JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 99


__ADS_3

"Bang Rafka apa yang kalian lakukan hah .." bentak Sinta, Rafka dan Dira menoleh


Sinta dan semuanya kaget melihat apa yang di lakukan Rafka dan Dira tidak seperti apa yang ada di dalam pikiran mereka.Ternyata Rafka dan Dira sedang membuat gelembung- gelembung dari sabun.


"Ada apa sih , Kalian ngintip ya ?" tanya Dira


"He..he..he..," mereka semua cengengesan


"Waah...gak asik dong, kirain kalian lagi gituan," ujar Jono


" Yeay Jon...pikiran lo mesum banget sih," ujar Ica


"Kalian juga kan ," ujar Jono


"Ya sudah, ayo kita lanjutin makannya," Ajak Rama lalu mengandeng Sinta kembali menuju Rooftop.


Dira dan Rafka tertawa cekikikan sudah berhasil mengerjai mereka semua.


"Pasti mereka mengira kalau kita lagi berbuat mesum, mas gak lihat tadi wajah Sinta memerah gitu ," ujar Dira lalu membersihkan tangannya yang di penuhi sabun.


Rafka menarik Dira sehingga tubuh mereka berdempetan, dan menatap Dira Lekat.


"Kenapa Mas ?" tanya Dira binggung dengan apa yang di lakukan Rafka


"Sekarang kan mereka sudah pergi nih, kamu mau gak melakukan apa yang ada di pikiran mereka,"ujar Rafka, Dira mendorong tubuh Rafka.


"Sahin dulu dong, biar aku gak ragu," ucap Dira berlalu dari sana, Rafka hanya tersenyum melihat wajah merona kekasihnya itu.


Setelah acara makan-makan selesai, mereka pun pamit pulang dari kantor Rama tersebut. Sinta di antar oleh Rama sedangkan yang lainnya pulang menggunakan mobil Zidan menuju kampusnya. Posisi sekarang berubah, Ica bersama Zidan, Dira bersama Rafka sedangkan Jono masih saja duduk di belakang sendirian.


"Enak sekali ya hidup Sinta, di perlakukan bak permaisuri oleh Pak Rama," ucap Dira


"Lo minta sana sama Pak Rafka biar memperlakukan lo begitu juga," ujar Jono asal nyeplos


Dira menoleh ke arah Rafka, dia takut kalau Rafka tersinggung dengan ucapannya tadi, namun apa yang di pikirkannya tidak terjadi, Rafka malah menarik Dira lalu menyandarkan kepalanya di pundak Rafka.


"Kalau itu yang kamu mau, aku akan memperlakukanmu lebih dari itu sayang," ujar Rafka, bunga-bunga bertaburan di hati Dira mendengar ucapan Rafka itu.

__ADS_1


"Iiih..So Sweet...," ujar Ica


"Sayang, kamu gimana ?"tanya Ica pada Zidan


"Gimana apanya ?"


"Iiih nyebelin deh kamu," ujar Ica yang membuat Zidan binggung


Ni anak kenapa sih, kenapa ngambek begitu ya,gue jadi binggung,, Batin Zidan


🌹🌹🌹


Hari begitu cepat berlalu,hari ini adalah hari yang membahagiakan buat Sinta dan juga buat Rama Karena hari ini adalah hari wisudanya Sinta.


Diantara mereka semua Rama lah orang yang paling bahagia karena sebentar lagi dia akan bisa menikahi Sinta. dan Sinta tidak punya alasan lagi untuk menolak Niatnya itu.


Di Aula gedung sudah terlihat Banyak orang yang menghadiri acara itu, mulai dari keluarga sampai kerabat dari mahasiswa yang hendak di Wisuda pun datang ke sana.


Setelah serangkaian acara telah berlangsung, akhirnya acara puncak pun akan di mulai yaitu pengumuman lulusan IPK tertinggi yaitu yang akan mendapatkan predikat magna Cumloude dan Summa Cumlaude yang akan di bacakan langsung oleh Rektor universitas itu.


"Kira-kira siapa hayooo," ucap Rektor semakin membuat mereka deg-degan


"Lulusan dengan IPK 3,7 yang mendapatkan predikat magna Cumlaude jatuh kepada....jeng..jeng..jeng..." ucap Rektor yang membuat tawa mereka pecah


"Arvan sujono , kepada saudara Arvan Sujono silahkan naik ke atas panggung," ucap Rektor, semua pada celingak-celinguk tidak mengetahui siapa Arvan Sujono tersebut, Sementara Jono yang mendengarnya langsung pingsan di tempat sehingga membuat teman-temannya pada khawatir akan kesehatannya.


"Jon...bangun Jon...kenapa lo yang pingsan sih,"ujar Zidan, Zidan melepaskan kaos kakinya dan menciumkannya di hidung Jono


"Uweek...bau apa sih ini ?"ujar Jono setelah sadar, sementara ada seorang wanita paruh baya yang meneteskan air matanya di sudut ruangan itu


"Selamat ya sayang,kamu berhasil mencapai apa yang mama Inginkan." gumannya


Jono bangkit lalu segera melangkah menuju ke panggung, Sahabat-sahabatnya pada melongo melihatnya.


"Eh Jon mau kemana Lo ?" tanya Zidan


"Brisik lo, gue mau naik ke panggung lah," ujar Jono yang sahabat-sahabatnya menyadari kalau Arvan SuJono itu adalah Jono sahabat mereka.

__ADS_1


Huuuu" sorak semuanya, mereka menyoraki Jono yang berani sekali naik ke atas panggung itu.


"Saudara Arvan sujono, bisa memberikan sepatah dua patah kata sebagai wujud rasa syukur anda di hadapan semuanya," ujar Rektor


Jono mulai mengambil microfon dan mulai berbicara.


"Tes..tes..ting.." ujar Jono yang mengundang tawa dari semuanya, mereka tidak menyangka Jono yang kelihatannya bodoh itu ternyata menjadi salah satu lulusan terbaik di kampusnya.


"Sebelumnya saya mengucapkan Syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi anugerah yang tiada tara ini kepada saya saat ini, dan tak lupa pula shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad SAW," Jono menghentikan kata-katanya sejenak karena semuanya pada hening.


"Terima kasih saya ucapkan terutama sekali kepada Rektor dan Dosen-dosen yang telah membimbing saya hingga saya bisa berdiri hari ini di hadapan kalian semua,dan juga kepada sahabat-sahabat saya yang selalu mengingatkan saya ketika saya salah arah,"ucapnya


"Dan yang teristimewa sekali terima kasih banyak buat mu Mama, Jono bukan apa-apa kalau bukan karena mama" ujar Jono yang membuat semuanya terharu dan Reflek bertepuk tangan.


"Baiklah saya jadi terharu ha..ha..," ucap Rektor sambil menghapus air matanya


"Pak Rektor apa boleh kalau mama saya yang menerima penghargaan ini ?" tanya Jono


"Ooo tentu boleh, kepada mamanya Jono silahkan naik ke panggung," ujar Rektor, suasana hening sampai seorang wanita bangun dari sudut ruangan itu dan berjalan menuju ke panggung.


Semua terkejut melihat wanita itu yang ternyata salah satu pengusaha sukses yang ada di Jakarta itu, tak terkecuali Rama yang kenal betul siapa wanita itu.


"Bu susan !" ucap Rama


"Mas..kamu kenal wanita itu ?" tanya Sinta


"Iya sayang, dia adalah salah satu investor tetap di perusahaan aku, aku gak nyangka kalau dia adalah ibu dari Jono." ujar Rama


"Aku lebih gak nyangka lagi mas, Jono memang tinggal di rumah sederhana bersama Mboknya, dan aku benar-benar gak nyangka kalau Jono itu ternyata anak orang kaya," ujar Sinta


"Ca...cubit gue Ca..apa benar apa yang gue lihat ini ," ucap Dira


"Dira...gue gak nyangka Jono sahabat kita itu ternyata Arvan SuJono penerus Perusahaan Arkana Corp itu," ujar Ica, Zidan pun masih mematung, dia yang selama ini selalu bersama-sama dengan Jono pun tidak tau kenyataan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kayaknya mau End nih ceritanya...🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2