JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 87


__ADS_3

"Syah, beneran lo gak suka baca Novel itu," tanya Zera


Sebenarnya aku juga suka baca Novel, tapi bukan novel Dewasa, tapi yang namanya Novel kan juga ada sidikit-sedikit menceritakan soal gituan," ucap Aisyah


"Aku tadi bercanda juga, aku hanya ingin melihat siapa saja yang memahami soal itu he..he..," Ujar Zera sambil cengengesan


" Kamu ngerjain kita semua ? Dasar kamu ya Zer, kamu memang gak pernah berubah ya, kalau gak nge prank pasti ngerjain ," ujar Aisyah


"Kapan kamu bisa berubah ya ?" tanya Aisyah


"Mungkin kalau aku sudah punya suami kali," ujar Zera asal


"Apa hubungannya punya suami sama berubah ?" tanya Aisyah


"Ya ada lah, Kalau suami gue kayak Ustadz Yusuf kan bisa membawa gue ke Jalan Yang benar betul tidak..?" ujar Zera menirukan logat salah satu ustadz kondang yang lagi booming.


"Jangan Ustadz Yusuf dong, yang lain napa ?" ujar Aisyah reflek


"Kenapa ?,, Lo cemburu ya ?" goda Zera


"Aku..aku..."


"Bilang aja lo ada hati sama Ustadz Yusuf kan, Sudah ngaku saja ..kalau gak gue gebet nih," ujar Zera


"Jangan.. ups.." Aisyah menangkup mulutnya sendiri, Kata-kata itu lolos begitu saja di bibirnya.


"Ha..ha..ha..Akhirnya lo ngaku juga kan,"


"Kamu ya..awas kamu ya Zer ," ucap Aisyah sambil mengelitik Zera, Zera pun tertawa terbahak-bahak karenanya.


Sementara Rama asik memandang wajah cantik Sinta yang sedang membaca sebuah buku di tangannya. Rama sangat senang memandangi wajah tunangannya itu.


Sekilas Sinta melihat ke arah Rama, Rama tersenyum manis ke arahnya.


"Mas Rama jangan pandangin aku begitu ah, Aku kan jadi malu," ucap Sinta


"Kenapa harus malu sayang, aku kan sedang memandangi makhluk tuhan yang sangat cantik ini," ujar Rama semakin membuat Sinta merona.


"Jangan Gombal dong, aku tambah malu ni," ujar Sinta

__ADS_1


"Siapa yang gombal sih sayang, ini tu tulus dari hatiku yang paling dalam tau," ujar Rama


"Aku jadi gak sabar deh untuk segera menikahi kamu," ujar Rama


"Sabar dong mas, Kan gak lama lagi aku lulus kuliahnya, Doàin agar Skripsiku di terima ya mas," ujar Sinta


"Pasti itu sayang, aku selalu mendoàkan agar kamu cepat lulus dan aku bisa segera menghalalkan kamu," Ucap Rama


"Tuh kan..itu lagi yang di bahas," ucap Sinta


"Habisnya apa lagi yang harus aku pikirkan, di pikiranku sudah di penuhi dengan kamu saja sayang," ujar Rama


"Udah dong mas, aku mau tidur saja," ucap Sinta lalu memejamkan matanya.


"Sayang.." panggil Rama


"Iya.." Jawab Sinta


"Ternyata kamu cepat terbiasa dengan sebutan itu ya," ujar Rama


"Apaan Sih mas," ucap Sinta sambil berbalik memunggungi Rama, Rama tertawa melihat Tingkah Sinta itu.Dia sangat senang bisa mengoda kekasihnya itu.


"Sayang..! "Panggil Rama, Sinta tidak menyahutnya.


"Calon Istriku..!


Sinta berbalik mendengar ucapan Rama, Rama akhirnya tertawa, ternyata Sinta merespon saat dia memanggilnya dengan sebutan itu.


"Mas Udah deh, jangan godain aku mulu,"


"Siapa yang godain kamu sih, aku mau ngomong serius sama kamu sayang,"


"Mas mau ngomong apa sih," tanya Sinta


"Nanti setelah sampai di Jakarta Aku ingin memperkenalkan kamu ke Publik sebagai tunanganku, aku gak mau kalau ada yang mengodamu lagi karena mereka tidak tau yang sebenarnya,"


"Dan aku juga ingin memberitahukan pada Fans-fans ku terutama yang mencoba mendekatiku kalau aku sudah ada yang punya, aku gak ingin kalau kamu cemburu ketika mereka mendekat kepadaku," ujar rama


"Apa kamu setuju ?" tanya Rama

__ADS_1


"Terserah kamu saja mas, aku ikut saja asalkan itu tidak mengganggu pekerjaanmu dan reputasimu aku akan medukung semua keputusanmu itu," ujar Sinta


"James kamu dengar kan yang aku bilang tadi ," ujar Rama


"Iya pak Rama, aku akan mengurusnya," ujar James


"Bagus, aku ingin secepatnya mengumumkan pertunanganku ini," ujar Rama


"Baik pak Rama saya akan segera menyuruh anak buah kita untuk segera mempersiapkan semuanya," ujar James.


Sementara Yusuf sedang mengajar mengaji, akan tetapi dia tidak fokus mengajarnya karena memikirkan apa yang dikatakan oleh Rama tempo hari, dia belum sempat membahasnya dengan orang tuanya tentang tawaran dari idolanya tersebut.


" Pak Ustadz saya ingin bertanya, apa beda pacaran dengan Taàrufan, kan sama saja pak Ustadz kedua-duanya bertujuan saling mengenal satu sama lain," tanya salah seorang santriwati , Ustadz Yusuf Kaget mendengar pertanyaan Satriwati tersebut karena dia asik memikirkan soal tawaran Rama kepadanya.


"Keduanya sangat berbeda sekali, Pacaran itu sebuah hubungan yang cuma di ketahui oleh dua pihak saja yaitu pria dan wanita yang mengalaminya, walaupun ada sebahagian orang tua ada yang mengetahuinya juga akan tetapi hubungan seperti itu tidak di benarkan dalam agama karena akan berdampak buruk terutama bagi pihak perempuannya sendiri dan hubungan seperti itu akan sangat rentan terhadap godaan syaitan untuk melakukan semua hal yang di larang dalam agama kita," ujar Ustadz Yusuf.


"Terus bagaimana dengan Taàrufan ustadz ?


"Taàrufan sangat berbeda dengan pacaran, Taàruf itu terjadi setelah keluarga pihak laki-laki mendatangi pihak keluarga perempuan untuk meminang, kalau di kampung kita sering di sebut dengan istilah Tunangan, jadi selain pria dan wanita yang mengalaminya yang tau, pihak keluarga keduanya akan senantiasa menjaga mereka dari perbuatan yang di larang oleh agama kita itu," Jelas ustadz Yusuf


"Taàrufan adalah tahap awal dari sebuah pernikahan untuk saling mengenal, walaupun tidak semua orang yang bertunangan itu berakhir di pelaminan, akan tetapi tujuan pertunangan itu untuk menjaga agar kedua belah pihak bisa menahan diri dari godaan pihak-pihak lain yang mencoba merayu salah satu dari ke dua belah pihak tersebut," tambah nya.


"Apa masih ada yang di tanyakan ?"


"Gak ada ustadz.."


Baik lah, untuk hari ini cukup sekian dulu, InsyaAllah besok kita sambung lagi, Wallahuàlan bin sawab..


Para Satri pun bubar, dan Ustadz Yusuf segera meninggalkan balai pengajian itu dan hendak menemui Abinya yang berada di rumahnya.


"Assalamuàlaikum Abi ," ucapnya ketika sudah sampai di Rumah mereka.


"Waàlaikumsalam Suf, mari masuk nak," Suruh Abinya itu.


"Tumben ni kamu ke sini, biasanya sehabis pengajian kamu langsung masuk ke bilik kamu," ujar Ustadz Burhan. Memang Semenjak Yusuf pulang dari pondok pesantren dia tidak tinggal lagi di rumahnya, namun dia tinggal di sebuah bilik yang ada di kawasan dayah yang di kelola oleh ustadz Burhan Itu.


"Iya Bi, Yusuf ada perlu sama Abi dan Ummi, ini menyangkut dengan masa depan Yusuf,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like dan Coment ya...


Vote juga loh...🤗🤗🤗


__ADS_2