JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA

JANGAN SALAHKAN AKU... MEMILIH DIA
Eps 56


__ADS_3

Apa yang terjadi dengan Sinta nak Rama," tanya Fajar.


"Dimana kamar Sinta Om ?" tanya Rama, Fajar menunjukkan kamar Sinta ke Rama, Dia kemudian membawa masuk Sinta ke dalam kamarnya dan membaringkannya di ranjang.


Bruuukkk...


Setelah Rama membaringkan Sinta akhirnya Rama pun ambruk dan tak sadarkan diri. Semua yang melihatnya segera berhambur ke arahnya dan mulai membangunkan Rama tapi tak ada Respon dari Rama.


Yusuf melihat ada sebilah belati yang tertancap di lengan Rama.


" Abi..cepat kita bawa Pak Rama ke rumah sakit, sepertinya dia kehilangan banyak Darah ," ucap Yusuf lalu memapah Rama menuju mobilnya. Ustadz Burhan pun segera masuk ke dalam mobilnya bersama Fajar.


"Ayah mau kemana ?" tanya Rahmi


"Kalian di rumah saja menjaga Sinta, biar kami yang membawa nak Rama ke rumah sakit," ujar Fajar kepada istrinya. Rahmi menganggukkan kepalanya.


"Ayo cepat Abi, kita gak punya banyak waktu denyut nadinya mulai melemah." ucap Yusuf mulai panik, Ustadz Burhan segera malajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


Mereka sudah sampai di sana, Yusuf segera memanggil perawat yang bertugas untuk membawakan Rama ke UGD dan Terlihat beberapa Dokter juga menuju ke sana.


Terlihat seorang Dokter keluar dari sana, Fajar segera menghampiri dokter tersebut di ikuti oleh Yusuf dan Abinya.


"Dok bagaimana keadaan nak Rama Dok ?" tanya Fajar khawatir.


" Luka tusukannya sangat dalam sehingga mengenai tulang lengannya, Kami harus melakukan Operasi untuk mengeluarkan belati tersebut dari tangan Pasien," Jelas Dokter itu


"Apa di sini ada keluarga pasien ?


"Saya pak, Lakukan apa yang terbaik dan saya yang akan jadi penanggung jawabnya," ujar Fajar mantap.


" Baiklah pak, silahkan Anda mengurus Administrasinya terlebih dahulu dan ada beberapa dokumen yang harus bapak tanda tangani.


Fajar segera pergi dari sana dan mengurus Administrasinya. Dan Rama pun akhirnya di bawa ke ruang Operasi.


"Om.. sebenarnya apa sih yang terjadi ? kenapa Pak Rama bisa bersama Sinta ?" tanya Yusuf ketika mereka menunggu operasinya selesai.

__ADS_1


"Kamu kenal sama Nak Rama Suf ?" tanya Burhan


"Iya Bi, Pak Rama itu yang punya Perusahaan RA Group di Jakarta, kebetulan Beliau yang mensponsori Acara MTQ yang kemaren di adakan di sana, walaupun Dia kaya tapi orangnya tidak sombong dan merakyat, Yusuf saja sangat mengidolakannya Bi," Jelas Yusuf


Ternyata nak Rama itu bukan orang sembarangan,, Batin Fajar


" Kok Kamu tau kalau nak Rama ada di sini ?" tanya Fajar


"Iya Om, semalam saya bertemu dengan Pak Rama di sebuah warung nasi goreng yang tak jauh dari rumah Om, tapi saya heran kenapa Pak Rama bisa kenal sama Sinta ya ?" tanya Yusuf.


"Sebenarnya Om tidak berniat untuk merahasiakan ini sama kamu dan keluargamu Nak Yusuf. Om pun baru tau kemarin malam saat nak Rama berkunjung ke Rumah." ujar Fajar


"Sebenarnya apa yang terjadi pak Kades, coba jelaskan semuanya kepada kami," ujar Ustadz Burhan.


"Sebelumnya saya Minta maaf ya Ustadz, nak Yusuf. Nak Rama Itu sebenarnya adalah Pacarnya Sinta dan Dia kemari buat melamar Sinta untuk Jadi Istrinya,"


Jedarr...


Bagai petir di siang bolong, wajah Yusuf langsung berubah merah menahan marah.


"Sinta tidak berniat melakukan itu nak Yusuf, Sinta hanya menuruti keinginan kami, Awalnya Dia juga berbohong sama kami karena hubungan mereka lagi ada sedikit masalah," Jelas Fajar. Yusuf menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Awalnya Saya juga gak setuju kalau nak Rama yang jadi menantu saya, saya lebih setuju sama kamu nak Yusuf, dan kemaren saya memberi Sinta dua pilihan, mungkin Sinta mau bertemu denganmu tadi untuk memberi jawaban atas pilihan yang saya berikan padanya," tutur Fajar panjang lebar.


"Tapi melihat pengorbanan nak Rama hari ini, saya merasa saya sudah salah menilai nak Rama, ternyata dia lebih mementingkan keselamatan Sinta di bandingkan dirinya sendiri. jadi nak Yusuf saya mohon maaf sekali kalau saya harus membatalkan acara pertunangan kamu dengan Sinta," ucap Fajar.


" Om jangan meminta maaf pada saya, Apa yang Om lakukan sudah benar kok Om. Sejak awal saya sudah merasa kalau Sinta tidak mencintai saya, saya melihat dari tatapan matanya ke saya tidak menunjukkan rasa Cinta,"


Huff..


Yusuf menghembuskan nafanya kasar, walau berat rasanya tapi dia harus bisa melakukan ini semua karena dia tidak mau memaksakan kehendaknya kepada Sinta hingga akhirnya malah membuat mereka tidak bahagia.


"Saya juga setuju kalau Sinta bersama dengan Pak Rama, mungkin kita tidak berjodoh dan mungkin Allah sudah menyiapkan wanita yang akan menjadi jodoh saya kelak. Lagi pula saya sangat mengidolakan Pak Rama, gak apa-apa kan kalau cinta saya saya berikan buat idola saya," ucap Yusuf sambil tersenyum, namun air matanya terus mengalir di pipinya. Burhan segera memeluk Putranya itu untuk memberi kekuatan untuknya.


"Jiwamu besar sekali nak, Abi bangga punya putra seperti kamu, lagian pepatah mengatakan mati satu tumbuh seribu, jangan kecewa pada ketentuan Allah, karena apa yang kita inginkan belum tentu itu takdir darinya," ucap Burhan menasehati putranya.

__ADS_1


" Iya Bi,, sekarang semua Yusuf serahkan kepada Abi, tolong beritahukan kepada keluarga besar kita kalau acara pertunangannya dibatalkan, mungkin ini sudah suratan dari Allah buat yusuf Bi," ucap Yusuf.


"Alhamdulillah kalau begitu nak Yusuf, sekarang yang harus saya pikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa bersama lagi tapi juga memberi efek jera pada Sinta agar kedepannya dia tidak berbohong lagi," ujar Fajar


"Saya punya Ide om," ujar Yusuf sambil membisikkan sesuatu sama Fajar dan Abinya.


"Ide bagus nak Yusuf, om setuju sama ide kamu," ujar Fajar


"Abi juga setuju, biar ini jadi rahasia kita bertiga, para perempuan tidak usah tau, kalau mereka lemes nanti bisa gagal rencana kita," ujar Ustadz Burhan


Lampu ruang operasi sudah padam, Seorang Dokter keluar dari sana, mereka segera menghampirinya.


"Gimana Dok Operasinya ?


"Alhamdulillah, Operasinya berjalan Lancar, dan pasien sekarang sudah dalam keadaan Stabil, Nanti pasien akan di pindahkan ke ruang Rawat," ucap Doktet itu


"Alhamdulillah..." ucap mereka barengan.


"Kalau Rama sudah sadar, kita akan menceritakan semuanya padanya termasuk rencana kamu," ujar Fajar.


"Kalau soal itu serahkan pada saya Om," ucap Yusuf.


Tak lama kemudian pintu ruang Operasi terbuka, dan Brankar Rama di dorong oleh beberapa suster menuju ke Ruang rawat, Mereka mengikutinya dari belakang.


"Abi...Om, kalian pulang saja biar saya yang menjaga Pak Rama di sini, kalian jalankan rencana kita, semoga berhasil," suruh Yusuf.


"Baiklah nak Yusuf kami pergi dulu kalau ada perkembangan dari nak Rama segera hubungi kami," ujar Fajar


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Like..Coment..dan vote ya


Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapat notif Up nya..


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2