
Rama sudah sampai di Jakarta, Terlihat Sekertaris James sudah menunggunya di Bandara Soekarno Hatta. Saat Rama sudah nampak, James segera menghampirinya. Rama tampak begitu gagah saat keluar dari sana dengan Hodie nya, semua mata memandang ke arahnya dan terpesona akan ketampanannya.
Siapa sih yang gak Kenal sama Seorang Rama Ardiansyah itu. Dia adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan sangat dermawan itu.
Banyak orang yang mengidolakannya dan Banyak pula gadis - gadis yang memimpikannya bisa menjadi pasangan mereka.
"Eh lihat itu, itu kan Rama Ardiansyah pengusaha yang terkenal itu," ujar Seorang gadis pada temannya
"Waduh..Ganteng banget...mau dong jadi Istrinya," sahut yang lainnya
"Mimpi lo, mana cocok kalian sama dia, kalau gue sih cocok banget," ujar gadis itu
"Pede lo...Tapi gue denger-denger kalau Rama itu sudah punya pacar loh," ucap Gadis satunya lagi
"Yah patah hati deh kita ," ucap mereka barengan.
"Tapi sebelum janur kuning melengkung kita masih punya kesempatan loh,"
"Walaupun Rama itu sudah menikah, gue mau kok jadi yang kedua," ujar yang lainnya
"Beruntung banget ya yang jadi pacarnya itu,kalau gue gadis itu sih gak mau jadi pacarnya tapi gue maunya langsung jadi istrinya saja," ucap Gadis itu
"Mimpii..." ucap Mereka barengan
"Kalau gue gak dapat Ramanya dapat sekertarisnya juga boleh, dia juga gak kalah tampannya dari Rama Ardiansyah,"
"Huuuuu..." sorak mereka
Begitulah kira-kira reaksi gadis-gadis yang berada di sana ketika melihat kedatangan Rama apa lagi ada Sekertaris James di belakangnya yang menambah Aura ketampanan mereka.
Mereka berdesak-desakan saat Rama muncul di sana, mereka hanya ingin sekedar melihat ketampanan dan kegagahan Rama yang jarang mereka lihat langsung seperti ini. Mereka begitu banyak sehingga membuat Rama dan Sekertaris James kesusahan untuk berjalan.
Saat melewati mereka Rama tersenyum sehingga membuat mereka mengusap-ngusap dadanya, ada pula yang pingsan saat itu juga.
"Rama Aku padamu..." Sorak para Gadis-gadis di sana, Rama hanya tersenyum ke arah mereka.
__ADS_1
Akhirnya Rama Dan Sekertaris James sampai juga di Mobilnya dengan bantuan beberapa Body guard yang datang bersama Sekertaris James tadi.
"James...kita pulang ke Mansion," ujar Rama
"Tumben pak Rama mau pulang ke mansion nih," canda James
"Jangan banyak tanya James kamu jalankan saja mobilnya," ujar Rama sambil melepaskan Hodie nya dan terlihatlah oleh James perban yang menutupi lukanya Rama.
"Pak Rama kenapa di perban gitu tangannya, Apa terjadi sesuatu sama Pak Rama di sana ?" tanya James khawatir
"James..!
James langsung diam tanpa banyak bicara lagi, dia mengerti saat Rama hanya memanggilnya seperti itu berarti dia harus diam dan jangan banyak bertanya lagi juga melakukan apa yang rama suruh.
James melajukan Mobilnya menuju ke Mansionnya Rama. Sudah setengah jam James melajukan mobilnya akhirnya mereka sampai juga di mansion Rama yang terletak jauh dari perkotaan, bisa di bilang Mansion itu terletak di pinggiran Jakarta.
Suasana di sana masih terlihat Asri, masih banyak pepohonan dan kebun-kebun buah yang berada di sana.Di sinilah Orang tua Rama tinggal sekarang, Semenjak Perusahaan di ambil alih oleh Rama, Firman dan Istrinya tinggal disana, mereka sudah Jenuh tinggal di keramaian kota dan saat ini adalah waktunya mereka bersantai menikmati sisa-sisa hidupnya berdua dengan Istrinya itu.
Rama sudah turun dari mobilnya, dia menarik nafas panjang. Sudah lama sekali dia tidak berkunjung kesana, selain karena kesibukannya di kantor, dia sibuk mengejar Cinta Sinta juga.
"Sayang..." ucapnya lalu memeluk Rama dengan sangat erat.
"Mama..., Rama kangen sama Mama," ucap Rama membalas pelukannya.
"Aww..." Rama meringis kesakitan saat tangan mamanya menjewer telinganya.
"Anak nakal...kamu sudah lupa sama mama mu ini ya," ujar Muna mamanya Rama
"Aduh..sakit ma, jangan di jewer lagi ma," ujar Rama, Sekertaris James hanya tertawa melihat anak dan ibu itu. Sudah lama juga dia tidak melihat keakraban dan kehangatan dari keluarga tuannya itu.
Dari dalam mansion muncul Firman yang hanya mengenakan celana pendek dan sebuah handuk kecil di bahunya tersenyum ke arah mereka.
Firman mendekati putranya itu lalu menamparnya.
"Awww ..Papa sakit tau," ucap Rama, Lalu Firman memeluk putranya itu dan melepaskan rindunya.
__ADS_1
"Sungguh penyambutan yang sempurna," ucap sekertaris James sambil tersenyum.
"James..lo bahagia lihat gue seperti ini, awas ya lo nanti gue potong gaji lo," ujar Rama, di sini lah James bisa melihat Rama menjadi dirinya sendiri, selama di Jakarta Rama tidak pernah menunjukan sifat aslinya yang ternyata kekanak-kanakan seperti ini.
"Om lihat ni Rama, main ancam-ancam saja kerjanya," ucap James tak kalah manjanya kepada orang tuanya Rama.
"Sini James," panggil Firman, Saat James berada di dekat Firman, Firman menjewer telinganya sehingga membuat James meringis kesakitan juga.
"Ha..ha..ha..rasain lo, kena juga kan lo," ucap Rama.
"Ampun Om...sakit.." ucap James
"Ini hukuman buat kamu karena kamu tidak pernah membawa anak nakal itu berkunjung kemari lagi," ujar Firman belum melepaskan jewerannya di telinga James.
"Bukan salah saya Om, Ramanya saja sibuk mengejar Cintanya sampai ke Aceh sana," ucapan James membuatnya melepaskan jewerannya.
"Selamat..selamat.." ucap James sambil mengelus-ngelus dadanya.
"Benarkah, siapa dia sampai bisa menaklukkan hati anak papa yang dingin ini," ujar Firman lalu duduk di sofa yang berada di sana sambil mengipaskan handuk kecilnya itu sehingga membuat Rama dan lainnya terbatuk-batuk.
"Papa kebiasaan deh, tu handuk di simpan dulu napa. Jorok banget sih," ujar Muna sambil mengambil handuk itu dari tangan Firman, Firman hanya cengengesan di marahi sama istrinya itu.
"Kalian sini duduk dekat papa," suruhnya, mereka berdua segera duduk sesuai perintah Firman. Walaupun terkesan galak, Firman aslinya baik dan penyayang terutama sama motor bututnya itu.
Sebelum masuk ke sana tadi Firman habis mengelap-ngelap motor bututnya itu dengan handuk kecil tadi. Itulah rutinitasnya setiap pagi semenjak tinggal di sana.
"Sepertinya papa banyak ketinggalan berita akhir-akhir ini, coba jelaskan siapa wanita yang sudah menghangatkan hati anak papa ini," ujar Firman.
"Dia seorang gadis sederhana pa, dia Asli orang Aceh, tapi dia kuliah Di Jakarta." ucap Rama
"Menarik..., dan sepertinya kalau kamu bilang dia Orang Aceh sangat sesuai dengan apa yang kami inginkan, orang aceh kan terkenal dengan kekentalan Agamanya, itu yang jadi priotitas utama keluarga kita,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like...Coment dan Vote nya ya Readers Biar miss N semangat Up lagi.
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏