JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 41


__ADS_3

Jono sedang melajukan Motor milik Sinta itu, ketika dia sampai di sebuah taman tiba-tiba motornya mati, Jono turun lalu melihat apa yang salah dengan motor itu. tidak ada yang salah dengan motornya.


"Sial...kenapa sih sama motornya,malah gue gak ngerti soal motor lagi," ucapnya kesal lalu menendang sebuah kaleng yang berada di jalan itu.


Awww...


Sebuah suara berasal dari balik pohon mengagetkannya.


"Woy..siapa yang lempar kaleng ke arah gue," ujar seorang gadis berpakaian Seragam sekolah SMA dari sana. Jono pura-pura tidak mendengar, dia seolah-olah tidak tau apa-apa.


Gadis itu melihat-lihat kesekelilingnya, tapi di sana tidak ada orang. Saat dia melihat ke arah jalanan dia melihat Jono yang sedang mengecek-ngecek motornya. Gadis itu segera menghampirinya.


"Hey lo...lo kan yang lempar kaleng ini ke arah gue ?" Jono pura-pura gak dengar, gadis itu menepuk pundaknya dan Jono menoleh.


"Siapa ya ?" tanya Jono


"Lo tuli ya,, gue tanya apa lo yang lempar kaleng ini ke arah gue ?


"Heh lo jangan asal nuduh dong, lagian gue lagi ngecek motor gue kenapa tiba-tiba mogok, lo datang main nuduh-nuduh aja," jawabnya


"Ha...ha...cowok keren kayak lo motor warna pink,"


"Emang kenapa kalau motor gue warna pink, masalah buat lo ,"


"Lagian lo anak kecil bukannya pulang sekolah langsung pulang ini malah keluyuran," ujar Jono sewot


"Apa urusannya sama lo, gue mau keluyuran kek, mau mau tiduran kek gak ada hubungannya sama lo," ujar Gadis itu.


"Ni anak gak ada sopan-sopannya ya sama yang lebih tua " ucap Jono kesal


"Abisnya gue kesel, kok ada ya orang yang bersalah tapi gak mau ngaku," sindirnya


"Lo nyindir gue," ujar Jono keceplosan


"Jadi bener lo yang lempar kaleng ini kekepala gue ?" Jono cengengesan


" He..he..Iya maaf deh, gue gak sengaja. tadi gue pikir gak ada orang di sana, gue lagi kesal soalnya," ujar Jono gak bisa ngeles lagi sambil menggaruk-garuk tengkuknya


"Emangnya kenapa sih sama motor lo ?" tanya gadis itu

__ADS_1


"Gak tau juga gue, gue lihat motornya baek-baek aja,"


"Coba siniin kuncinya,"


"Emang lo tau masalahnya apa ?


"Eit jangan salah, cewek-cewek begini gue anak motor loh,"


"Ha...ha..ha...badan bontet gini lo bilang anak motor, bercanda lo ,"


"Lo naik sepeda aja harus jinjit kayaknya," ucap Jono, memang tubuh gadis itu terlalu mungil dengan seragam sekolahnya.


"Lo ngeremehin gue, gue tantang lo balapan gimana?" ujarnya


Jono garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal mendengar tantangan gadis itu.


"Kenapa ? Lo takut ya ?


"Siapa bilang gue takut, gue berani kok," ucap Jono lantang


"Oke..gue tunggu lo nanti malam di jalan XX, jangan sampai lo gak datang," ujarnya sambil berlalu pergi.


"Lo isi bensin aja, ntar motornya juga hidup lagi," ujar gadis itu sambil melambai-lambaikan tangannya dan terus berjalan.


"Kenapa gue gak kepikiran sama bensinnya sih, dan kenapa juga gue terima tantangannya tadi, gue naik motor gini aja udah susah apalagi balapan," gumannya


"Ah itu nanti aja di pikirinnya, yang penting gue harus cari penjual bensin enceran dulu," ucapnya kemudian dia pergi sambil mendorong motornya.


🌹🌹🌹


Bian Sudah pulang dari kantornya, hari ini dia tidak pulang malam, tidak seperti biasanya dia selalu pulang dalam keadaan mabuk berat.


Siska kaget melihat suaminya itu pulang sore, tapi dia menyambutnya dengan senyum manisnya. Seperti biasa Bian tidak melihat sedikitpun kearah Siska, dia terus berjalan menuju kamarnya dan segera mandi.


Siska merasa ada sedikit perubahan dalam diri Bian, biasanya dia pulang malam dalam keadaan mabuk kini dia pulang kantor langsung pulang ke rumah. Siska sangat bahagia karena hati Bian perlahan-lahan sudah melunak.


Siska lalu menyiapkan makanan buat makan malam mereka nanti, sesudah memasak dia berencana untuk mandi dan memakai pakaian sexy seperti biasanya.


Sampai di kamar dia melihat Bian sudah berbaring di king sidenya sambil membaca buku di tangannya, Siska terpana akan ketampanan Bian, Baru kali ini semenjak dia menikah dengan Bian dia melihat suaminya itu sesantai sekarang ini.

__ADS_1


"Ngapain bengong, cepat mandi sana, bau tau gak," ujar Bian, Siska segera mengambil handuknya lalu bergegas menuju kekamar mandinya.


Sesudah mandi Siska keluar hanya dengan menggunakan handuk saja, dia sengaja seperti itu untuk menggoda suaminya.


"Ngapain lo begitu, lo mau menggoda gue ya, Sorry gak akan mempan, yang tadi malam itu hanya kecelakaan, jadi lo gak usah berharap gue akan nyentuh lo lagi, dasar wanita murahan," Maki Bian


Jedaarrr...


Bagai ribuan jarum menusuk hati Siska, Air matanya pun jatuh di pipi, ini sudah ke sekian kalinya Bian menghinanya, tapi tak tau kenapa kali ini sangat menyakitkan bagi Siska.


"Cukup mas,, aku sudah tak tahan lagi, selama ini aku selalu sabar atas Makian dan hinaan mu padaku mas, tapi kali ini mas sungguh keterlaluan, Aku sadar kok kalau mas itu tidak mencintai aku, tapi aku ini bukan pajangan mas yang seenaknya bisa kamu buang begitu saja,"


Siska mengambil bajunya dan segera memakainya dan dia juga mengambil tasnya lalu pergi dari rumah itu, Bian hanya melihat saja.


" Pergi saja sana, bila perlu gak usah balik lagi sekalian biar aku bisa kembali sama Sinta," ucap Bian, Air mata Siska makin mengalir deras, Kali ini dia sudah mengambil keputusan untuk meninggalkan Bian. Siska sudah lelah menghadapi sikap Bian, dia pikir setelah Bian merenggut keperawanannya dia akan berubah, akan tetapi apa yang Siska pikirkan berbeda dengan kenyataannya. Bian tetap saja menghinanya dan melecehkan harga dirinya itu.


Dengan langkah gontai Siska menyusuri jalan yang Ramai itu, walaupun di sepanjang jalan itu sangat ramai tapi hati Siska merasa sangat sepi dan sunyi, Saat Siska hendak menyeberang jalan, tiba-tiba ada sebuah motor hampir menabraknya sampai ada sebuah tangan menariknya sehingga dia tidak jadi tertabrak oleh motor tersebut.


"Mbak gak apa-apa ?" tanya seorang pemuda yang tak sengaja melintas di sana dan menyelamatkan Siska.


"Siska ..!


Siska masih Shock dengan kejadian tadi, pemuda itu membawanya ke sebuah warung yang berada di sana dan membeli air minum dan meminumkam padanya.


"Siska kamu kenapa seperti ini ?" tanya pemuda itu, Siska masih diam dan air matanya terus mengalir,pemuda itu bernama Sultan. Sultan betinisiatif mengantarkan Siska kerumahnya, namun dia tidak tau rumah Siska di mana.


Dia membawa Siska ke mobilnya lalu melajukan mobil itu menuju ke sebuah tempat mirip dengan sebuah Klinik kesehatan.


Sampai di sana Siska masih saja Diam, beruntung di sana ada kasur tempat istirahat, Sultan membaringkan Siska di sana dan menyelimutinya dan Akhirnya Siska pun tertidur.


"Apa yang terjadi padamu Siska," gumannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹 Siapakah Sultan ?..nantikan kelanjutannya ya Readers...


Dan jangan lupa tinggalkan jejakmu...


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2