JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 31


__ADS_3

Ooo jadi tadi di kampus pamit ke toilet hanya alasan saja nih," ucap Sinta masih menatap ke arah Dira.


"Gue takut di ledekin sama kalian makanya gue bohong," ucapnya sambil menunduk.


"Kayaknya ada perkembangan nih sama hubungan kalian," goda Sinta


"Kamu jangan salah faham Sinta, Pak Rafka tadi ngasih hukuman kalau aku harus nemenin dia makan Siang baru ponsel aku di kembalikan," ujar Dira


Ternyata bang Rafka gercep juga ya,, nanti aku akan godain dia juga ,, batin Sinta.


"Kamu gak sadar ya, kalau itu hanya alasannya saja agar bisa lebih dekat sama kamu," ujar Sinta


"Masak sih dia begitu," Tanya Dira


"Dari penglihatanku sih begitu, kayaknya Pak Rafka itu suka deh sama kamu," ujarnya, Dira merona mendengar ucapan Sinta.


"Kalau lo gimana, lo udah jadian ya sama itu siapa namanya ?" tanya Dira sengaja membalikkan topik pembicaraan.


" Mas Rama," ucap Sinta


"Lagi dalam proses," ucapnya sambil tertawa kemudian segera keluar dari toilet itu untuk menghindari pertanyaan dari Dira.


"Ih Sinta curang, giliran gue mau tau tentang dia, dia malah kabur," ucap Dira kesal lalu mengikuti Sinta menuju Privat Room.


Acara makan-makan pun sudah selesai, Rafka dan Dira pamit, kini tinggallah Rama Dan Sinta di sana berdua saja.


" Mas Ada yang ingin aku omongin sama kamu," ucap Sinta


"Kamu mau ngomong apa ?" tanya Rama Lembut


"Soal ungkapan hati kamu ke aku kemaren, Aku sudah memikirkannya dan aku siap memberi jawabannya sekarang," ucapnya


"Jadi kamu mau menjawabnya sekarang ?" tanya Rama Antusias, Sinta mengangguk.


"Mas Rama, semoga Jawabanku ini tidak membuat kamu kecewa," Rama deg-degan menanti jawaban Dari Sinta, tapi mendengar ucapan Sinta membuatnya merasa kalau Sinta akan menolaknya,wajahnya pun seketika berubah. Sinta tersenyum melihat perubahan raut wajah Rama, berarti dia berhasil membuat perasaan Rama campur aduk sebelum mendengar jawaban yang sesungguhnya darinya.


Rama masih harap-harap cemas, tapi menurut ucapan Sinta tadi dia merasa pesimis kalau Sinta akan menerima cintanya. Rama masih menatap lekat ke arah Sinta.


"Mas Rama,, aku..."

__ADS_1


"Stoop...Aku gak menerima penolakan," ucap Rama sambil menutup telinga dengan tangannya.


"Ha..ha..ha.." tawa Sinta membuat Rama binggung, dia melepaskan tangannya yang ada di telinganya.


"Kamu kok ketawa sih ?" tanya Rama


"Abis mas lucu sih,, siapa juga yang mau nolak mas," ujar Sinta masih dengan tawanya.


"Jadi...kamu terima cinta aku ?" Tanya Rama senang, Sinta menganggukkan kepalanya.


"Makasih sayang.." ucap Rama hendak memeluk Sinta.


"Eh mau ngapain," tangan Sinta menahan tubuh Rama


"Mau Peluk," jawab Rama polos


" Kita bukan muhrim, sah kan dulu dong," ujar Sinta membuat Rama semangat.


" Kamu sudah siap di sah kan nih ceritanya," goda Rama


" Kalau gak mau juga gak apa-apa," ucap Sinta pura-pura ngambek


" Mau kok,, jangan ngambek ya sayang, Akhir bulan ini aku akan ngenalin kamu ke orang tua aku, Dan setelah itu aku akan melamarmu secara resmi ke orang tuamu," ucap Rama mantap


"Mas gak bercanda kan ?"


"Sinta Sayang, aku sudah siap untuk berumah tangga, aku tidak ingin membuang-buang waktu dengan hal yang gak jelas seperti pacaran, menurutku pacaran itu malah menjerumuskan kita ke lubang dosa," ucapnya


"Tapi kan kita belum saling mengenal lebih jauh satu sama lain Mas," ucap Sinta


"Soal itu kita bisa mengenal seiring berjalannya waktu, yang penting adalah kita sudah tau perasaan masing-masing," ucapnya


"Tapi aku takut mas, kalau orang tuamu gak nerima aku," ucap Sinta ragu


"Aku yakin mereka akan merestui hubungan kita, karena aku tau persis menantu seperti apa yang mereka inginkan,"


"Memangnya seperti apa mas ?


" Lebih kurang ya seperti kamu lah," Sinta merona, Rama tersenyum melihatnya.

__ADS_1


" Udah yuk aku ingin ajak kamu ke suatu tempat untuk merayakan hubungan kita yang baru di mulai,"


"Kemana Mas ?


" Ikut aja,, nanti kamu juga tau," ujar Rama menggandeng tangan Sinta.


Mereka sekarang sudah berada di parkiran, Sinta hendak melangkah ke arah motornya, tapi Rama malah tidak melepaskan tangannya.


"Kita naik mobil saja," ucap Rama


" Terus gimana sama motornya mas ?


"Gampang,, nanti aku suruh orang buat ngantar ke rumah kamu," ujarnya sambil membukakan pintu mobil buat Sinta, Sinta pun masuk kemudian Rama mengitari mobilnya kemudian segera masuk dan duduk di balik kemudinya. Rama mulai melajukan mobilnya.


Setelah beberapa Menit kemudian Rama kemudian menghentikan mobilnya di sebuah warung makan Padang, Sinta binggung kenapa Rama malah mengajaknya ke sana.


"Mas..kayaknya aku gak sanggup deh kalau harus makan lagi, kan tadi kita baru habis makan," ujar Sinta


"Siapa yang ajak kamu buat makan lagi sih," ujar Rama semakin membuat Sinta Bingung


"Terus kita kesini buat apaan kalau bukan buat makan ? gak mungkin kan kita kesini buat liburan," ujar Sinta


"Ha..ha..ha.. Kamu lucu banget sih sayang, tapi bagus juga sih ide kamu itu. kapan-kapan kita liburan bareng ya,"


"Mas ngeselin deh, aku beneran nih nanyanya, kok mas becanda sih," ujar Sinta ngambek


"Jangan ngambek dong sayang, kita ke sini tuh untuk membeli makanan untuk di bagikan buat orang yang membutuhkan." ujar Rama, Sinta terharu mendengarnya.


Mas Rama sangat baik, walaupun dia itu orang kaya tapi dia sangat Dermawan dan merakyat bahkan aku tidak menyangka dia begitu peduli sama orang yang kurang mampu beda sekali dengan Mas Bian,, Batin Sinta


Seorang Pelayan menghampiri mereka.


"Maaf Mas mau pesan apa ?" Tanya pelayan tersebut


"Mbak saya mau pesan seratus porsi makanan komplit yang ada di sini ya, kira-kira bida cepat gak ya ?


" Baik mas, kami usahakan secepatnya pesanan mas selesai kami sediakan," ujar Pelayan itu dengan Wajah senangnya, dia pun segera kebelakang dan memberitahukan kepada yang lainnya agar segera menyiapkan pesanan Rama.


Tak lama kemudian pesanan Rama sudah jadi, dia segera membayarnya, kemudian mereka pun pergi dari sana. Rama mulai melajukan mobilnya kembali menuju suatu tempat yang agak jauh dari pusat kota, perjalanan memakan waktu setengah jam dari Warung makan Padang tadi. Akhirnya mobil berhenti di sebuah Panti Asuhan yang terlihat sepi, Sinta merasa heran kenapa Panti asuhan itu begitu sepi, tak ada seorang pun terlihat di sana.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹 Jangan lupa Like..Coment dan Vote ya Readers biar miss N semangat Up lagi.


__ADS_2