JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
eps 75


__ADS_3

Rama sudah berada di atas panggung, dia heran apa sebenarnya yang di inginkan Sinta, Ayahnya Sinta pun belum memberitahukan keinginan Sinta itu yang membuat Rama semakin penasaran saja.


Rama cemas bagaimana kalau nanti dia tidak berhasil melakukan apa yang diinginkan Oleh Sinta, apakah acara ini masih bisa berlanjut atau akan batal di tengah jalan.


Fajar datang dengan membawa sehelai kain dan menuju ke arah Rama , rama heran melihatnya.


"Om kain itu untuk apa ?" tanya Rama, namun Fajar tidak menjawab pertanyaan Rama, dia menghampiri Rama lalu menutup mata Rama dengan menggunakan kain itu.Setelah di rasa Rama tidak dapat melihat ataupun mengintip MC pun segera memberitahukan apa yang harus di lakukan Oleh Rama.


"Baiklah sekarang kita semua saksikan apakah Rama benar-benar sudah mengenal sosok Sinta dengan sangat dalam, apakah ikatan Jiwa keduanya sangat kuat dan apakah Rama benar-benar mencintai Sinta, mari kita saksikan bersama," MC memulai permainan itu.


"Rama sebentar lagi ada suara yang memanggil nama anda, kalau yang memanggilnya menurut anda itu orang lain anda jangan menyahut tapi kalau menurut anda itu adalah Sinta maka anda harus menyahutnya, dan apabila Anda salah maka bisa di simpulkan anda belum benar-benar mengenal saudari Sinta dan anda harus bertunangan dengan gadis yang anda sahut panggilannya, apakah Anda siap ?" MC itu menjelaskan tata cara permainan.


"Bismillah, InsyaAllah saya siap," ucap Rama, semua orang menjadi tegang sudah seperti melihat adegan berbahaya saja, Jono merekam semuanya sesuai perintah Rafka.


Beberapa orang gadis naik ke atas panggung itu dan ada Sinta juga di antara mereka, ica pun ikut berpartisipasi yang membuat mata Zidan melotot.


"Tenang sayang, aku yakin kok kalau pak Rama itu gak akan salah mengenali Sinta," ucapnya membuat Zidan mengizinkannya ikut serta.


Sudah sepuluh gadis yang memanggil namanya, namun Rama masih belum menjawab satupun dari mereka,dan kini sampai giliran Sinta yang memanggil, ketika Sinta hampir memanggil namanya jantung Rama semakin berdebar kencang seakan mendengar bisikan suara Sinta di telinganya. Sinta mengambil ancang-ancang dia berencana akan mengubah suaranya agar Rama tidak mengenalnya.


"Mas Rama ..!


"Iya sayang..." jawab Rama Cepat, semua orang melongo mendengarnya walaupun Sinta merubah suaranya namun Rama masih tetap mengenalnya, tepuk tangan menggema dari semua undangan, mereka sangat tercengang akan besarnya cinta Rama kepada Sinta, banyak gadis yang iri terhadap Sinta yang mendapatkan cinta yang sempurna dari orang yang sempurna seperti Rama.


Sinta sampai mengeluarkan air matanya menyaksikan betapa besar cinta Rama kepadanya, ingin rasanya hari ini menjadi pesta pernikahannya bukan hanya pertunangan saja agar tidak ada lagi halangan buat mereka untuk selalu bersama.


Fajar Maju ke arah Rama dan membuka kain penutup mata Rama kemudian memeluknya Erat.

__ADS_1


"Om tidak salah memberikan kepercayaan buatmu untuk menjaga Sinta, ternyata Cinta mu kepadanya begitu besar nak," ucap Fajar sambil menepuk pundak Rama.


Firman dan muna pun segera berhambur ke arah Rama dan memeluknya.


"Mama dan papa bangga sama kamu nak," ucap Firman.


Sinta kaget saat mendengar ucapan mereka.


Jadi ternyata mereka adalah orang tuanya mas Rama, kenapa bisa kebetulan gini ya,,Batin Sinta.


Akhirnya mereka duduk di tempat yang semestinya untuk melakukan prosesi lamaran.


"Untung saja Rama bisa menebak dengan benar suara Sinta kalau tidak acara selanjutnya akan berubah," canda MC itu


"Oke..para Undangan saatnya acara puncak yaitu prosesi lamaran dari pihak pria kepada pihak wanita, pihak wanita kami persilahkan untuk maju dan berdiri di depan, " Sinta maju berdiri di depan semuanya.


Rama maju dengan sebuket bunga ditangannya dengan senyum tak luput terpancar di bibirnya sehingga membuat sosoknya begitu menawan di hadapan semuanya. Sinta juga sama, kini hanya senyum terlihat di wajahnya, tak ada lagi kesedihan di wajahnya dan hatinya, keraguannya kepada Rama seakan Sirna di gantikan dengan Rasa percaya yang sangat besar padanya.


Rama menyerahkan buket bunga tersebut kepada Sinta, dan Sinta pun menerimanya dengan senyum malu-malu.


"Ooo ternyata di terima oleh Sinta," ucap MCl


Riuh tepuk tangan menggema di dalam ruangan itu di warnai suitan dari beberapa sahabat dan teman-teman mereka.


"Kami semua ingin mendengar kata-kata lamaran secara Langsung dari Rama sabagai tanda keinginan yang terdalam mempersunting Sinta untuk menjadi pasangannya." lanjut MC lalu memberikan microfon kepada Rama.


" MasyaAllah" ucap Rama saat menatap Sinta,

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim..," ucap Rama sambil menarik nafas dalam dan menghembuskannya, Rama memandang wajah Sinta dengan senyum manis terukir di bibirnya sedangkan Sinta tertunduk malu-malu.


"Hari ini di hadapan orang tua, keluarga dan semuanya. Izinkan aku menjadi bagian dalam hidup kamu, menjagamu , menghadirkan kebahagiaan untuk kamu," Rama berhenti sejenak sambil tersenyum kearah Sinta yang menunduk malu-malu.


"Menjalani suka duka bersama dengan penuh perasaan, Ya Allah..berikan kepadaku.." Rama tidak melanjutkan kata-katanya karena merasa terharu, air mata pun mengalir di pipinya membuat Sinta juga seperti itu.


"Aku berjanji akan menjadi laki-laki yang terbaik untukmu, membimbing kamu dan menjadi imammu dan akan selalu mencintaimu hingga akhir usia nanti," ucapnya denga suara seraknya,Rama masih saja menangis.


"Dengan Izin orang tua dan keluarga besarku, izinkan aku meminangmu dengan Bismillah, maukah kamu menjadi pendamping hidupku hingga ajal menjemputku , mohon di Jawab Sinta Lestari," ucapnya masih menangis.


Semua undangan merasa terharu mendengar ungkapan hati yang terdalam dari sosok Rama itu, seorang pria sempurna menangis di hadapan seorang wanita yang sangat di cintainya menandakan betapa besar cintanya dan membutuhkan sandaran dalam hidupnya.


Sinta tak sanggup menahan air matanya lagi, air matanya mengalir di pipinya yang putih mulus itu. Sinta menarik nafas dalam sebelum menjawab ungkapan hati Rama.


" Bismillahirrahmanirrahim...Insya Allah..Saya siap menjadi calon istri mas Rama InsyaAllah mudah-mudahan." ucap Sinta lancar.


"Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup Sinta, terima kaih sudah datang kekeluarga Sinta, dan terima kasih kepada keluarga mas Rama, terima kasih kepada keluarga Sinta yang senantiasa menguatkan Sinta kapan pun dan di mana pun Sinta berada,"


" InsyaAllah semoga Allah menjaga hati kita berdua sampai waktu yang telah ditetapkan tiba hingga menjadi pasangan yang sah di mata agama dan negara, Amiin ya Allah summa Amien..,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gimana Readers...


Pada nangis juga gak sih, miss N nulisnya sambil mewek sendiri juga nih,,,😥😥 he..he..miss N juga punya perasaan kali😁😁


Like dan Coment dong, biar miss N Up lagi..

__ADS_1


__ADS_2