
Pagi yang cerah secerah hati Sinta yang lagi berbunga-bunga. Hari ini dia sangat senang karena Rama mengajaknya makan siang bareng .
"Aku pakai baju apa ya,, Aku harus tampil cantik hari ini di depan mas Rama," ucapnya sambil melihat bayangannya di cermin, senyum tak lepas dari wajahnya yang cantik.
"Hari ini aku akan kasih jawaban ke mas Rama,, semoga keputusan ini adalah yang terbaik dan akan membuatku bahagia nantinya" gumannya
Dia pun segera memakai pakaiannya dan segera turun menuju ruang makan, Paman dan Bundanya sudah menunggunya di sana.
"Kenapa nih Ponakan paman senyam-senyum sendiri ?" goda Zainal
"Iya nih Pa , semenjak Nak Rama pulang dari Surabaya Sinta jadi lebih ceria ya," goda Wulan juga.
"Ah Bunda..., Sinta kan jadi malu," ucap Sinta sambil menutup wajah dengan tangannya.
"Ngapain malu, paman setuju kok kalau kamu sama nak Rama, lagian Paman lihat dia orangnya baik, perhatian dan yang lebih penting bertanggung jawab," ucap Zainal
"Jadi Paman dan Bunda setuju kalau Sinta menerima cintanya Mas Rama,, Uppss..." ucap Sinta keceplosan sambil menutup mulutnya.
"Wah..wah...kita ketinggalan berita nih Pa,, Rama ternyata gercep juga ya, udah nyatain cinta aja Dia," ujar Wulan.
Sinta makin malu, wajahnya merona di godain oleh Paman dan Bundanya itu.
"Udah.. ayo kita sarapan, ntar telat lagi Sinta ke kampusnya." ucap Zainal , mereka kemudian dengan perasaan bahagia.
Di kampus...
Dira dan Ica sedang duduk-duduk di taman kampus, mereka baru saja sampai di sana. tak lama kemudian Datang Zidan dan Jono menghampiri mereka.
"Dira Sayang...Lo udah bikin tugas belom ? gue pinjam dong," ujar Jono dengan nada manjanya
"Mau nyontek ya lo,, enak aja gue yang capek lo yang nikmatin hasilnya," ujar Dira ketus
"Jangan ketus gitu dong ngomongnya, memangnya lo udah bikin tugasnya ?" tanya Jono
"Belum sih,, he..he..." ucap Dira cengengesan.
"Kita lagi nungguin malaikat penyelamat kita dulu,, lagian Sinta kemana sih jam segini belum datang," ujar Ica
"Iya..ya,, gak biasanya dia telat kek gini, bentar lagi mau masuk nih," ucap Dira khawatir kalau tugasnya gak selesai.
" Tuh dia datang," ucap Zidan sambil menunjuk ke arah sebuah motor yang tampak dari kejauhan yang memang Sinta adanya.
Sinta memarkirkan motornya. Dari arah taman nampak Teman-temannya berlomba menuju ke arahnya. Sinta heran melihat kelakuan mereka.
"Kenapa sih lari-lari begitu,, emang ada apa ?" tanya Sinta heran
Mereka tidak menjawab malahan merangkul Sinta dan membawanya ke tempat tadi mereka duduk.
__ADS_1
Sampai di sana Sinta di duduki bagai seorang putri, Zidan mengipas-ngipasnya pakai buku, sedangkan Dira dan Ica memijat-mijat kaki dan pundaknya dan yang anehnya lagi Jono ngasih minuman ke Sinta entah dari mana datangnya minuman itu.
Sinta tambah heran melihat tingkah laku teman-temannya itu. dia menepis tangan Ica dan Dira.
"Kalian kenapa sih, kesambet ya,,aneh banget," ujar Sinta hendak pergi
"Sinta lo mau kemana ?" ucap mereka barengan kemudian membawa kembali sinta ketempatnya semula.
"Sinta hari ini kamu cantik banget deh," ujar Dira mulai merayu
"Iya,, hari ini selain cantik sinta juga baik ya," tambah Ica.
"Ooo jadi baru hari ini nih aku cantik dan baiknya ?" ucap Sinta
"Bukan Begitu,, Lo cantik dan baiknya setiap hari kok, tapi hari ini lebih gimana gitu," ucap Dira meralat. Sinta tau kalau teman-temannya pasti ada maunya, tapi dia pura-pura saja tidak mengetahuinya.
"Aku tau, kalau aku cantik dan baik,, bahkan dari lahir," ucap Sinta
"Ih Narsis lo ,, sejak kapan nih lo jadi narsis kek gini," ucap Zidan, Ica memukul mulut Zidan.
"Kenapa sih Beb, kok kamu pukul mulut aku sih," kesal Zidan
"Maaf Beb,, kamu diam aja deh, semua ini demi tugas," bisiknya, Zidan menganggukkan kepalanya.
"Sinta yang baik dan Cantik, mau gak lo ngasih contekan tugas Agama ke kita," ucap Ica
" Jangan marah dong Sinta,, kasian kita yang bodoh ini, tugasnya susah banget, otak kita gak nyampek buat bikinnya," ucap Dira memelas.
"Kalian tau gak sih kalau kalian nyontek berarti kalian udah berbuat Curang," ucap Sinta terlihat masih marah.
"Tuh kan gue bilang juga apa, kalian sih yang ngotot mau nyontek," ujar Jono
"Lah kok kita aja sih, lo kan juga ikutan," ucap Dira kesal
"Ha...ha..ha...," Sinta tak dapat menahan tawanya lagi melihat mereka saling menyalahkan.
"Udah..udah.. aku hanya bercanda kok, tapi yang aku bilang barusan bener loh. Tapi kali ini aku izinin kalian berbuat curang tapi dosanya kalian tanggung sendiri ya", ucap Sinta sambil menyerahkan bukunya pada mereka.
Mereka terhenyak mendengar ucapan Sinta, tak ada satupun dari mereka yang mengambil buku itu, Sinta heran mengapa mereka begitu.
"Loh kok gak di ambil sih ?" tanya Sinta
"Gak deh Sin,, apa yang lo bilang itu bener, gue gak mau nambah dosa, dosa gue udah banyak," ucap Dira
" Kita juga Sinta,, kamu simpan saja bukunya," Ucap Zidan dan yang lainnya juga begitu.
"Loh kok gitu sih,, aku Ikhlas kok kalau kalian nyontek tugas aku," ucapnya
__ADS_1
" Lebih baik kita kena hukum dari pada nambah dosa, ya gak gaess," ucap Jono
"Tumben lo Jon bijak gitu, biasanya lo kan yang paling gak jelas," ujar Dira
"Jangan salah baibe,, gue juga manusia yang tak luput dari dosa," ucap Jono
"Lebay lo Jon," ucap Zidan,, mereka semua tertawa
Bel masuk sudah berbunyi, mereka pun segera masuk ke ruang kelasnya. Terlihat Rafka masuk ke ruangan itu, semua yang ada di kelas itu pada binggung karena hari ini tidak ada mata kuliah Bahasa Inggris.
"Pak,, apa bapak gak salah ruangan," ujar Zidan, Rafka tersenyum mendengar ucapan Zidan.
"Selamat pagi semua," ucapnya
"Pagi pak...
"Pasti kalian bertanya-tanya kan kenapa saya masuk ke kelas ini ?"
"Kalau Bapak masuk kesini tiap hari aku gak apa-apa kok pak, malahan aku senang banget loh Pak," ucap Lusi menatap genit ke arah Rafka
Hu...hu...
Sorak mereka, Rafka sudah terbiasa dengan sikap Lusi yang memang sering mengodanya.
"Saya berada di sini karena Ibu Sari meminta tolong ke pada saya untuk menggantikannya mengaj1arkan mata kuliah Agama," Ucapnya
"Bapak serba bisa ya,, Bapak bisa gak jadi ayah dari anak-anak aku," ucap Lusi lagi
Hu...hu..., suara gaduh kembali memenuhi ruangan itu.
" Kepedean amat sih lo neng,, dasar Ilusi..." ujar Jono.
"Ih Lo cemburu ya karna gue goda pak Rafka, lo suka kan sama gue," ujar Lusi
" Pede gila lo,, Najis gue suka sama lo," ucap Jono, Lusi malah memandang kearah Jono. Jono yang merasa di perhatiin langsung menoleh.
"Apa lo lihat-lihat," ucapnya, Lusi malah memeletkan lidah kearahnya.
"Dasar centil...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like,, coment dan Vote nya ya Readers...
Kalau kalian suka dengan cerita ini tekan tanda❤ agar kalian mendapat notif up datenya ya.
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1