
"Itu sih elo, dia gak seperti lo tau, dia itu terlalu jujur dan gak mau lulus dengan cara curang," ujar Rama
"Memang Dia orangnya Ferfect banget ya, gue salut sama lo bisa dapatin gadis secantik dan sebaik dia, Al aja tau kalau dia itu baik makanya dia mau bobok bareng gitu sama dia, gue yang ibunya aja belum tentu dia mau ," ujar Sayla kagum
"Berarti lo gak baik dong," ujar Rama
"Kan sama kayak om nya Al, Iya kan ?
" Maksud lo apa, gue juga gak baik gitu..oh no..no..jangan samain gue sama lo ya ," ujar Rama
"Kalau gue gak baik gak mungkin gue dapatin Sinta yang hatinya seperti malaikat itu," ujar Rama
"Iya..iya..kalau itu gue akuin deh," ujar Sayla
"Oh ya..dari tadi gue gak lihat Nando di sini, kemana ya dia ?" tanya Rama
"Dia lagi ngurus kepindahan kita ke sini," ujar Sayla
"Jadi kalian akan menetap di Tanah air ?" tanya Rama
"Ya seperti itu lah kira-kira, Papa menyuruhnya untuk mengurus anak cabang perusahaan Papa yang ada di Depok," ujar Sayla
"Waaah kita bakalan sering ketemu dong Say, gue kangen adu Jotos sama lo lagi," Ujar Rama
"Eits..gue gak mau lagi ya, gue sekarang sudah gak sekuat dulu lagi karena habis bongkar mesin, lo sih enak jadi cowok gak merasakan gimana sakitnya melahirkan, seperti memperjuangkan antara hidup dan mati tau gak," ujar Sayla
"Emang segitunya ?" tanya Rama
"Ya iyalah...makanya kita sekali-kali tukeran Jiwa biar lo merasakan juga sakitnya melahirkan," ujar Sayla
"Ogah gue, kalau gue jadi Cewek gue gak bakalan bisa nikah dong sama Sinta, enak di elo dong," ujar Rama
"He..he.."
Baby Al menangis sehingga membuat Sinta terbangun dari tidurnya, dia segera mengendong Baby Al tapi baby Al masih saja menangis.
"Kak..kak Sayla..!" Sinta memanggil Sayla, Sayla datang bersama Rama.
__ADS_1
"Kak sepertinya Baby Al haus deh kak, kakak susui dulu ya ," ujar Sinta
"Bentar ya kakak bikin susu dulu," ujar Sayla
"Sebentar kak, apa kakak tidak menyusui Baby Al sendiri ?" Tanya Sinta
"Enggak Sinta, kakak takut gak seksi lagi," ujar Sayla
"Kakak gak boleh gitu, kita gak boleh hanya memikirkan diri sendiri saja, Allah menciptakan semua yang ada di tubuh kita itu semua ada mamfaatnya loh kak," ujar Sinta
"Dan juga dalam AlQuràn ada di jelaskan tentang menyusui juga kalau tidak salah di jelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 233 yang bunyinya : "Bagi para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin0 menyempurnakan penyusuannya."
"Begitu seharusnya kak, kalau soal takut tidak sexy lagi itu sudah fitrahnya manusia dari ada menjadi tidak ada,dari cantik menjadi jelek, dan dari muda menjadi tua, jadi kakak jangan takut memiliki perubahan dalam diri kakak karena kehadiran Baby Al, seharusnya kakak bangga sudah menjadi seorang ibu, banyak wanita yang belum punya anak mendambakan seperti kakak sekarang ," ujar Sinta panjang lebar.
Sayla meneteskan air matanya mendengar penuturan Sinta, dia terharu walaupun dia lebih tua dari Sinta akan tetapi Sinta terlihat lebih dewasa darinya dalam menyinkapi makna kehidupan ini.
Sayla berhambur memeluk Sinta, dia menangis sejadi-jadinya.
"Kamu benar Sinta, seharusnya aku gak takut terjadi perubahan didiri aku, malahan aku harusnya merasa bangga dengan kehadiran Baby Al sehingga kehidupan rumah tangga kami jadi semakin bahagia," ujar Sayla
Ada rasa yang tak pernah di rasakan oleh Sayla yang mengalir begitu saja ketika dia menyusui putranya itu, rasa bahagia, rasa yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata seakan menentramkan jiwa.
Air mata Sayla kembali jatuh di pipinya, baru sekarang dia merasakan menjadi ibu seutuhnya, Baby Al pun terlihat sangat senang karena ibu nya akhirnya menyusuinya juga.
Senyum terbit di Bibir Rama, dia semakin kagum dengan pengetahuan Sinta tentang berumah tangga, dia rasanya ingin secepatnya menghalalkan kekasinya itu.
"Sayang..." panggil Rama
"Eh mas Rama...kapan kamu datang ?" tanya Sinta
What..dari tadi dia tidak memperhatikan aku, pantesan saja dia gak melihat sedikitpun ke arah ku, dia asik saja dengan Baby Al, bagaimana nanti kalau kita punya anak ya, pasti seluruh perhatiannya di tujukan pada anak kita kelak,, Batin Rama
"Aku sudah lama loh di sini sayang," ujar Rama
"Eh maaf Mas Rama, aku gak ngelihat kamu. Habisnya aku khawatir sama Baby Al yang menangis tadi, maaf ya mas," ujar Sinta
"Gak apa-apa kok sayang," ucap Rama padahal dalam hatinya sudah cenat-cenut memikirkan soal itu.
__ADS_1
"Sayang..ayo kita keluar, kita biarkan saja Sayla menghabiskan waktu dengan Baby Al dan kita menghabiskan waktu berdua yuk," ajak Rama
"Iiih mas Rama ah, ini sudah sore loh, aku harus pulang," ujar Sinta
"Aku antar kamu ya sayang, kita pamitan sama mama dan papa dulu ," ajak Rama, mereka pun menuju ke ruang keluarga di mana Papa dan Mama Rama bersantai.
"Papa..mama..aku antar Sinta dulu ya !" ujar Rama
"Sinta sayang kesini dulu nak," panggil Muna, Sinta menghampiri mereka
"Sayang..kenapa kamu gak nginap saja di sini, di sini banyak kamar loh sayang," ujar Muna
"Maaf ma, Sinta bukannya nolak, tapi Sinta gak terbiasa tidur selain di kamar Sinta, nanti malah gak bisa tidur lagi ma," ujar Sinta
"Kamu harus biasakan mulai sekarang sayang, nanti kalau kamu menikah dengan Rama kan kamu juga akan pindah ke sini," ujar Muna
" Kalau soal itu Sinta pikirkan nanti saja ya Ma, lagian Sinta tadi tidak pamit sama Paman dan Bunda, takut mereka nanti khawatir," tolak Sinta secara Halus.
"Sudah lah Ma, biarkan Sinta pulang diantar oleh Rama, kasian dia dari pada nanti dia bergadang sepanjang malam kan bisa masuk angin nanti," ujar Firman
"Tapi Pa, mama belum sempat ngobrol sama Sinta pa, sejak dia datang tadi dia hanya menghabiskan waktunya bersama Baby Al," ujar Muna
"Lain kali Sinta akan Datang khusus buat Ngobrol sama mama," ujar Sinta
"Beneran...kamu janji ya sayang," ujar Muna
"Iya ma..Sinta Janji,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya di CS pertama aku ya yang berjudul * CINTA BEDA DUNIA
Mohon dukung sebanyak-banyaknya ya Readers...
kalau kami malas mencarinya di beranda kami tinggal klik profil miss N, di sana akan muncul semua karya-karya miss N...
Makasih 🙏🙏🙏
__ADS_1