JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 81


__ADS_3

"Oke..gue akan temani lo menemui mereka, lo jangan takut Ayah dan Ibu lo itu sangat menyayangi lo," ujar nya, Akhirnya mereka pun masuk ke mobil masing-masing dan mulai melajukan mobilnya menuju Rumahnya Risa.


Saat sampai di rumah Risa, Ayah Risa dan Bu Ratih sudah menunggu kedatangan mereka di teras rumahnya dengan wajah tegang. Mereka melihat senyum di bibir James sehingga membuat mereka lega.


Risa berjalan menghampiri mereka dan duduk di kursi yang masih kosong, sedangkan James berdiri di samping Risa. Bu Ratih berinisiatif mengambilkan kursi buat James tapi di larang oleh James.


"Gak usah Bu Ratih, saya berdiri saja, lagian saya juga penat dari tadi duduk mulu sementara saya di kantor selalu berdiri," ujar James.


"Ooo ya sudah kalau begitu nak James," ucap Ratih.


Risa melihat ke arah James, James mengerti akan pandangan Risa itu.


"Pak.. Bu.. Risa mau mendengarkan penjelasan dari kalian," ucap James


"Alhamdulillah.." seru mereka berdua.


"Terima kasih Nak James, kamu sudah membujuk anak kami Risa sehingga dia mau mendengar penjelasan dari kami," ucap Ridwan


"Sama-sama Pak Ridwan, saya sudah melakukan tugas saya sekarang semuanya tergantung penjelasan dari kalian," ucapnya.


" Risa..maaf kan ayah, ayah dari dulu tidak jujur sama kamu nak, sebenarnya kamu adalah anak kandungnya Ratih," ujar Ridwan, Risa terlihat memejamkan matanya ,tangannya memegang lengan James. James memegang pundaknya memberi kekuatan buat Risa.


"Ibumu Ratih bekerja di sini sejak kamu masih dalam kandungannya, saat itu ayah kandung kamu sudah meninggal, Saat kamu Lahir kami mengadopsi kamu Risa dan Ratih memberikan syarat agar dia sendiri yang merawat kamu dan kami menyetujuinya," lanjut Ridwan, Air mata Risa makin deras mengalir.


"Dan saat ibu kamu sakit-sakitan dia menyuruh ayah untuk menikahi Ratih akan tetapi ayah tidak mau, dan pada saat ibu kamu di rumah sakit dia kembali berpesan kalau dia sudah tiada ayah di suruh menikahi Ratih untuk menghindari fitnah dan supaya kamu mendapatkan orang tua yang lengkap, Saat itu ayah tidak punya pilihan lain, ayah hanya ingin kamu bahagia Risa," Ridwan mengakhiri ceritanya.


"Jadi Ibu Ratih adalah ibu kandung ku yang sebenarnya ?" tanya Risa makin kencang saja tangisannya. Risa menoleh ke arah Ratih, dia tidak berani untuk menatap wanita paruh baya itu.


"Risa anakku.." panggil Ratih sambil menangis, Risa pun berhambur kepelukan Ratih.


"Ibu...!


Ratih memeluk Erat putrinya itu dan membelai rambutnya lembut, Risa melepaskan pelukannya.


"Ibu maafkan Risa,, Risa sudah membenci ibu , Risa tidak tau kalau Ibu adalah Ibu kandung Risa, Risa sudah durhaka bu," ucapnya lalu bersimpuh di kaki Ibunya itu, Ratih semakin menangis melihat putrinya seperti itu, sekarang dia baru merasakan menjadi ibu seutuhnya.

__ADS_1


Ratih Juga bersimpuh mensejajarkan dirinya dengan Risa.


"Seharusnya ibu yang minta maaf nak, ketidak berdayaan Ibu yang membuat kita seperti ini nak, Ibu bahagia sekali sekarang ibu bisa menjadi ibu seutuhnya," ucap Ratih yang membuat Risa memeluknya kembali.


"Alhamdulillah...akhirnya semua kesalahfahaman di keluarga ini selesai juga, saya juga turut bahagia melihat kalian seperti ini." ucap James terharu.


"Terima kasih ya nak James, berkat kamu Risa kembali menjadi Risa yang dulu," ucap Ridwan


"Sama-sama Pak Ridwan, saya hanya jadi perantara saja dan sekarang giliran Risa yang harus minta maaf kepada Bos saya," ujarnya, Risa melihat ke arah James penuh tanda tanya.


"Baiklah Nak James, Saya akan menjelaskan kepada Risa tentang apa yang harus dia lakukan sekarang, Nak James tunggu saja di Hotel, kami juga akan segera ke sana," ujar Ridwan.


"Baiklah Pak Ridwan, kalau begitu saya Permisi dulu," ucap James hendak pergi.


"Mas James.." panggil Risa, James menoleh


"Terima kasih banyak ya, " ujar Risa sambil tersenyum kearah James, James pun membalas senyumannya itu lalu pergi dari sana.


🌹🌹🌹


Perlahan Indra mulai membuka kain putih itu dan mereka kaget melihat orang yang berada di sana bukanlah putra mereka Bian.


"Pa..ini bukan Bian pa ," ujar mamanya Bian


"Iya, kita harus tanyakan ini kepada Dokter tadi, kenapa dia bilang kalau putra kita sudah meninggal.


Mereka segera menemui dokter yang memberitahukan kalau Bian telah meninggal itu.


"Dokter gimana sih, kenapa jenazah itu bukan anak saya ?" tanya Indra


"Maaf tapi memang begitu keadaannya pak, memangnya nama anak Bapak siapa ?"


"Bian Prayoga Dok," ujar Indra


"Sebentar saya konfirmasikan lagi ke petugasnya," ujar Dokter itu lalu mulai menelpon.

__ADS_1


"Maaf pak, saya salah membaca namanya tadi, ternyata yang meninggal Bian Pramuga bukan Bian Prayoga," ucap Dokter itu.


"Dokter ini gimana sih, gara-gara Dokter salah nama kami kehilangan calon cucu kami tau gak," ujar mamanya Bian marah


"Sekali lagi saya minta maaf atas keteledoran kami Bu, kami menyesal akan semua yang terjadi," ujar Dokter itu


"Saya bisa saja menuntut Rumah sakit ini, tapi nasi sudah menjadi bubur walaupun saya menuntut kalian cucu saya tidak akan kembali juga," ucap Indra.


"Terima kasih pak, saya tidak tau apa jadinya saya kalau kalian menuntut saya," ucap Dokter itu.


"Saya hanya ingin tau dimana sebenarnya keberadaan putra saya sekarang Dok ?


"Kalau tidak salah setelah operasi tadi dia di pindahkan Ke ruang rawat,nanti saya suruh Suster untuk mengantarkan kalian.


"Baiklah Dok, saya akan memberitahukan ini kepada menantu saya dulu, nanti baru kami semua ke sana," ucap Indra lalu pergi dari sana bersama istrinya menuju ruang rawat Siska.


Setelah sadar Siska menangis Histeris, Dia tidak bisa terima kalau Bian sudah tiada. Siska kembali pingsan, kondisinya sekarang tambah parah, untung dia tidak mengetahui bahwa dirinya hamil dan keguguran, kalau dia tau bisa semakin histeris dia jadinya.


Indra dan Istrinya sudah datang dan masuk menemui besan dan menantunya itu, mereka melihat Siska masih pingsan.


"Bagaimana keadaan Siska sekarang ?" tanya Indra


"Tadi dia sempat sadar tapi akhirnya dia pingsan lagi setelah menangis histeris." Jawab Ibunya Siska.


"Gimana..apa jenazah Bian sudah di urus ?" tanya Thomas ayahnya Siska


"Thomas, ternyata Bian masih hidup, dan sekarang berada di ruang rawat lain," ucap Indra


"Apa..kenapa juga tadi Dokter mengatakan kalau Bian sudah meninggal," ujar Thomas kaget.


"Ada sedikit kesalahan, yang meninggal adalah Bian Pramuga dan Bian kita sekarang masih hidup," ujarnya


"Syukurlah kalau memang begitu adanya, tapi kita sudah kehilangan calon cucu kita pa,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like..Coment dan Vote ya..makasih🙏🙏🙏


__ADS_2