya satu-satu.

__ADS_1


"Awww...ampun Ma..ampun Pa , Rama gak bakalan jail lagi," ucapnua mengaduh kesakitan


"Dasar kamu anak gak ada akhlak ya, orang tua di jahilin, mama kutuk jadi kodok baru tau rasa kamu," ucap Muna kesal tidurnya di ganggu.


"Maaf ma , habisnya Rama sudah gak ada cara lagi buat bangunin tidur cantik mama dan papa itu, tau sendiri kan kalau kalian lagi tidur itu udah kayak...," Rama tidak melanjutkan kata-katanya itu karena melihat mata mamanya yang sudah melotot kearahnya.


"Kayak apa ?" tanya Muna yang sudah seperti mau menelan Rama


"Kayak putri tidur mama ku sayang he..he.." ucap Rama cengengesan.


"Kirain kamu mau ngatain mama kayak kebo," ujar Muna


"Itu tau..." ucap Rama lalu berlari menghindari amukan mamanya.


"Rama...awas kamu ya,, gak akan mama restuin kamu nanti," ujar Muna mengejar putranya yang nakal itu. Rama masih berlari lalu keluar dari kamar itu sambil berteriak.


"Papa..mama..siap -siap ya, sebentar lagi kita mau ketemu calon besan mama dan Papa, " ujarnya ketika berada di luar kamar itu.


Firman dan Muna baru ingat kalau hari ini mereka akan bertemu dengan Calonnya Rama.


Mereka akhirnya segera mandi dan berpakaian Formal seperti Rama juga.


Mereka sudah siap dan menuju kamar Rama untuk memanggilnya.


"Rama sayang kita sudah siap nih, ayo kita pergi keburu telat nanti," Panggil Muna lembut


Rama keluar dari kamarnya dan tersenyum ke arah mereka.


"Papa sama mama kok cepat banget sih siap-siap nya, jangan-jangan papa sama mama gak mandi ya, malu dong kalau calon besan papa dan mama nantinya nyium bau-bau gak enak dari kalian," canda Rama


"Rama...jangan mancing- mancing mama deh kamu,"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya 😍🙏🙏


__ADS_2